Mencintai Sahabat Sendiri

Mencintai Sahabat Sendiri
MenSahSen Episode 44


__ADS_3

Happy Reading :)


***


Akhirnya Arka mengantarkan aku pulang kembali ke rumah. Sebenarnya aku kecewa karena dia tak menjelaskan apapun, dan aku menduga orang yang menelpon dia adalah Rika istrinya. Tapi ini bukan kali pertama dia membuat aku kecewa, dan aku pun tak bisa berbuat apa-apa.


"Maafkan aku Citra, aku janji pasti akan menjelaskan semuanya. Lebih baik sekarang kamu beristirahat. " ucapnya dengan tersenyum dan tangan yang mengusap pucuk kepalaku.


Jantungku berdebar mendengar ucapan dan perlakuannya, tak bisa dipungkiri aku memang sangat merindukan perhatian darinya. Namun, benarkah semua ini. Apakah masih diperbolehkan aku merasakan perhatian dan kehangatan darinya sedangkan dia sudah dimiliki orang lain.


Aku hanya tersenyum kepadanya, lalu keluar dari dalam mobil. Dengan cepat dia melaju pergi menjauh meninggalkan pekarangan rumah.


Aku kembali masuk dengan perasaan kecewa dan bimbang, apa yang harus kulakukan. Sudah sepersekian kali dia memberi janji dan harapan, atau memang hanya aku yang merasa begitu.


Sejak hari itu, Arka menjadi sering menghubungi aku, dari mulai bertanya tentang apa yang kukerjakan hari ini, atau hanya sekedar ingin tahu aku sudah makan atau belum. Sebenarnya aku senang dan bahkan bisa dibilang sangat senang dengan perhatian yang selalu dia berikan belakangan ini, namun aku pun juga merasa bersalah jika ini terus terjadi.


Hubungan Arka dengan Ernan masih belum membaik, bahkan Ernan sangat mewanti-wanti aku untuk tidak bertemu lagi dengan Arka. Aku tahu maksud dia adalah agar aku tidak sakit hati lagi, namun aku pun tak bisa menghindar darinya.


Arka sekarang menggantikan posisi papanya, dia sudah menjadi CEO diperusahaannya sendiri, dan perusahaan itu berkembang pesat semenjak dia yang memimpin. Namun, desas desus yang beredar, semua orang tak pernah tahu jika dia sudah memiliki istri. Bahkan beberapa dari mitra diperusahaannya ingin menjodohkan Arka dengan anak perempuannya.

__ADS_1


Saat sedang sibuk memandangi foto Arka yang ada di galeri ponselku, tiba-tiba ada pesan masuk dari Cindy yang mengabarkan bahwa malam ini ada reuni kecil-kecilan yang hanya dihadiri oleh beberapa orang, dan aku harus datang. Reuni diadakan di villa milik Fandy, jaraknya memang cukup jauh dari sini, namun masih sempat jika sekarang aku bergegas pergi menuju villa itu.


Akhirnya aku berpamitan kepada kak Sari untuk pulang, aku sangat exited dengan reuni ini, pasalnya sudah cukup lama aku tak bertemu sahabat-sahabatku itu semenjak pernikahan Raya.


Jarak dari restoran ke rumah yang cukup dekat, membuat aku cepat sampai. Segera aku bersiap-siap dan tak lupa berpamitan dengan mama yang sedang sibuk melayani pembeli di toko bunga.


Untung saja Ernan belum pulang dari rumah sakit, jadi aku bisa langsung pergi, pikirku.


Dengan kecepatan sedang aku mulai mengendarai mobil menuju villa yang sudah ditentukan. Aku berharap Arka pun ada disana, namun sepertinya tidak, sebab pagi tadi Arka mengabari jika dia harus mengurus anak perusahaan dikota lain.


Diperjalanan, tak lupa aku berhenti untuk membeli makanan dan beberapa camilan untuk dibawa ke villa.


Aku menyapa mereka dan menanyakan dimana Raya dan Cindy. Fandy menjawab mereka berdua sedang ada didapur, akhirnya aku pergi ke dapur untuk menemui mereka.


Setelah haru biru sahabat yang sudah lama tidak bertemu, akhirnya kami bertiga pergi ke kamar yang akan ku tempati nanti.


Didalam kamar.


"Eh Cit, gimana kabar Arka ya? " tanya Cindy.

__ADS_1


"Ya begitulah, sibuk dengan jabatan dan perusahaannya, ditambah lagi dia memiliki istri kan. " jawabku dengan tanpa menengok kearah Cindy, karena aku sedang memasukkan pakaian kedalam lemari.


"Tau banget kamu Cit, berhubungan lagi ya sekarang? " tanya Raya dengan penasaran.


"Bukankah kalian tahu kami bersahabat sejak dulu, jadi wajar sajakan aku tahu. " jawabku dengan berjalan menghampiri mereka yang sedang berada diatas tempat tidur.


"Ya memang. Kalian bersahabat sejak dulu dan lama kelamaan jadi cinta. " ucap Raya dengan tertawa.


Saat malam hari pukul 20:00, kami semua berada di taman bekalang villa, asik mengobrol sambil bbq an. Hingga terdengar suara langkah kaki yang membuat kami semua mencari asal suara.


Terlihat seorang lelaki gagah sedang membawa dua kantong plastik besar ditangan kanan dan kirinya, entah apa isinya.


Dia mendekat dan menaruh plastik diatas meja, lalu mulai bersalaman dengan yang lain. Saat dia ingin memajukan tangannya untuk bersalaman denganku, entah mengapa aku menjadi salah tingkah.


Waktu berlalu dan sudah hampir tengah malam, namun kami masih asyik bercerita tentang kehidupan satu sama lain. Tunggu, bukan kami, lebih tepatnya mereka berlima. Aku hanya diam memperhatikan setiap gerakan Arka, bahkan dengan melihatnya saja bisa membuat aku semakin jatuh cinta.


***


Mudahan bisa up setiap hari ya, do'ain aja authornya sehat terus.

__ADS_1


Aku sayang kalian 💕💕


__ADS_2