
Film yang menguras suasana hati penonton pun akhirnya selesai. Lampu didalam bioskop dinyalakan sehingga tampak terang. Para penonton beranjak dari kursi masing-masing lalu keluar dari dalam bioskop.
"Gila ya, endingnya ngena banget tadi. Iya kan Thea? " ucap Amanda pada Thea.
Namun Thea tidak menjawab hingga membuat Amanda menoleh dan menyaksikan Thea tertidur pulas.
"Astaga Thea, bangun Thea" Amanda mencoba membangunkan Thea.
Thea mulai membuka matanya dan melihat ruangan bioskop tampak terang. Itu artinya film sudah selesai.
"Thea bangun filmnya udah selesai. Kamu mau tidur disini? " ucap Amanda setelah melihat temannya itu mulai membuka matanya meski hanya setengah.
"Oh udah selesai. Yaudah pulang yuk" jawab Thea sambil mencoba berdiri.
"Lahh, emang" jawab Amanda
Sesampainya dirumah Thea langsung membersihkan diri lalu malanjutkan tidurnya kembali. Namun tiba-tiba suara notifikasi hpnya menganggu dirinya yang hendak tidur.
Amanda
(Thea, aku nggak bisa tidur)
Thea
(Kenapa?)
Amanda
(Masih terbawa suasana film tadi)
Thea
(Emang filmnya kenapa?)
Amanda
(Astaga ini anak. Kamu tadi ketidurannya sejak kapan sih Thea, masa nggak tahu sama sekali filmnya)
(Asli keren banget yang buat tuh film. Tokoh yang mainin pas banget jadi berasa kaya nyata. Apalagi menuju ending tadi gila gila an nguras air mata)
Thea masih mengingat ingat sejak kapan dirinya tertidur. Sepertinya sejak beberapa menit filmnya diputar. Ia benar-benar sedang mengantuk berat saat itu tanpa sadar dirinya tertidur dengan posisi kepala menoleh ke kiri dan hendak jatuh.
Namun seseorang membetulkan cara tidurnya dengan menaruh kepalanya di bahunya. Saat itu mata Thea setengah terbuka karena merasa ada pergerakan saat kepalanya disandarkan dibahu seseorang tapi Thea tak ambil pusing karena ngantuk berat.
"Astaga Thea, bisa-bisanya ketiduran di bahu seseorang. Ishh bego banget sih" ucap Thea sambil menepuk jidatnya pelan.
"Orang tadi siapa ya? Kok wajahnya kaya kenal? Aishh malu banget aku mana tadi ileran lagi pas bagun tidur" Thea berguling kesana kemari saking malunya pada dirinya saat mengingat kejadian tadi.
Amanda
__ADS_1
(Thea woyy, kok aku ditinggalin tidur sih.)
Thea
(Nda gawat)
Kemudian Thea mengalihkan chatingannya menjadi telepon.
"Ya ampun Nda, masa aku tadi pas dibioskop ketiduran sih" ucap Thea langsung pada pointnya.
"Emang, kenapa? " tanya Amanda.
Thea menceritakan apa yang ia ingat pada Amanda dan direspon tawa terpingkal-pingkalnya Amanda karena ceritanya Thea.
"Gila ya. Bisa-bisanya ileran disaat posisi lagi mendukung untuk dikatakan romantis. Hahaha"
"Trus aja ngeledek" protes Thea
"Hihihi, iya iya maaf. Abisnya lucu sih. Gimana ya ekspresi cowok itu tadi ngelihat ada iler sana sini di bajunya"
"Ya bagus, iler ku kan wangi" jawab Thea sewot.
"Dihh, kepedean" kata Amanda.
"Tapi btw, pas filmnya udah selesai tayang, dan pas aku coba bangunin kamu dia nggak ada disampingmu. Jadi penasaran, kaya apa sih dia? sampai-sampai kamu tertidur nyenyak dibahunya mana ngasih oleh-oleh iler lagi. Hahaha" ucap Amanda yang membuat Thea jengkel.
"Dasar sahabat luknut, tau ah aku mau tidur. Bye" Thea mamatikan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Amanda.
"Ternyata bener kata para netijen sosmed, Filmnya bagus. Tapi gue masih gabut Ndra, kita ke club ya mau cuci mata" ucap Dion sambil menyetir.
"Terserah" jawab Andra.
"Udah lah bro, nggak usah sedih begitu karena satu cewek. Ntar lo bisa cari banyak cewek di club" Dion mencoba menyemangati temannya yang sedang galau menurutnya.
Andra tidak menjawab namun ia menatap tajam Dion karena ucapannya tidak sesuai kenyataan. Dirinya tidak sedang galau karena satu cewek, melainkan teringat dengan cewek yang tertidur dibahunya tadi saat dibioskop.
