Mencintai Sahabat Sendiri

Mencintai Sahabat Sendiri
MenSahSen Episode 47


__ADS_3

Aku memutuskan untuk tidur, lelah dengan semua ini. Ternyata benar, cinta membuat orang menjadi tak waras, akal sehat hilang menguap bersamaan dengan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang yang kita cintai, sehingga dengan mudah kita memaafkan dia.


Sudah berjam-jam aku mencoba untuk tidur, sudah berbagai macam posisi aku coba, namun tiap kali aku memejamkan mata, selalu saja muncul wajah Arka. Akhirnya aku kalah, aku mengambil ponsel yang berada dibawah bantal. Ku buka galeri lalu selanjutnya ku klik folder yang bertuliskan Arab:-*, senyum mengembang tiap kali aku melihat foto kami sejak kecil hingga lulus SMA, momen kebersamaan itu, keceriaan itu, semua indah sebelum kami memiliki pasangan masing-masing. Hanya foto itu yang menjadi obat untuk menghilangkan rasa rinduku pada Arka. Tak berapa lama kemudian, aku tertidur dengan tetesan air mata yang masih basah dipipi.


Dengan malas aku beranjak dari tempat tidur, untuk selanjutnya mandi dan membersihkan diri, lalu bersiap untuk pergi ke restoran.


Dimeja makan sudah ada Ernan dan mama, yang selanjutnya aku menghampiri mereka setelah keluar dari kamar. Aku mencium pipi mama lalu duduk disamping Ernan yang sedang menikmati sarapan.


"Apa kau masih berhubungan dengan Arka? " tanya Ernan dengan datar.


Aku diam tak menjawab karena tahu akan berbuntut panjang jika berdebat dengan dia.


"Aku sudah memperingatkanmu kak, tapi jika kau masih tetap tak bisa menjauhinya, maka terserah. Aku tak akan ikut campur urusanmu lagi, tapi jangan harap aku membantu jika suatu saat terjadi apa-apa denganmu! " ucapnya lalu berdiri meninggalkan meja makan.


Aku menghela nafas panjang, aku tahu maksud Ernan baik, dia tidak ingin aku sakit hati untuk kesekian kali karena Arka. Tapi harus bagaimana jika hatiku tetap memiliki perasaan padanya.


"Sayang, apapun keputusan yang kamu ambil mama tahu itu yang terbaik menurutmu. Tapi, jangan biarkan perasaanmu kepadanya itu justru membuat kamu menjadi sengsara, nak. " ucap mama dengan lembut.


"Citra harus bagaimana ma, bahkan Citra pun tak tahu. " ucapku dengan mulai menitikkan air mata.


"Ikuti kata hatimu. Tapi kamu harus ingat jika Arka sekarang sudah memiliki istri, jangan sampai kamu merusak rumah tangganya. Masih banyak laki-laki lain diluar sana yang mama yakin lebih baik dari pada Arka. " ucap mama lalu berdiri dengan mengelus kepalaku.


"Apapun keputusanmu, mama harap itu tak membuat siapapun terluka nak. " lanjut mama.

__ADS_1


Akhirnya aku berangkat ke restoran dengan perasaan bimbang. Aku melakukan pekerjaan seperti biasa hingga waktu makan siang tiba.


Saat aku sedang berbicara pada kak Sari, ponselku berdering.


Siapa lagi jika bukan Arka. Dia menyuruh aku untuk datang di cafe yang jaraknya dekat dengan restoran. Awalnya aku menolak, namun dia mengancam akan datang kemari dan membawa aku pergi dengan paksa bagaimanapun caranya.


Aku berpamitan pada kak Sari untuk pergi menemui seseorang. Setelah sampai di cafe itu, aku segera masuk dan melihat Arka sedang berbicara pada dua orang laki-laki yang kelihatan jelas umurnya lebih tua dari dia.


