Marry Mr. Nicholas

Marry Mr. Nicholas
Bab 54


__ADS_3

"Alexa...., kau mau lari ke mana?" tanya sebuah suara yang terdengar menyeramkan.


Hanna terus berlari menjauhi asal suara. Ia berpacu menyusuri hutan gelap sendirian. Ia bahkan tak berani bersuara, takut ditemukan.


Hanna yang berlari tak tentu arah, ia hanya mengikuti kemana kakinya ingin melangkah. Ketika Hanna merasa sudah berlari jauh dan tak mungkin terkejar, ia sayup-sayup melihat cahaya redup di depannya. Sontak Hanna berjalan menuju cahaya itu. Dengan terengah-engah Hanna berjalan perlahan.


Namun, sebelum Hanna sampai pada cahaya itu. Suara yang memburunya kembali terdengar. Itu membuat Hanna kembali berlari dan malah menjauhi arah cahaya itu.


Hanna yang semakin terengah-engah, langkahnya pun melambat.


"Hehehe, akhirnya aku menemukanmu.... "


Raut Hanna memucat dan sialnya lagi ketika Hanna hendak lari kakinya malah terluka oleh ranting pohon kering. Hanna benar-benar berada dalam keputusasaan.


Hingga akhirnya, "Aaaaaaaaa..... "


Hanna langsung terduduk dari tidur dengan keringat yang bercucuran dan napas terengah-engah.


Nicholas yang di sampingnya pun panik.


"Are you okay, baby?"


"No, I'm not." sahut Hanna refleks memeluk Nicholas erat-erat.


Dengan suara rendah, Hanna bersyukur dalam hati karena semuanya hanya mimpi.


"I had a terrible nightmare."


"Aku ketakutan dan juga sendirian. Aku sangat takut," sambung Hanna dengan nada lesu.


Hanna terus saja menyembunyikan wajahnya di tengkuk Nicholas. Nicholas pun merasa bahwa Hanna benar-benar ketakutan. Dengan penuh kasih sayang Nicholas membalas pelukan Hanna sambil mengelus rambutnya.


"It's okay, ada aku di sini. Tak akan ada yang berani menyakitimu," ucap Nicholas lembut.


Akan tetapi, ucapan Nicholas malah membuat Hanna semakin memiliki ketakutan yang besar. Karena di mimpinya, Nicholas terbunuh demi menyelamatkan dirinya. Tangan dan baju yang berlumuran darah, lari tak tentu arah, juga orang bersuara menyeramkan yang terus mengejar-ngejar Hanna.


Hanna yang masih ketakutan pun enggan melepaskan pelukan Nicholas. Ia benar-benar enggan melepaskannya.


Nicholas yang sebenarnya masih banyak kerjaan pun hanya bisa pasrah. Ia juga tak mungkin membuat Hanna merasa bahwa ia sendirian dan tak ada yang melindungi. Apalagi secara hukum Nicholas adalah suami Hanna. Tentu tidak akan semudah itu untuk dirinya lepas tanggung jawab terhadap Hanna.


Tak lama, Hanna pun kembali merasakan kantuk lalu terlelap dalam pelukan Nicholas. Nicholas pun hanya bisa menghela napas lalu menidurkan Hanna kembali. Akan tetapi, ia yang tadinya ingin melanjutkan pekerjaan lagi malah memilih untuk ikut terlelap bersama Hanna.

__ADS_1


Cukup lama mereka terlelap bersama hingga akhirnya Hanna menggeliat terkena cahaya merah yang masuk ke ruangan.


"Mmmhhhh,"


"Eh? Kenapa dia tidur di sini? Dia juga memelukku?" lirih Hanna yang baru tersadar dari tidur.


Hanna pun ingat kejadian sebelum ia tidur dan sontak wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Dengan perlahan Hanna bangkit agar tidak mengganggu Nicholas yang masih terlelap.


"Baby, kamu mau kemana hm?" tanya Nicholas dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Hanna yang mendengarnya pun menelan ludah. Lidahnya kelu, dalam otaknya juga tak terpikirkan barang satu kata pun untuk menjawab pertanyaan Nicholas.


"A-aku.... "


Baru juga Hanna hendak menjawab, Nicholas sudah menarik Hanna kembali kedalam pelukannya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja," ucap Nicholas lirih.


Hanna yang sangat dekat dengan Nicholas pun bisa dengan jelas mendengar suara degup jantung Nicholas. Hanna semakin gugup ketika mendengarnya.


Hanna yang sudah tak tahan mendengar debaran jantung Nicholas pun langsung bangkit dan lari keluar ruang istirahat. Ia juga langsung pergi ke pantri mengambil air minum.


