
Happy reading🙏
******
Sepanjang malam aku tersenyum mengingat kelakuan Arka, tidak dapat dibohongi memang, setelah Arka pergi pun rasaku untuk Arka masihlah tetap sama.
Tanpa kusadari aku tertidur dengan ingatan yang masih tertuju pada makhluk ajaib itu.
Tok tok tok....
Disaat aku tidur,aku seperti mendengar suara ketukan pintu, namun aku tidak mengacuhkannya, karena ku rasa aku baru tidur beberapa jam yang lalu.
"Sayang, bangun Citra. Apakah hari ini kamu tidak ada kegiatan? Ini sudah siang." ucap seseorang yang samar samar terdengar.
Dengan penuh daya aku membuka mata karena mataku rasanya berat sekali. Ku lihat Mama sedang duduk di sampingku.
"Jam berapa Ma?" tanyaku.
"Jam 08.00 sayang!" jawab Mama sambil berdiri.
Aku terkejut, kulihat jam di atas nakas ternyata memang sudah jam 08.15, aish aku terlambat untuk pergi ke restoran.
Dengan segera aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, bahkan aku mandi secepat kilat. Setelah selesai mandi aku memakai pakaian lengkap dan mengambil tas yang berisi peralatan make up lalu aku keluar dari kamar.
"Ma, Citra berangkat dulu," ucapku dengan mencium tangan lalu pipi Mama.
"Loh, tidak sarapan dulu sayang?" tanya Mama dengan berteriak karena aku sudah berlalu pergi menuju garasi.
"Tidak Maaa.... " teriakku
Diperjalanan aku melihat jam, sudah hampir jam 09.00, aku berniat melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, namun jalanan cukup ramai.
Akhirnya jam 10.00 aku baru sampai di restoran, menuju ke restoran pun tadi harus melewati jalan lain, karena jalan yang biasa ku lewati sedang ada perbaikan.
Aku segera masuk ke dalam dan menuju ruang kerjaku. Saat aku ingin membuka pintu, aku melihat seorang laki-laki tengah duduk di kursi dekat pintu, Dia adalah Rayen.
Aku masuk lalu menelpon kak Sari untuk menyuruh Rayen masuk keruangan ku. Sambil menunggu, aku sedikit memoles wajah dengan make up tipis.
Aku mendengar suara ketukan pintu dari luar, tak lama pintu terbuka, kak Sari masuk diiringi Rayen dibelakangnya.
"Ini Rayen Prasetya pelamar kerja yang waktu itu Bu" ucap Kak Sari
Sebenarnya aku agak geli mendengar Kak Sari memanggilku Ibu, tapi itu harus dilakukan setiap kali ada karyawan.
"Silahkan duduk," titah ku pada Rayen, lalu Kak Sari permisi untuk keluar dari ruangan.
__ADS_1
Aku menanyakan beberapa pertanyaan seputar pengalaman kerjanya dan beberapa pertanyaan lain. Rayen menjawab dengan tenang dan aku bisa menilai jika orang ini bisa diandalkan.
Setelah selesai bertanya, aku menyuruh Rayen pulang dan menunggu dikabari oleh pihak restoran untuk mulai bekerja di sini.
Awalnya aku berpikir bagaimanapun orangnya aku akan tetap menerima Rayen karena aku penasaran apa hubungan dia dengan Rika, namun sepertinya dia memiliki kemampuan yang baik untuk bekerja.
Aku menelpon Kak Sari untuk meminta tolong memesankan aku makanan, karena perutku sudah berdemo sejak tadi. Wajar saja, ini sudah hampir siang dan aku belum sarapan.
Tak lama Kak Sari masuk membawakan makanan.
"Tumben berangkat ke restoran tapi belum sarapan Cit?" tanya kak Sari sambil menaruh makanan di depanku.
"Iya kak, tadi bangunnya kesiangan," jawabku dengan mulai memasukkan makanan ke dalam mulut.
"Bagaimana Cit? Apakah kamu menerima Rayen bekerja di sini?" tanya nya lagi.
