Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Surprise untuk Thea


__ADS_3

Anna yang bosan dirumah memutuskan untuk mengajak Rayn jalan-jalan. Saat ia hendak menelpon sang pacar, namun tidak diangkat sama sekali.


"Apa dia lagi sibuk ya? " Anna memandangi hpnya karena biasanya Rayn akan menelpon balik.


Satu menit....


Dua menit....


Hingga sepuluh menit....


"Mungkin emang Ray lagi sibuk! " Anna menaruh hpnya di meja belajarnya. Kemudian ia keluar dari dalam kamarnya.


Anna melihat ke arah lantai satu karena ia sedang berada di lantai atas. Tatapannya kesana kemari mencari keberadaan kedua orang tuanya, namun tidak melihatnya sama sekali.


Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja dirumah tersebut sedang berjalan ke arah dapur. Karena tidak menemukan keberadaan orang tuanya, Anna memutuskan bertanya pada asisten rumah tangga tersebut.


"Bi Nur, mama sama papa ada dimana? " tanya Anna dari lantai atas.


Bi Nur yang mendengar suara Anna dari atas langsung menghentikan langkahnya dan mendongak ke atas.


"Nyonya ada di taman belakang, kalau tuan sedang keluar bersama sekretarisnya, nona" jawab Bi Nur.


"Oke, terimakasih! " ucap Anna berterima kasih karena sudah diberitahu keberadaan orang tuanya.


Anna bergegas menuruni tangga, lalu menuju taman belakang rumah untuk menemui mamanya saja.


"Mama sedang apa? " tanya Anna yang melihat mamanya sibuk dengan tanamannya.


"Hai sayang. sini! " Mama memanggil Anna untuk mendekat.


"Mama sedang memangkas batang bunga mawar. Kamu mau coba bantu? "


Seketika Anna langsung mengangguk mengiyakan. Ia melihat cara mamanya memangkas lalu mencoba untuk melakukannya dibarengi instruksi dari mamanya.


Anna tersenyum melihat bunga mawar yang warnanya mirip seperti bunga mawar yang dikasih Rayn saat ia menembak Anna jadi pacarnya.


'Nggak nyangka ya, kalau aku sudah tiga tahun pacaran denganmu Ray!. Rasanya seperti baru kemarin kamu menyatakan perasaanmu padaku.' Ucap Anna didalam hati.


"Ehem, kenapa nih? kok senyam senyum? " Ucapan mamanya membuat Anna salah tingkah.


"Bunga mawar mama bagus, mirip kaya bunga mawar yang pernah dikasih Ray" jawab Anna.


"Oh ya? Wahh, romantis sekali ya Ray itu!." Anna tertunduk malu mendengar ucapan mamanya. "Sepertinya dia bisa jadi sosok suami yang pengertian pada istrinya. Tau aja si Ray kalau putri mama yang cantik ini suka bunga mawar warna pink"

__ADS_1


Mendengar Rayn disebut sebagai sosok suami membuat imajinasi Anna mendadak aktif. Ia membayangkan Ray sebagai suaminya yang setiap hari memberikan cinta, pengertian, perfect lah pokoknya dimata Anna.


"Mama bisa aja" jawab Anna masih dengan ekspresi malu-malu.


"Kamu nggak ingin keluar jalan-jalan nak sama Ray? Thea saja bersemangat pergi jalan-jalan sama temennya. " tanya Mama pada Anna.


"Enggak deh ma, setiap hari ketemu Ray kok dikampus." Sebenarnya ia juga ingin pergi jalan-jalan sama Rayn, tapi sepertinya Rayn sedang sibuk.


Ditempat lain, Rayn dan Thea sudah selesai makan di restauran. Mereka berada didalam mobil hendak menuju ke suatu tempat yang mana hanya Rayn yang tahu.


Mata Thea ditutup menggunakan kain berwarna hitam. Rayn tersenyum melihat Thea sekilas, ia tidak sabar ingin menujukkan surprise untuk gadis di sebelahnya.


Rayn menonaktifkan hpnya sejak Anna menelponnya. Dalam hati Rayn meminta maaf pada Anna karena tidak bisa mengangkat teleponnya. Rayn ingin fokus pada Thea hari ini, memberikan sebuah kejutan yang tak terlupakan padanya.


"Ray, apa belum sampai?" tanya Thea pada Rayn.


"Belum sayang. Tapi sebentar lagi sampai. Kamu yang sabar ya!. " jawab Rayn sambil megusap lembut pipi Thea.


Thea hanya bergumam mengiyakan, sedangkan otaknya masih menebak-nebak kejutan apa yang ingin Rayn berikan padanya sampai-sampai harus tutup mata.