Selang tak lama, Nicholas pun menyusul Hanna yang langsung berlari keluar seperti kucing yang tertangkap basah sedang mencuri ikan asin.


"Baby.... " panggil Nicholas.


"Kamu kemana?"


Nicholas celingak-celinguk mencari keberadaan Hanna di kantornya. Namun nihil, Hanna tak ada di sana. Nicholas pun keluar dan menanyakan kepada sekretarisnya yang di depan ruangannya.


"Kemana Hanna?" tanya Nicholas datar.


"Oh, Nona Hanna barusan lari ke arah pantri Mr. Apa terjadi sesuatu?" tanya sekretarisnya.


"Urus saja pekerjaanmu dengan baik," sahut Nicholas dingin.


Nicholas pun kembali masuk ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Ia tak mengejar Hanna karena ia tahu bahwa kantornya aman. Tak mungkin terjadi sesuatu kepada Hanna.


5 menit, 10 menit, 15 menit, bahkan setengah jam Hanna tak kunjung kembali ke ruangan Nicholas. Nicholas yang khawatir pun langsung mengecek semua CCTV yang terpasang di setiap sudut ZN Group.

__ADS_1


Rupanya, Hanna si anak nakal itu kabur diam-diam. Ia yang merasa masih ada sesuatu yang mengganjal mengenai asal-usulnya pun mencoba mencari Bella. Hanna yang hanya melihat wajah Bella sekilas pun menjadi putus asa karena ia tak tahu keberadaan Bella dan bagaimana cara menghubunginya.


"Aih, bagaimana aku menemukannya?" rutuk Hanna dalam hati.


Hanna yang merasa diikuti tiba-tiba menoleh ke belakang. Akan tetapi, Hanna tak melihat ada orang aneh yang mengikutinya selain 2 orang bodyguard yang memang selalu mengekor Hanna kemana pun ia pergi.


Hanna yang merasa sedikit tak nyaman pun memilih kembali ke kantor. Tanpa babibu ia langsung menuju kantin karena perutnya keroncongan.


"Wah, menu hari ini enak-enak." ucap Hanna yang sudah ngiler hanya melihatnya.


Hanna yang doyan makan pun langsung kalap mengambil hampir semua menu yang ada. Bahkan ia memaksa 2 bodyguardnya untuk makan juga. Dan dengan terpaksa mereka menuruti paksaan Hanna.


Nicholas yang memantau dari CCTV tertawa kecil melihat bodyguardnya yang terlihat begitu tertekan. Benar-benar ajaib istrinya itu. Selama ini baru Zahra yang bisa menindas para bodyguard hingga mereka terlihat sangat tertekan.


"Baiklah, sekarang waktunya menghukummu kucing nakal," gumam Nicholas tersenyum miring melihat Hanna yang masih makan dengan lahapnya.


Nicholas menelepon resepsionis untuk membuat pengumuman meminta Hanna untuk menemuinya dalam waktu 2 menit.


Hanna yang sedang asyik makan ketika mendengar pengumuman tersebut pun langsung mengutuk Nicholas dalam hatinya. Hanna menoleh pada makanannya yang masih banyak, ia merasa sangat enggan menyia-nyiakan mereka. Tapi mau bagaimana lagi, Nicholas yang minim akhlak itu memang suka sekali menyulitkan Hanna.


"Kalian berdua, habiskan semuanya. Bos kalian memanggilku," perintah Hanna kepada 2 bodyguardnya.


"Awas saja kalau tak habis. Aku bunuh kalian," ancam Hanna.


Sebenernya mereka tidak takut dengan ancaman Hanna, tapi karena Hanna adalah istri bos mereka jadi mereka harus menurut.


Hanna pun berusaha secepat kilat sampai di ruangan Nicholas. Dengan terengah-engah dan keringetan Hanna berhasil sampai di ruangan Nicholas.


"Baby, kamu kenapa?" tanya Nicholas dengan senyum licik.


"Hah? Bukannya kamu memanggilku?"


"Tidak, aku dari tadi sibuk bekerja loh untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita," sahut Nicholas dengan wajah sok polos.


Hanna pun menyipitkan matanya. Ia merasa benar kok mendengar pengumuman bahwa Nicholas memanggilnya dan harus sampai di ruangannya dalam 2 menit.


"Aneh," gumam Hanna berbalik hendak pergi.


"Ya sudah, aku mau makan lagi di kantin. Kasihan makananku terlalu lama menungguku," ucap Hanna berlalu pergi.


Nicholas kembali tersenyum miring melihat kepergian Hanna.

__ADS_1


__ADS_2