Mencintai Sahabat Sendiri

Mencintai Sahabat Sendiri
MenSahSen Episode 52


__ADS_3

Saat matahari mulai menampakkan warna indahnya, aku sangat bersemangat mengawali hari untuk bertemu dengan Citra. Dengan cepat aku mandi dan keluar dari kamar.


"Arka berangkat dulu, ma! " pamitku pada mama yang sedang menikmati sarapan bersama papa.


"Arka, sarapan dulu nak!" teriak mama dari dalam.


"Arka sarapan dirumah Tuan putri, ma!" teriakku sambil berlari menuju garasi.


Sengaja aku berangkat kesekolah menggunakan mobil, karena bisa ditebak jika hari ini akan sangat terik, panas matahari akan membakar kulit Tuan putri jika aku menjemputnya menggunakan motor. Tak apa lah jika tak mendapat pelukan Citra, asalkan dia tak kepanasan, pikirku dengan mulai berjalan melajukan mobil.


Tak butuh waktu lama untuk sampai dan memarkirkan mobil didepan rumah si Tuan Putri, namun sesampainya disana aku sedikit kecewa karena Raya, sepupu Cina ikut bersama kami.


Karena hari ini hari senin, maka seluruh murid diwajibkan untuk apel pagi. Kami pun mulai berbaris memenuhi area lapangan, Cina ku berada tepat di barisan disebalahku.


Aku tersenyum padanya saat pandangan kami bertemu, sungguh indah ciptaanMu Tuhan, gumamku dengan pelan.


Namun pagi itu matahari dengan gagah menampakkan sinarnya, aku merasa sedikit pening karena mungkin efek belum terisi makanan sedikitpun didalam perut. Tak lama setelah itu aku kaget ketika melihat Cina yang tiba-tiba ambruk.


Dengan panik aku segera mengangkat badannya dan membawanya ke UKS dengan berlari. Beberapa menit kemudian dia mulai tersadar, aku merasa sangat lega. Dia terlihat bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


Dan yang membuatku kesal adalah ternyata dia belum sarapan, sama sepertiku.


Aku menyuapinya bubur yang dibeli oleh Raya, dan akhirnya kami berdua pun menghabiskan bubur itu.

__ADS_1


Meskipun dalam keadaan pucat seperti ini, Cina masih lah menjadi yang tercantik menurutku


Selesai sarapan aku menyuruhnya untuk beristirahat.


**********


Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu, karena aku yakin akan banyak menghabiskan waktu bersama Cina ku.


Setelah selesai berkemas, aku langsung menuju ke sekolah. Aku sudah menyetting dengan sedemikian rupa agar kelasku dan kelas Cina menjadi satu kelompok, itu bukan hal yang sulit bagiku karena orangtua ku lah donatur terbesar disekolah ini.


Rombongan kami berangkat, mulai menyusuri jalanan ibu kota, lalu lama kelamaan mulai memasuki daerah-daerah yang sepi.


"Tidurlah Cin " titahku pada Cina karena memang wajahnya terlihat lelah.


Terdengar bunyi nada pesan di handphone ku, segera aku membaca pesan itu.


Hy Ar, apa kabar?


Rupanya temanku yang mengirim pesan, Rika namanya.


Dan pesan itu pun berlanjut dengan kami yang saling menanyakan hal-hal yang tak penting.


Ketika kami sampai ditempat tujuan, Cina langsung berlari menuju tepian pantai, aku sangat tahu dia menyukai pantai.

__ADS_1


Pagi hari saat aku selesai mandi, dari jauh aku melihat seseorang yang tak asing sedang berada di tepian pantai.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat aku berjalan menghampiri Cina.


Ketika kami duduk berdua, perasaan itu kembali muncul, perasaan yang membuat aku menjadi tak karuan, ingin sekali rasanya aku memeluk Cina, karena pagi itu angin bertiup kencang, sehingga membuatku kedinginan, dan sudah pasti Cina ku pun merasakan hal yang sama.


****


Hari ini setelah pulang dari pantai beberapa waktu yang lalu.


Sepulang sekolah Cina ikut bersamaku untuk bertemu dengan mama.


Saat sampai di rumah, aku melihat Rika yang sudah berada di dalam. Mengapa dia datang tak memberitahu aku dulu, tanyaku pada diri sendiri.


Rika ini adalah temanku, yang dulu pernah mengutarakan perasaannya padaku, namun aku tak membalas perasaannya. Dan mama justru mendukung perasaan Rika padaku.


Saat itu Rika mengajak aku pergi ke apotek membeli obat untuk nya yang sedang merasa kurang enak badan, namun saat perjalanan pulang, jalanan macet yang membuat kami terlambat untuk sampai ke rumah.


Dan benar saja, saat kami belum sampai rumah, Cina sudah menelpon dan menanyakan aku sedang berada di mana, dengan nada judes pastinya.


Saat sampai divrumah dan selesai makan bersama, aku mengantarkan Cina pulang, meskipun dengan sedikit memaksa karena aku tau dia sedang marah padaku.


Namun, justru aku merasa senang jika Cina marah karena aku pergi dengan Rika, karena entah mengapa aku merasa Cina memiliki perasaan lebih padaku.

__ADS_1


__ADS_2