Mencintai Sahabat Sendiri

Mencintai Sahabat Sendiri
MenSahSen Episode 19


__ADS_3

Happy Reading


******


💬 Gue tunggu malam ini di Cafe A sendiri saja.


Aku bingung saat membaca pesan itu, ada apa Rika menyuruhku menemuinya di Cafe? Menyuruh sendirian pula.


Dorrr.....


Aku terkejut bukan main saat Arka tiba-tiba muncul dari belakang, jangan sampai Dia mendengar ucapan ku tadi. Gumam ku


"Kenapa sih Lo tiba-tiba nongol?" tanyaku sewot dengan memanyunkan bibir.


"Lo aja yang ngelamun makanya nggak tau pas gue datang, pasti lo lagi mikir gimana caranya buat mutusin Risa kan." tanyanya nyeleneh.


Aku tak menanggapi, aku masih bingung haruskah aku menemui Rika, tapi untuk apa?


"Nanti kalo gue udah nyelesaiin S1 di sini, gue mau lanjut S2 di Belanda." ucapnya tiba-tiba.


"Oh ya ? Gue bakal bersyukur dong hidup gue jadi tenang kalo nggak ada elo!" balasku.


Aku menanggapi ucapannya dengan bercanda karena aku tau Dia pasti berbohong.


Arka mentoel keningku dan berkata "nggak mungkin tenang karena gue bakal hubungin lo tiap saat." ucapnya dengan tersenyum seram


"Gue block nomor lo dan gue akan ganti nomor baru."

__ADS_1


"Nggak masalah, gue akan mengirim Orang buat memata-matai elo." ucapnya sambil mencubit pipiku.


Aku menggigit tangan Arka yang berada di pipiku dan langsung berlari menjauh darinya. Arka mengejar aku yang sudah berada dikamar dan menggelitiki aku.


"Stop Ar stop!" ucapku dengan menahan tangannya yang terus mencoba menggelitiki perutku.


Tanpa sadar pandangan kami bertemu, Arka menghentikan gerakan tangannya dan terus menatap mataku. Dalam beberapa saat kami masih saling pandang hingga kami terbawa suasana, Arka memajukan wajahnya dan mengecup bibirku beberapa kali, setelah itu dia mulai mencium, mel*mat dan menghis*p bibirku, aku tak hanya diam, aku membalas setiap apa yang dilakukannya padaku. Kami menikmati moment ini.


Tok tok tok (suara pintu diketuk)


Terdengar suara ketukan pintu, namun Arka tak menghiraukan, dia tetap asik melanjutkan memainkan bib*rku. Karena pintu terus diketuk, aku menggigit bibirnya agar Dia menghentikan aktifitasnya, kulihat bibirnya sedikit berdarah. Dia merengek kesakitan tapi aku tidak memperdulikannya, aku merapikan rambut dan mengusap wajah sebelum membuka pintu.


"Lama banget sih Kak buka nya?" protes seseorang yang dari tadi berada didepan pintu.


Aku tak menghiraukan ucapannya. "Ada apa sih berisik?" tanyaku.


Aku mengikutinya dari belakang


"Hah? Arka... Emm ada, dia sedang......"


Aku bingung harus menjawab apa. Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku, aku melihat Arka keluar dari kamar mandi. Huh syukurlah ucapku dalam hati.


"Ayo kita berangkat!" Arka mengajak Ernan entah mau kemana.


Setelah mereka keluar, aku ke kamar mandi dan membersihkan diri.


uh b*doh bod*h ada apa sih dengan lo Citra, apa yang barusan lo lakuin sama Arka. Aku merutuki diri.

__ADS_1


Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri. Ini bukan kali pertama Arka melakukannya, tapi mengapa setiap kali Arka berbuat seperti itu aku tidak bisa menolak, padahal jika dengan Kak Riza aku sangat menghindari hal itu.


Malam hari, aku sudah berada di Cafe A menunggu Rika datang, awalnya aku ragu ingin menemuinya tapi aku juga sangat ingin tau apa maksud dan tujuannya mengajak aku bertemu.


Brakk....


Rika tiba-tiba datang dan menggebrak meja, sontak aku terkejut. Dia melemparkan beberapa kertas, aku lebih terkejut saat melihat fotoku bersama Arka, dari mulai kami makan di warung pinggir jalan hingga saat kami sedang berada di Bandara.


"Ternyata Lo nggak menuruti permintaan gue selama ini" ucap Rika dengan ketus.


Aku diam tak tau harus berkata apa.


"Kalo cara halus tidak bisa membuat lo jauh dari dia, apa perlu gue pakai cara kasar hah!" ucapnya lagi dengan nada tinggi.


Semua Orang yang berada di Cafe itu memperhatikan kami, namun sepertinya Rika tidak perduli dengan tatapan mereka.


"Cukup Rik, tidak perlu membuang buang tenaga seperti ini, aku tidak akan pernah bisa menjauhi Arka karena sejak dulu kami sudah bersama, dan kalau memang kamu berniat memakai cara kasar, lakukanlah." ucapku lalu berlalu pergi meninggalkan Rika dan keluar dari Cafe itu.


Diperjalanan aku bingung harus berbuat apa, lalu aku terpikir untuk menceritakan kejadian ini kepada Raya, aku mengemudikan mobil menuju rumahnya.


Saat aku sampai di depan rumah aku melihat Raya sedang duduk berdua dengan Putra. Ah sial kenapa mereka berduaan disaat yang tidak tepat. Ucapku


Aku keluar dari mobil lalu menghampiri mereka, aku beralasan kepada mereka ingin menemui Mamanya Raya, untuk menyampaikan pesan dari Mama mengajak Mamanya Raya pergi ke arisan besok pagi, karena memang benar tadi siang Mama berucap akan mengajak Mamanya Raya. Beruntung aku di Karuniai otak yang cerdas dan kecepatan berpikir. Mana mungkin aku mengganggu Mereka berdua hanya karena masalahku.


*****


Author sedih karena yang vote cuma sedikit 😢

__ADS_1


__ADS_2