Marry Mr. Nicholas

Marry Mr. Nicholas
Bab 59


__ADS_3

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Akan tetapi, keberuntungan sedang tidak berpihak kepada Nicholas. Sopir taksi itu berhasil lolos membawa Hanna.


Hanna yang tadi sedikit tenang karena ada Nicholas pun menjadi semakin gelisah dan takut. Hanna yang baru ingat bahwa dirinya bisa bela diri mencoba untuk membuat sang sopir kehilangan fokus. Tetapi, sebelum Hanna mencoba, taksi tiba-tiba berhenti dan ada dua orang yang membuka pintu penumpang.


"Ka-kalian siapa?" tanya Hanna ketakutan melihat wajah sangar dua orang itu.


Dua orang itu hanya mengangguk ketika menatap Hanna.


"Bagus, ini bayaranmu." ucap salah satu orang itu kepada sopir.


"Wah. Terima kasih, tuan."


Salah seorang langsung melirik memberi kode dan Hanna pun langsung dibius. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Hanna dibawa masuk ke dalam hutan. Ia ditempatkan di sebuah rumah kecil yang dijaga ketat.


Satu orang membawa Hanna dan seorang lagi bertugas menghilangkan jejak dengan membunuh si sopir.


Hanna yang masih tak sadarkan diri perlahan mulai membuka matanya. Sayup-sayup ia mendengar beberapa orang berbicara. Tapi Hanna tak paham apa yang mereka bicarakan, karena mereka mengobrol menggunakan bahasa mandarin.


Mendengar ada langkah kaki yang mendekat, Hanna pura-pura tidur kembali. Ia tak mau jika ketahuan bahwa dirinya sudah bangun.


Setelah pria itu mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa mandarin, ia langsung pergi meninggalkan Hanna dalam sebuah kamar sendirian. Hanna yang merasa situasi sudah aman pun membuka mata dan langsung melirik ke arah pintu.


Dengan berjingkat, Hanna mendekat ke arah pintu. Ia tempelkan telinganya ke pintu untuk menguping pembicaraan orang di luar. Dengan susah payah Hanna terus mencoba menguping.


Tapi, ditengah usahanya menguping Hanna merasa ada yang sedang menatap dirinya. Hanna yang merasa demikian akhirnya menoleh dan betapa terkejutnya ia mendapati seorang wanita dengan jas dokter sedang berdiri di sisi lain ranjang.

__ADS_1


Dokter itu menghela napas dan meletakkan kembali jarum suntik yang di pegangnya. Hanna hanya bisa diam membeku.


Perlahan, dokter itu mendekati Hanna sembari tersenyum. Dokter itu pun menyapa Hanna dengan ramah. Sayangnya, Hanna tak mengerti bahasa yang digunakan dokter itu. Sehingga Hanna hanya tersenyum tipis membalasnya.


Melihat Hanna tak mengerti ucapannya, ia langsung berbicara menggunakan bahasa yang Hanna mengerti.


"Hai, namaku Emily."


"Ha-Hanna," sahut Hanna menerima uluran tangan dokter itu.


Untuk beberapa lama Hanna terus menatap wajah Emily. Ia merasa pernah melihatnya, tapi ia lupa entah dimana ia melihatnya.


Sembari Emily berusaha mengajak Hanna mengobrol, ia telah memberitahu para bodyguard di luar kamar untuk memperketat penjagaan.


"Siapa?" tanya Hanna sedikit penasaran.


Emily melirik Hanna sekilas, "Bella Vista Arkansas."


Dengan raut bingung Hanna menatap dokter Emily lantaran ia tak mengenali seseorang yang bernama demikian.


"Ah, maaf. Maksudku Bella Hamilton, bibimu."


Melihat Hanna masih memasang raut wajah bingung, Emily pun kembali menjelaskan.


"Dia adik perempuan ayahmu, Tuan Hamilton satu-satunya yang masih hidup."

__ADS_1


"Pergelangan tangan kirimu sedikit cedera. Jadi, usahakan jangan membuatnya bekerja berlebihan dulu."


Hanna hanya mengangguk paham. Emily pun berlalu pergi setelah memastikan tak ada cedera lain yang dialami Hanna.


Belum lama Emily pergi, Hanna baru ingat bahwa ia tak sempat menanyakan alasan ia dibawa ke tempat ini dan juga dikurung di kamar. Ia juga tak mengerti mengapa Bella tak menggunakan nama marga Hamilton pada namanya.


Muncul banyak pertanyaan yang terlintas di kepala Hanna. Tapi, tak satupun yang terjawab.


Sambil mondar-mandir Hanna terus saja berpikir.


"Jika Bella yang menculikku, apa tujuannya sebenarnya?" batin Hanna bertanya-tanya.


Ditengah Hanna yang masih bertanya-tanya, ada Nicholas yang mengamuk para bodyguard yang tak kunjung datang. Bahkan Alex yang masih di Eropa pun kena imbasnya.


Apa-apa yang berhubungan dengan Hanna memang paling bisa membuat seorang Nicholas lepas kendali. Zahra yang kasihan melihat Alex pun mengomeli Nicholas. Dan tepat saat itulah, Zahra tahu bahwa Hanna hilang diculik.


Seketika, Zahra luruh ke lantai. Dadanya pun terasa sangat sakit. Alex langsung berteriak memanggil Sam sambil berlari menggendong Zahra.


"Sam, cepat bawa mobil ke depan!"


Sam yang mendengar teriakan itu langsung bergegas tanpa bertanya apapun. Ia sudah paham bahwa itu keadaan darurat.


Dengan ugal-ugalan Sam menyetir mobil menuju rumah sakit terdekat agar setidaknya Zahra mendapat pertolongan pertama terlebih dahulu.


Alex dan Sam yang panik tak sempat memberitahu Nicholas. Yang utama bagi mereka hanyalah keselamatan Zahra. Sesampainya di rumah sakit, Zahra pun langsung ditangani oleh tenaga medis. Alex dan Sam dengan setia mendampingi Zahra.

__ADS_1


__ADS_2