"Hm, aku lihat dia cocok bekerja di sini kak, lagi pula dia pernah bekerja juga di restoran" jawabku
"Iya, tapi dia kan juga pernah bekerja sebagai tukang tagih hutang." ucap kak Sari lagi
"Itu karena dia tidak ada pekerjaan lain kak, dan dia perlu uang untuk biaya hidup." jawabku sambil terus menikmati sarapan.
Aku memang belum menanyakan perihal dia dengan Rika, karena menurutku ini terlalu cepat. Biarlah pelan-pelan saja.
....
"Terimakasih ya Cit" ucap kak Sari setelah turun dari mobil.
"Iya kak, sama-sama." balasku dan berlalu meninggalkan kak Sari.
Sesampainya aku di rumah, aku memarkirkan mobil, lagi lagi aku melihat mobil Arka berada di depan. Lalu masuk ke dalam rumah.
Aku melihat Arka sedang makan ditemani Mama, hah benar-benar ingin merebut Mama dariku Si Arab itu.
Aku menghampiri mereka lalu mencium tangan Mama. Arka menyodorkan tangannya kehadapan ku,
"Cium juga dong tangan abangnya" ucapnya
Aku mengernyitkan kening, "lo agak nggak waras ya?" ucapku dengan mentoel keningnya, ini pertama kali aku melakukan itu padanya.
"Aduh, berani-beraninya sama orang yang lebih tua!" protesnya.
Aku duduk tak mengacuhkan ucapannya.
"Lo ngapain di sini Ar? Diusir lagi sama tante Mei?" tanyaku
__ADS_1
"Iya, diusir karena gue nggak pernah bawa Tuan Putri ke rumah lagi" jawabnya.
"Besok pulang dari kampus gue ke sana." kataku
"Halah sok sibuk banget emang." ucapnya sambil terus mengunyah makanan.
Setelah selesai makan, Arka berpamitan pulang kepada Mama. Dia kesini hanya meminta makan, memang ada ada saja kelakuannya.
"Pulang aja lo, gak usah kesini-sini lagi" ucapku
"Nanti ada yang kangen, repot juga gue nya" jawabnya dengan mengacak-acak rambutku.
"Ih apaan si Ar!" protes ku.
Dia pergi dengan tertawa. "Ma, Arka tadi kesini ngapain?" tanyaku kepada Mama.
"Dia mengantarkan kue buatan tante Mei, sayang" jawab Mama lalu pergi ke dapur.
Aku naik ke atas menuju kamar, 2 hari lagi aku akan meninggalkan rumah ini. Beruntunglah kak Sari sudah mendapatkan rumah baru untukku dan Mama.
Aku membersihkan diri lalu kembali mengemasi barang-barang ku ke dalam kardus.
Setelah selesai, aku turun menuju meja makan, tapi tidak ada orang di sana. Kemana Mama, gumam ku.
Aku mencari Mama ke dalam kamar,
"Ma... " ucapku setelah membuka pintu kamar.
"Iya sayang" jawab Mama.
Kulihat Mama sedang mengemasi barang-barang.
"Mau Citra bantu Ma?" tanyaku
"Tidak nak, Citra makan saja dulu ya, sedikit lagi selesai kok" ucap Mama
Lalu aku kembali ke meja makan, dan makan sendirian. Sepi memang, tapi mau bagaimana lagi.
Selesai makan, aku berjalan menuju kamar Mama, pelan aku membuka pintu, ternyata Mama sudah tertidur, pasti Mama kelelahan.
Aku kembali menutup pintu lalu menuju ke atas, ke kamarku.
Ketika aku melihat ponselku, ada panggilan terlewat dari kak Riza. "Ada apa kak Riza menelpon, apakah ada hal penting." ucapku
Aku mencoba menghubungi kak Riza, namun nomornya tidak aktif, mungkin ponselnya mati pikirku. Aku kembali menaruh ponsel di atas nakas dan pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi lalu tidur karena merasa lelah dan kurang tidur semalam.
__ADS_1
******
Di follow di follow ig author : @menulis_di