Saat melihat kearahku berdiri, dia melambaikan tangan. Dengan gugup aku menghampiri dia. Dia memperkenalkan aku sebagai teman pada dua orang itu, yang ternyata adalah rekan bisnis Arka, mereka sedang mengadakan meeting, namun sudah hampir selesai.


Akhirnya aku menunggu Arka menyelesaikan meeting dengan duduk disamping Arka.


"Wah sayang sekali ya pak Arka sudah memiliki pasangan, padahal baru saja saya akan mengenalkan bapak pada anak saya. " ucap salah satu rekan bisnis Arka.


Arka hanya tersenyum tanpa berkata apapun.


"Maaf karena membuatmu menunggu. " ucap Arka dengan tersenyum.


Jujur saja hatiku meleleh ketika melihat senyumnya, entah mengapa aku menjadi seperti ABG begini.


"Iya tidak apa-apa, harusnya tidak perlu memaksa agar aku datang kesini. Toh kamu juga sibuk. " ucapku dengan cemberut.


"Aku hanya ingin ditemani makan siang, hanya itu Cina, begitu saja harus diancam terlebih dulu. " ucapnya dengan mencubit pipiku.

__ADS_1


Kami makan dengan tenang dan membicarakan berbagai hal, namun bukan urusan pribadi, Arka sangat menyimpan rapat urusan pribadinya, terlebih soal Rika. Entah kapan dia akan menjelaskan semuanya, namun aku pun tak ingin bertanya, biarlah dia sendiri yang memberitahu aku tanpa harus ku minta.


Setelah selesai makan, kami kembali ketempat masing-masing. Arka kembali kekantornya, sedangkan aku kembali ke restoran. Entah bagaimana tapi aku merasa sangat senang hari ini, terlebih karena bisa kembali dekat dengan Arka, padahal aku tahu ini salah, namun hatiku seolah menolak untuk menyalahkan semuanya.


Semenjak saat itu, aku dan Arka menjadi sering bertemu. Arka sering menjemputku ke restoran untuk makan siang ataupun sekedar minum kopi. Aku tak tahu bagaimana perasaannya kepadaku, tapi yang jelas bersama dengannya bisa membuat aku bahagia dan merasa lebih hidup.


Aku berpikir toh ini hanya sekedar bertemu, kami bersahabat, sejak dulu memang kami sering bertemu kan, jadi apa salahnya.


***


Pagi hari saat aku sampai dikantor, aku mendengar karyawanku berbisik-bisik menyebut-nyebut nama Arka, namun aku tak bisa mendengar dengan jelas. Ku abaikan dan aku terus berjalan menuju ruanganku, tak begitu penting menurutku.


Namun pagi hari berikutnya dan hari seterusnya aku mendengar hal yang sama bahkan jumlah mereka bertambah, mereka berbisik-bisik entah membicarakan apa. Lama kelamaan aku menjadi penasaran, akhirnya ku panggil beberapa karyawan untuk datang ke ruangan ku.


Saat mereka memasuki ruangan, terlihat jelas raut wajah takut dan cemas.


"Langsung saja pada intinya, jelaskan apa yang akhir-akhir ini sering kalian bicarakan!? " tanyaku pada mereka.


Awalnya mereka tak mengaku, dan tetap berkata bahwa tak ada apa-apa. Namun akhirnya mereka mengakui yang sebenarnya.


"Maaf bu sebelumnya, kami mendengar kabar jika pak Arka yang sering menjemput ibu itu sudah memiliki istri, dan kabar yang beredar ibu disebut-sebut menjadi pelakor. " jawab salah satu karyawan dengan menunduk.


DEG...

__ADS_1


Jantungku tiba-tiba berdetak dengan cepat, tubuhku memanas setelah mendengar pernyataan karyawanku.


Apakah benar yang dikatakan karyawanku, kabar dari mana, siapa yang memberikan kabar seperti itu. Aku tahu betul jika Arka menutupi bahwa dirinya sudah memiliki istri pada siapapun. Meskipun aku tak tahu apa alasannya.


__ADS_2