Mencintai Sahabat Sendiri

Mencintai Sahabat Sendiri
MenSahSen Episode 28


__ADS_3

Badanku kaku, mulutku membisu saat aku melihat sosok yang berada di hadapanku.


Dia berdiri dari duduknya dan memelukku, sangat erat, aku bisa merasakan detak jantungnya. Nyawaku seakan melayang dibuatnya. Ini dia sosok yang sangat aku rindukan, sosok yang selalu hadir dalam mimpi dan bayang. Dia ada di sini, Dia sedang memelukku, Dia sangat dekat denganku. Oh Tuhan, terimakasih untuk semua ini.


"Maafkan aku Cin." ucapnya dengan lirih dan gemetar


Aku tak bisa berkata apa-apa, aku mencoba menahan butiran air mata yang akan keluar, namun sekuat apapun aku menahan, tetesan bening itu tetap turun melewati pipi.


"Eh udah kali, banyak yang liat tuh." celetuk Cindy


Arka melepaskan pelukannya dan memberikan jarak untuk kami berdua. Namun, apakah kalian tau? Arka ke sini tidak hanya sendiri, melainkan bersama dengan Rika.


Akhirnya aku duduk bergabung dengan mereka. Arka tak menjelaskan apapun tentang kepergiannya, Dia banyak diam dan sesekali melirik ke arahku. Aku pun melakukan hal yang sama. Aku masih terlalu syok dia berada di sini sekarang.


Sore hari kami semua memutuskan untuk pulang, sebelumnya aku berpamitan terlebih dulu kepada Kak Sari. Kami pulang dengan tujuan rumah masing-masing, sedangkan Arka, aku tak tau Dia akan pulang ke mana.


Sesampainya aku di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamar. Aku bingung tak tau harus menyikapi semua ini dengan seperti apa. Aku senang Arka kembali, namun mengapa dia harus membawa Rika?


Suara ketukan pintu menyadarkan ku dari lamunan, aku berjalan kearah pintu lalu membukanya.


"Mama! Ada apa Ma?" tanyaku kaget karena ternyata Mama yang mengetuk, ini kali pertama semenjak kepergian Papa Mama bisa berjalan keluar dari kamarnya.


"Ada Arka di depan, apakah kamu tidak mau menemuinya sayang?" tanya Mama.


Aku seolah tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Bukan, bukan karena Arka datang mencari aku, melainkan sikap Mama yang sudah seperti dulu.


Aku memeluk Mama dengan erat, betapa bersyukurnya aku atas semua ini. Terimakasih Tuhan.


"Citra, Citra, apakah kamu tau Mama sulit bernafas" ucap Mama menyadarkan ku.


"Maaf Ma, Citra terlalu bahagia." ucapku lalu mencium pipi Mama


Mama geleng-geleng kepala lalu turun. Aku mengikuti Mama dan berjalan lebih cepat agar bisa mensejajarkan langkah dengan Mama, aku menyenderkan kepala di pundak Mama. Aku sangat rindu saat saat seperti, saat aku bermanja-manja kepada Mama.


"Sayang, mengapa kamu seperti anak kecil begini?" tanya Mama dengan mengusap pipiku.

__ADS_1


Aku tak menghiraukan ucapan Mama. Setelah sampai di bawah, aku melihat Arka sudah duduk di sofa.


Mama berlalu pergi ke dapur, lalu aku mulai mendekati Arka. "Ada apa Ar?" tanyaku


"Apa kabar kamu Cin?" tanyanya dengan mata yang menatap kearah ku.


Sebentar sebentar, ada yang aneh di sini. Sejak kapan Arka berkata Aku Kamu denganku? Ucapku di dalam hati


"Seperti yang lo lihat." jawabku singkat


"Maaf karena sudah pergi tanpa kabar, maaf karena tidak bisa menemani di saat-saat terburuk, aku benar-benar tidak berguna Cin" ucapnya dengan gemetar.