Lima menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah taman terbuka. Rayn keluar lebih dulu dari dalam mobil. Lalu membuka pintu mobil untuk Thea.


Rayn menuntun Thea untuk keluar dari dalam mobil. Dengan langkah hati-hati, Thea diarahkan untuk duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan.


Rayn tersenyum lalu melepas ikatan tali yang digunakan untuk menutup mata Thea.


"Buka mata kamu sayang! " ucap Rayn sambil menunggu reaksi Thea setelahnya.


Thea mulai membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. Rayn bisa melihat mata Thea berbinar, bibirnya tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi gingsulnya yang manis.


Meskipun Thea dan Anna saudara kembar, namun mereka memiliki perbedaan pada fisiknya. Thea memiliki gigi gingsul sedangkan Anna tidak. Rambut Thea panjangnya hanya sebahu dan lebat, sedangkan Anna rambutnya lebih panjang dari Thea namun tidak selebat Thea.


"Ray, ini dimana? kok bisa indah banget ya!. Apa kita lagi ditaman surga? Eh tunggu-tunggu, kita masih hidup kan Ray?" tanya Thea pada Rayn.


Rayn tertawa cekikikan mendapat pertanyaan beruntun dari Thea yang tidak dia sangka-sangka kalau Thea akan menanyakan apakah dirinya masih hidup?. Sungguh itu menggemaskan sekali menurut Rayn.


"Iya sayang kita masih hidup kok. Kita sedang berada di kawasan Villa milik keluarga ku." jawab Rayn pada akhirnya.


Rayn duduk di kursi yang ada dihadapan Thea. Ia sudah menyiapkan dua kursi dan satu meja yang ditata seromantis mungkin. Di sekeliling mereka terdapat hamparan berbagai macam bunga yang terlihat warna warni.


Sinar matahari hari itu tidak begitu terik, tapi masih bisa dikatakan hangat. Angin sepoi-sepoi mendukung suasa sore itu. Thea tidak menyangka bisa melihat tempat sebagus ini dalam hidupnya. Ciptaan Tuhan memanglah indah, sebagai manusia kita wajib bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya.


"Apa kamu suka? " tanya Rayn pada Thea.

__ADS_1


"Iya, aku suka" jawab Thea tanpa ragu.


Di atas meja sudah tersaji sebuah teko mini yang transparan berisi chamomile tea dan dua cangkir yang tengkurap diatas tatakannya. Rayn hanya meminta pada pelayan di villa untuk disiapkan chamomile tea saja karena dirinya dan Thea baru saja makan.


"Diminum sayang chamomile tea nya, biar rileks. " Ucap Rayn sambil menuangkan tehnya di cangkir Thea.


"Terimakasih" jawab Thea sambil menyeruput tehnya.


Rayn pun juga ikut menikmati tehnya sambil terus menatap Thea. Ia berdiri lalu melangkah ke arah Thea.


"Aku ada sesuatu buat kamu"


"Apa" tanya Thea heran, kejutan apalagi yang Rayn berikan. Padahal menikmati suasana ditaman bunga yang indah ini saja membuat dirinya ikut menjadi bunga. Eh, berbunga-bunga maksutnya.


Rayn bejalan mengitari Thea lalu berhenti dibelakang Thea. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya lalu memakainya pada Thea.


Thea melihat ada sebuah kalung dengan liontin berbentuk love kecil berwarna putih melingkar dilehernya.


Thea berdiri lalu menoleh pada Rayn yang terseyum menatapnya.


"Cantik. Seperti yang memakainya. " ucap Rayn pada Thea.


"Ini terlalu berlebihan Ray. "


"Aku rasa belum ada apa-apanya kok sayang. Aku cinta sama kamu Thea"


"Aku juga cinta sama kamu Ray"


Mereka berdua saling berpelukan sesaat, lalu Rayn mencium bibir Thea secara tiba-tiba. Thea yang sedikit terkejut akhirnya membalas ciuman Rayn, hingga akhirnya mereka saling berciuman penuh cinta dengan sangat lama.


Rayn melepas ciumannya saat tahu Thea hendak kehabisan oksigen. Ia membiarkan Thea menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Lalu ia berjalan ke arah bunga mawar berwarna pink yang terlihat sangat indah. Ia petik satu bunga mawar tersebut lalu menyelipkannya di atas telinga kanan Thea.


Anna yang sedang memangkas batang bunga mawar bersama mamanya tak sengaja terkena duri mawar hingga membuat jari telunjuknya berdarah.


"Aduhh" Anna meringis kesakitan karena terluka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai readers👋👋👋...


...Selamat membaca ya. Jangan lupa dukungannya....


...Thankyou🧡🧡🧡...

__ADS_1


__ADS_2