
"Masih pagi pak, kusut banget mukanya. Kaya kanebo kering" Ucap seseorang yang tak lain adalah Erik.
"Rese lo"
"Kenapa lo Ray? Ditagih rentenir? " Tanya Erik sambil mencomot kentang goreng milik Rayn. Mereka sedang berada di kantin kampus karena jadwal kuliah mereka mendadak dimundurkan jadi agak siang.
"Ck, gue nggak punya hutang ya"
"Trus lo kenapa? "
"Nggak papa. Cuma ada sedikit pikiran doang" jawab Rayn.
Rayn tak mungkin menjelaskan yang sebenarnya pada Erik tentang hubungannya. Padahal waktu itu Erik baru saja menasehati dirinya.
"Yasudah. Jangan terlalu dipikir ntar darah tinggi. "
"Lo kali! " protes Rayn.
"Eh cewe lo tuh! " ucap Erik yang melihat Anna menghampiri keduanya yang sedang duduk santai di kantin kampus.
"Hai Anna" sapa Erik pada Ayanna.
"Hai Erik"
"Gue tinggal dulu, bro" Erik pergi dari hadapan Rayn dan Anna karena tak mau menganggu waktu mereka.
"Kenapa sayang? " tanya Rayn pada Anna.
"Kamu nggak ada chat aku kemarin. Sibuk banget ya? " tanya Anna sambil duduk di hadapan Rayn.
"I-iya" jawab Rayn.
"Ray, boleh tanya tidak? "
"Tanya aja. Tumben banget butuh ijin segala" jawab Rayn sambil menggenggam tangan Anna.
"Dulu kamu sebelum pacaran sama aku, ada perasaan tidak sama Thea? "
"Kok kamu tanyanya gitu sih? Emang kenapa? " Rayn tercekat dengan pertanyaan Anna yang tiba-tiba. Namun ia tidak boleh menujukan gelagat mencurigakan dihadapannya.
"Aku kepikiran terus semalem sayang. Kamu itu dulu kan dekatnya sama Thea tapi malah nembak aku jadi pacarmu. " Ucap Thea pada akhirnya.
Rayn bingung menjawab apa. Mengapa Anna tiba-tiba melontarkan pernyataan itu setelah sekian lama berpacaran.
"Ray? "
"Iya"
"Kamu ada perasaan suka sama Thea? " tanya Anna untuk yang kedua kalinya.
"Enggak" jawab Rayn berbohong.
'Maaf sayang. Aku masih belum siap melepas kamu' ucap Rayn dalam hati.
"Berarti cuma overthinking aku doang. Maaf sayang" ucap Anna
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf. Jam kuliah kamu yang pagi sudah selesai?" tanya Rayn basa basi.
"Iya baru aja selesai. Mau makan dulu dikantin. " jawab Anna sambil memesan makanan dan minuman.
Rayn dan Anna mengobrol seperti biasa. Tak lama kemudian Thea datang bersama Amanda duduk tak jauh dari mereka.
Thea yang melihat Rayn bersama Anna rasanya seperti mau marah. Tapi apa boleh buat. Thea masih diposisi yang kedua. Posisi yang pertama masih diduduki oleh Anna.
Rayn sebenarnya tahu kalau Thea sedang berada di dekat mereka. Tapi ia tak bisa sering-sering mencuri pandang khawatir ketahuan Anna.
"Wihh cakep, ada film baru Thea!" ucap Amanda
"Thea, woyy"
"Busett, nggak usah teriak juga kali Nda" jawab Thea terkejut.
"Habisnya lo sih ngelamun mulu. Mikirin apa sih? "
"Enggak mikirin apa-apa kok. Ada apa? "
"Ini nih ada film baru katanya bagus. Ntar pulang kuliah nonton yuk? " ajak Amanda pada Thea.
"Kenapa nggak sama Erik? Tumben? " tanya Amanda.
"Erik lagi sibuk kerja sampingan" jawab Amanda sambil meminum es teh manisnya.
"Oohh"
"Hai Thea, Amanda. Boleh duduk disini?" Sapa salah satu cowok teman Thea.
"Boleh kok"
Rayn yang melihat seorang cowok duduk disebelah Thea hatinya mulai terbakar cemburu. Apalagi Thea tertawa bahagia saat mengobrol dengannya.
'Ck, siapa cowok itu? Kenapa mereka akrab sekali?' Rayn menatap tidak suka pada cowok yang akrab dengan Thea.