Tak bisa dipungkiri, aku pun merasa geram sebenarnya dengan sikapnya yang tiba-tiba hilang bak ditelan bumi. Namun, aku harus tetap bisa mengontrol emosi, aku harus bersikap sewajarnya, seperti teman yang ditinggalkan temannya tanpa pamit.


"Tidak apa Ar, pasti lo punya alasan kuat untuk berbuat seperti itu." ucapku


Belum sempat Dia berbicara lagi, suara deringan telepon Arka terdengar. Dengan segera Dia menjauh dan menerima panggilan itu. Sementara aku duduk menunggunya selesai berbicara pada seseorang yang aku sendiri tak tau itu siapa.


Arka berjalan kearah ku lalu berpamitan untuk pergi karena tiba-tiba ada hal yang harus diurus. Sebenarnya aku kecewa dengan sikapnya, belum sempat Dia menjelaskan apapun, tapi dia sudah ingin pergi lagi. Tak ada yang bisa kulakukan selain mempersilahkan Ia pergi.


Setelah Arka keluar dari rumah, aku berlalu menuju dapur di mana Mama berada. Aku duduk di kursi menyaksikan Mama yang sedang sibuk memotong sayur dengan dibantu oleh Mbok Lilis. Aku sangat bahagia melihat semua ini, rasanya sudah lama sekali aku tak melihat pemandangan seperti ini.


💬Lo senang kan sudah bisa melihat Arka lagi?


Aku membuang nafas dengan kasar. Apalagi maunya Orang ini. Pikirku


Aku menaruh kembali hp di atas nakas, pesan tak ku balas, aku sangat tidak ingin meladeni Rika.


.......


Pagi ini aku akan ke Kampus. Aku sarapan dengan ditemani Mama, sebenarnya aku tidak ingin pergi meninggalkan Mama, aku masih sangat ingin bermanja-manja dan menemani Mama di rumah. Tapi aku juga tidak ingin semakin lama menyelesaikan Kuliahku.


"Ma, Citra berangkat dulu." ucapku dengan mencium pipi Mama lalu beranjak pergi.


Diperjalanan aku kembali mengingat Arka, ah benar-benar, mengapa selalu Dia yang ada di pikiranku. Saat sampai di Kampus, aku menuju kelas karena Dosen hari ini masuk pagi.

__ADS_1


Siangnya, aku ke Kantin bersama dengan Cindy dan Raya.


"Apakah Arka menjelaskan kepergiannya kepada kamu Cit?" Raya bertanya.


"Tidak, Dia hanya meminta maaf, lalu pergi meninggalkan rumah" jawabku.


"Hiss, apa maunya itu Manusia" ucap Cindy


Kak Riza datang bersama dengan teman-temannya. "Halo Cit, apa kabar?" tanyanya


"Baik Kak baik." jawabku dengan tersenyum


"Apa boleh malam ini aku main ke rumah kamu?" tanyanya lagi


Aku tertawa mendengarnya, bagaimana tidak, rumah itu sekarang sudah menjadi milik Kak Riza.


"Ada kesalahan di dalam pertanyaan Kakak tadi," ucapku dengan masih tertawa.


Kak Riza mengernyitkan kening seolah tak paham.


"Bukankah rumah itu sekarang jadi milik Kak Riza? Jadi harusnya pertanyaannya adalah Bolehkah aku main ke rumahku malam ini.


Dan kami semua tertawa.


Sepulang dari Kampus, aku langsung menuju Restoran. Restoran hari ini cukup ramai, hampir semua meja terisi. Aku masuk ke dalam ruangan ku.


Lalu aku duduk di kursi dan tak sengaja melihat foto Rayen yang berada di atas meja. Aku baru ingat, aku harus menerimanya bekerja di sini, aku masih penasaran dengannya.


Aku menelpon Kak Sari untuk meminta menghubungi Rayen agar datang ke Restoran besok pagi. Setelah Kak Sari mengiyakan, aku menutup panggilan.


*******


Nyempetin buat up ditengah kesibukan 🙏


Semoga suka 🙏

__ADS_1


Oh iya, di follow ig ku ya Kakak supaya kita bisa lebih mengenal @menulis_di


Terimakasih 💕💕


__ADS_2