
Saat kami sampai di sekolah, Cindy dan Raya sudah menungguku. Saat aku turun mereka berdua langsung menghampiri aku.
"Eh tumben berangkat bareng?" tanya Cindy.
"Dari dulu kan juga gitu, udah lupa ya?" jawab Arka dengan senyum menampakkan gigi putihnya.
"Udah yuk masuk, bentar lagi bel bunyi!" ucapku.
Pelajaran berlangsung dengan tenang dan entah kenapa hatiku menjadi hangat mengingat sikap Arka yang sudah seperti dulu.
Ujian akhir semester tinggal menunggu hari, aku belajar dengan keras agar bisa lulus dengan nilai bagus, tentu saja Arka yang mengajari aku, bukan hanya aku tapi kedua temanku itupun ikut belajar bersama kami.
Aku tidak tau perkembangan hubungan Arka dan Rika karena Arka menutupi itu dariku. Tapi kudengar dari Tante Mei hubungan mereka baik-baik saja, selama ini mereka menjalin hubungan jarak jauh karena Rika kembali ke Kota asalnya sampai nanti pendaftaran Mahasiswa baru dibuka.
Soal hobi Arka, untuk sekarang ini dia belum melanjutkan karena sibuk akan menghadapi Ujian.
Hari ini hari pertama Ujian akhir, aku merasa percaya diri bisa menjawab semua soal dengan benar. Sombong dikit nggak papa lah ya.
Dan benar, aku dengan mudah bisa menjawab soal-soal itu, berkat kerja kerasku belajar tanpa kenal waktu, dan berkat Arka juga tentunya.
......................
Ujian pun berakhir hari ini, syukurlah.
Cindy mengajak aku dan Raya ke Cafe milik Tante nya untuk merayakan atas berakhirnya Ujian.
Ralat,
Bukan hanya aku dan Raya tapi juga Fandy, Putra dan Arka, awalnya para Laki-laki itu menolak alasannya karena ini baru selesai Ujian kenapa harus dirayakan. Tapi bukan Cindy namanya jika tidak bisa memaksa kaum lelaki untuk menuruti keinginannya.
__ADS_1
Akhirnya kami semua berangkat menggunakan dua buah mobil, Cindy, Raya, Putra dan Fandy berada di satu mobil, dan mobil lainnya hanya berisi aku dan Arka.
Saat diperjalanan aku memberanikan diri bertanya soal hubungan Arka dan Rika.
"Gimana hubungan lo sama Rika?" tanyaku penasaran.
Arka melirik aku dengan sedikit senyum di bibirnya tanpa menjawab pertanyaan ku.
Aku mengernyitkan dahi, apakah dia sudah gila ataukah tidak waras?
Setelah 30 menit kami baru sampai di Cafe itu, Cafe masih sepi karena masih siang hari, tempatnya bagus banyak dihiasi bunga-bunga, Cafenya cukup besar dan memiliki dua lantai.
"Yuk masuk!" ajak Cindy.
Kami menikmati menu makanan di sana dengan mengobrol hal yang tidak penting.
Sampai sore kami di sana dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. Raya ikut mobil Arka bersama aku karena rumah kami satu Komplek.
"Keluar Negeri." jawabku asal.
Arka mengerem mobil secara mendadak.
"Hah gimana gimana, ngapain jauh-jauh, bukannya awalnya lo selalu nolak kalo gue ajak kuliah di luar Negeri!" tanya Arka.
"Lo gila ya Ar ngerem mendadak gitu, untung gue sama Raya nggak kenapa-kenapa." aku marah ke Arka.
"Elo yang gila pakai acara mau kuliah keluar Negeri segala." Arka balik memarahi aku.
"Hahaha aku tertawa sambil memukul lengan Arka, gue tadi asal jawab aja tau." ucapku dengan nyengir.
__ADS_1
Arka memberikan tatapan tajam kearah ku,
"Are you sure?" tanya nya.
"Untuk saat ini sih gue nggak ada pikiran kuliah di luar, tapi nggak tau deh kalo nanti." Aku menggoda Arka.
"Nggak boleh berubah pikiran, elo harus tetap DISINI!" Arka mewanti-wanti aku.
"Yaelah pakai acara ngelarang Citra segala, paling juga nanti pas udah kuliah kamu sama pacarmu terus Ar, ngebucin." Raya menyeletuk.
Arka tak menghiraukan, dia kembali melajukan mobilnya.
Kami sampai di rumah Raya, setelah Raya turun kami berlalu menuju ke rumahku.
"Cina, lo harus janji ke gue bahwa sampai kapanpun nanti kita bakal tetap jadi sahabat." Arka berucap sambil memegang tanganku.
Sahabat? Entah mengapa aku menginginkan hal yang lebih dari pada sekedar itu Ar.
Aku tersenyum menatap Arka.
"Bukannya dari dulu kita sahabat ya Ar, dan sampai kapanpun akan tetap begitu." ucapku dengan tetap tersenyum.
Arka melepas tanganku dan aku turun dari mobilnya.
......................
Setelah menyelesaikan Ujian, siswa siswi libur panjang, entahlah apa yang akan kulakukan selama liburan ini.
Ngomong-ngomong, opa dan oma ku itu tinggal diluar Negeri, tepatnya di LA, opa ku asli orang sana, sedangkan oma ku Asli orang Indonesia. Meskipun mereka tinggal di sana, tapi aku dan orangtuaku jarang sekali ke sana, karena kesibukan kami masing-masing. Eits maksudku adalah kesibukan papa dan mamaku, beberapa cabang restoran di luar kota menjadikan mereka sangat sibuk, meskipun mereka jarang terjun langsung mendatangi cabang-cabang itu, tapi mereka selalu memantau perkembangannya.
__ADS_1
Sedangkan Arka, liburan kali ini dia berencana ke rumah kakek dan neneknya di kota B, sekalian mendatangi pacarnya lah pasti. Awalnya dia mengajakku, tapi untuk apa pikirku, toh aku hanya akan menjadi nyamuk disaat mereka berdua sedang bersama.