Andra tahu itu cewek yang sama saat menolongnya waktu itu. Ia senang bisa bertemu dengannya lagi. Ia tatap dalam-dalam wajah cewek yang masih belum ia ketahui namanya itu. Sesekali ia mengusap lembut kepalanya agar ia tertidur nyenyak.
Sepanjang film diputar, tatapan Andra hanya terpaku pada cewek tersebut. Ada rasa ingin mengenal dirinya, tapi ia teringat saat dimana cewek itu masuk ke dalam mobil bersama seorang cowok yang sepertinya mereka saling mengenal.
#Throwback#
...----------------...
"Apaan sih" protes Andra karena Sella mencegahnya mengejar Thea waktu itu.
"Sayang aku khilaf waktu itu, aku cinta sama kamu" Sella merengek sambil menangis menahan Andra untuk pergi darinya.
"Bulshit, Kalau kau khilaf lantas mengapa melakukan nya berulang-ulang dengan cowok itu?. Sudahlah Sella, kita sudah putus. Hubungan kita cukup sampai di sini saja. Aku membebaskanmu bersama dengannya." Ucap Andra lalu pergi dari hadapan sangat mantan tunangan.
__ADS_1
"ANDRAAA" Teriak Sella sambil menangis bersimpuh di lantai, namun Andra tak menoleh maupun menjawabnya.
"Mbak, ini rumah sakit. Tolong kecilkan volume suaranya" tegur seorang perawat yang melihat dirinya berteriak-teriak.
"Kamu pikir saya radio hah? Minggir! " Sella berdiri lalu melangkah meninggalkan perawat tersebut.
"Dasar cewek sinting, suara kuntilanak aja lebih merdu ketimbang dirinya" ucap Perawat tersebut sambil berjalan mendekati Sella dan ingin melabraknya.
"Eh, sudah sudah!. " Seorang security yang sedang berkeliling itu mencegahnya agar tidak terjadi pertengkaran.
"Apaan sih pegang-pegang. Minggir! " ucap perawat tersebut lalu melenggang pergi.
"Dasar cewek. Sama saja" gumam security tersebut.
Andra berjalan di koridor rumah sakit malam itu, ia mencari keberadaan Thea namun tak menemukannya. Saat ia melihat Thea berdiri seorang diri didepan rumah sakit. Ia ingin menghampiri Thea, namun sebuah mobil berhenti didepannya dan keluarlah seorang cowok.
Andra terdiam ditempat namun tatapannya memperhatikan interaksi mereka hingga Thea dan Rayn pergi dari sana.
'Mungkin cowoknya, ya sudahlah. Padahal aku mau tanya siapa namanya dan mau ganti uangnya.' ucap Andra dalam hati.
...----------------...
Sesampainya mereka di sebuah club, Dion begitu bersemangat ikut berjoget dengan salah satu teman ceweknya yang baru ia kenal. Sedangkan Andra hanya duduk dimeja bar dengan minuman ditangannya.
Suara musik menggema didalam club yang dimainkan dengan begitu epik oleh seorang DJ terkenal. Semua orang asik berjoget ria, beberapa dari mereka memilih meminum minumannya di meja bar.
Meski banyak cewek-cewek seksi dan cantik yang menggoda dirinya, Andra tidak merespon mereka semua.
Dion yang melihat temannya itu hanya duduk seorang diri dan tidak merespon cewek-cewek disekitarnya, akhirnya menghampiri Andra.
"Buatin minuman satu" ucap Dion pada peracik minuman.
Dion menepuk pundak Andra lalu duduk disampingnya.
"Come on Ndra!, lo nggak tertarik sama cewek-cewek seksi di club ini?" tanya Dion pada Andra.
"Lo aja sana. " jawab Andra.
"Ck. kayaknya pelet yang dipakai cewek dibioskop tadi lebih manjur. Sampai-sampai bikin lo senyam senyum cuma melihat dia tertidur. " ucap Dion setelah meneguk minumannya.
Andra tidak menjawab, ia hanya terseyum tipis dan melihat kearah bekas iler cewek tadi yang sengaja tidak ia bersihkan. Andra tidak merasa jijik sama sekali, jika mengingat bagaimana cewek tadi tertidur dibahunya. Lucu sekali, sampai-sampai ilernya aja masih berbekas dibajunya.
Dion tahu saat didalam bioskop tadi, dia melihat Andra begitu perhatian dengan cewek disebelahnya. Sampai-sampai Andra mengabaikan film yang sedang diputar.
"Kejar aja cintanya. Masih ada waktu sebelum lo berangkat ke London" Ucap Dion yang membuat Andra tersadar jika dalam waktu dekat dirinya akan berangkat ke London untuk mengurus perusahaan peninggalan Papanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers👋👋👋...
__ADS_1
...Selamat membaca ya, jangan lupa dukungannya....
...Thankyou🧡🧡🧡...