"Sayang"
"Hmm"
"Kamu kenapa? kok marah? " tanya Anna.
"Nggak kenapa-kenapa" jawab Rayn
"Nanti nonton film yuk!. Ada film bagus sayang" ajak Anna pada Rayn.
"Iya" jawab Rayn
Di sebuah bisokop, dimana orang-orang sedang mengantri membeli tiket menonton film. Amanda sangat antusias dengan film yang akan ia tonton, sedangkan Thea ikut-ikut saja.
"Buat story dulu, captionnya lagi dibioskop mau nonton film" ucap Amanda sambil mengambil beberapa foto selfie dirinya dengan Thea saat mengantri beli tiket.
"Thea, Amanda" tegur Anna yang baru datang bersama Rayn.
"Hai Anna, Ray" Sapa Amanda dan Thea.
__ADS_1
"Nonton film juga" tanya Amanda pada Anna dan Rayn.
"Iya nih. Katanya bagus filmnya" jawab Anna.
Thea yang melihat tangan Anna dan Rayn saling menggenggam hanya bisa tersenyum tipis menahan cemburunya. Sedangkan Rayn tak berani menatapnya.
"Nda, aku ke toilet dulu ya. Kamu pesen tiketnya sendiri nggak papa kan? " ucap Thea.
"Jangan lama-lama tapi" jawab Amanda
"Sipp" Kemudian Thea berlalu dari hadapan mereka menuju ke toilet terdekat.
Di dalam toilet, Thea membasuh wajahnya karena habis menangis. Kebetulan sekali didalam toilet itu sedang sepi, makanya Thea berani menumpahkan air matanya disana.
"Ini baru beberapa hari Thea. Tapi kenapa rasanya sakit gini sih. Kamu pasti bisa Thea, pasti bisa" Thea menyemangati dirinya sambil menatap pantulan wajahnya didepan cermin.
Saat keluar dari toilet, Thea terkejut karena tiba-tiba tangannya ditahan seseorang.
"Thea" Panggil Rayn pada Thea
"Ray! Kamu kok bisa disini? " tanya Thea bingung.
"Kamu habis nangis ya sayang? Maaf sudah membuatmu sedih begini" ucap Rayn sambil memegang kedua pipi Thea dan menatapnya dalam.
Thea tak menjawab, ia hanya tersenyum tipis. Hatinya memang perih melihat Rayn bersama dengan Anna. Padahal sebelum ia jadian dengan Rayn, Thea hanya kesal biasa saja melihat mereka bersama. Tapi kenapa setelah ia masuk dikehidupan Rayn menjadi pacarnya, melihat Anna dan Rayn bersama rasanya menyakitkan.
Rayn memeluk Thea untuk menenangkannya, kemudian Thea kembali menemui Amanda. Sedangkan Rayn harus membeli pop corn yang menjadi alasan agar dirinya bisa bertemu Thea.
"Sudah dapat tiket Nda? " tanya Thea.
"Sudah nih! Nanti kita berempat duduk bersebelahan kan jadi seru" ucap Amanda.
'Huhh, kamu bisa kok Thea. Jangan lihat kearah Anna dan Rayn. Fokus pada film aja' ucap Thea dalam hati.
"Sudah sayang? " tanya Anna yang melihat Rayn datang membawa dia pop corn ditangannya.
"Sudah" jawab Rayn.
"Ini Nda, pesenan kamu" Rayn menyerahkan satu pop corn pada Amanda.
"Thankyou Ray" Rayn hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka masuk kedalam bioskop lalu duduk di kursi masing-masing sesuai yang ada di tiket. Kursi paling kanan diisi oleh Rayn lalu disebelahnya ada Anna, sebelah Anna ada Amanda, dan disebelah Amanda ada Thea. Mereka menunggu film yang akan diputar.
Di pertengahan film terdapat konflik yang membuat penonton geram sekaligus penasaran. Namun saat menuju ending ada sebuah adegan yang membuat para penonton sedih.
Anna ditenangkan oleh Rayn karena menangis saat adegan yang membuat penonton sedih tersebut. Sedangkan Amanda hanya bisa menjadikan lengan baju Thea untuk menghapus air mata dan ingusnya. Thea sendiri tertidur sejak tadi, karena ia tidak begitu antusias menonton filmnya. Kepala Thea bersandar pada bahu seorang cowok dimana cowok tersebut tersenyum dan mengusap lembut kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
...Selamat membaca ya. Jangan lupa dukungannya....
...Thankyou 🧡🧡🧡...
__ADS_1