
Sejak subuh tadi hujan terus turun hingga pukul tujuh pagi. Thea masih nyaman didalam selimutnya, ia tidak mau cepat-cepat bangun karena hari ini hari minggu.
Empat puluh menit berlalu namun Thea masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin bangun dari tidurnya. Hingga akhirnya suara hpnya berbunyi.
Thea meraba-raba disebelahnya, mengambil hpnya dan sedikit membuka matanya. Ia melihat nama Rayn di layar hpnya, lalu mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo" ucap Thea dengan suara khas bangun tidur.
"Good morning sayang. " sapa Rayn diseberang telepon.
Thea megucek-ngucek kedua matanya lalu mencoba untuk membuka mata.
"Morning too" jawab Thea.
"Kamu baru bangun tidur? " tanya Rayn.
"Iya" jawab Thea.
"Aku mau ajak kamu jalan-jalan hari ini? "
"Kemana? " tanya Thea
"Ke Dunia Fantasi, kita bisa mencoba berbagai wahana permainan disana sayang" jawab Rayn
"Emm, boleh. Seru kayaknya"
"Aku tunggu kamu disana jam 10 pagi gimana? "
"Oke" jawab Thea.
"Jangan lupa sarapan sayang"
"Kamu juga" Kemudian Thea mematikan teleponnya.
Thea bergegas mandi lalu menuju meja makan dimana sudah ada papa dan mamanya yang sedang sarapan.
Papa dan mama Thea tahu kalau hari minggu anak-anak mereka akan bangun terlambat jadi tidak sempat mulai sarapan bersama.
"Pagi mama, pagi papa" ucap Thea pada kedua orang tuanya.
"Pagi sayang" jawab keduanya.
"Anna belum bangun ma? " tanya Thea
"Belum, sepertinya masih tidur" jawab mama.
"Ohh"
"Kamu sudah rapi begini mau kemana? " tanya Papa pada Thea.
"Anu pa, mau jalan-jalan sama temen" jawab Thea berbohong.
__ADS_1
"Ohh, ya sudah sarapan dulu. " ucap Papa Thea
"Oke papa"
Thea kemudian duduk dan mengambil nasi serta lauk pauk kedalam piringnya.
Selesai sarapan pagi ini, Thea kembali ke kamarnya untuk mengambil tas dan juga hpnya. Namun saat keluar kamar, ia berpapasan dengan Anna yang juga baru keluar kamar.
"Kamu mau kemana Thea? " tanya Anna
"Jalan-jalan sama temen" jawab Thea sambil tersenyum tipis.
"Aku pergi dulu Na, udah ditungguin" ucap Thea pada Anna karena ia tidak mau mendapat pertanyaan yang membuat dirinya curiga lagi.
"Iya hati-hati Thea"
"Siapp" jawab Thea lalu bergegas berangkat menggunakan mobilnya.
Thea selama ini sebenarnya difasilitasi mobil oleh ayahnya, begitu juga Anna. Namun mereka berdua jarang memakainya. Anna yang sering diantar jemput Rayn, sedangkan Thea hanya beberapa kali memakai mobilnya ke kampus.
Sesampainya di Dunia Fantasi, Thea tersenyum melihat Rayn datang menghampiri dirinya.
"Kamu cantik banget sayang" Rayn mengusap lembut kepala Thea.
Thea yang sebelumnya belum pernah diperlakukan romantis oleh seorang cowok menjadi salah tingkah.
Rayn mencium kening Thea dalam-dalam, ia menyalurkan rasa rindunya pada gadis dihadapannya. Thea memejamkan matanya merasakan sang pacar mencium keningnya.
"Ayok" sahut Thea.
Rayn sebelumnya sudah memesan dua tiket untuk dirinya dan Thea, sehingga ia tidak perlu mengantri memesan tiket.
"Mau coba yang mana dulu? " tanya Rayn pada Thea
"Emm apa ya? " Thea masih bingung hendak mencoba wahana permainan yang mana dulu.
"Gimana kalau coba paralayang dulu? " Rayn menawari Thea untuk mencoba wahana yang tidak begitu ekstrim terlebih dahulu.
"Boleh"
Mereka mencoba wahana Paralayang dimana keduanya tampak tertawa bahagia. Setelah puas mencoba wahana Paralayang, mereka mencoba berbagai wahana lainnya mulai dari Zig-zag yaitu permainan mobil listrik, Bianglala, Rumah jahil, hingga hampir semua wahana permainan mereka coba. Tentu mereka mencoba wahana permainan yang cocok untuk seusia mereka.
"Lelah sayang? " Rayn mengusap keringat di kening Thea.
"Iya, tapi seru" jawab Thea sambil tertawa bahagia meski masih ngos-ngosan karena habis mencoba permainan halilintar.
"Aku nggak nyangka bisa sebahagia ini sama kamu sayang" ucap Rayn lalu memeluk tubuh Thea.
"Aku juga" Thea membalas pelukan Rayn.
Rayn merasakan kebahagiaan lain saat bersama Thea, tidak seperti saat dirinya sedang bersama Anna. Meski ia juga merasa bahagia dengan Anna tapi tidak seperti saat dirinya bersama Thea yang bisa tertawa lepas bersama.
__ADS_1
Saat bersama Anna, mereka menghabiskan waktu bersama hanya di beberapa tempat seperti Mall, restauran, Cafe, dan juga taman. Gaya berpacaran Anna dengan Rayn terkesan lebih kalem karena Anna menyukai yang seperti itu.
Rayn menginginkan suasana berpacaran yang tidak monoton seperti saat bersama Anna. Ia mencoba mengajak Thea ke Dunia Fantasi dan ternyata Thea menyetujuinya bahkan Thea juga terlihat bahagia.
Selesai mencoba berbagai wahana permainan, Thea mengajak Rayn untuk makan karena ia sudah lapar setelah tenaganya terkuras di Dunia Fantasi.
"Kita makan diluar aja ya Ray" ucap Thea pada Rayn
"Oke"
Rayn sengaja tidak membawa mobilnya tadi, karena memang setelah mengajak Thea ke Dunia Fantasi ia ingin memberi surprise pada sang pacar barunya itu. Rayn yang menyetir mobil Thea menuju restauran yang telah mereka pilih.
"Cowok yang duduk disebelah kamu kemaren siapa sayang? " tanya Rayn pada Thea setelah mereka sampai di restauran.
Rayn teringat pada cowok yang akrab dengan Thea waktu itu karena ia penasaran siapa cowok itu dan ada hubungan apa dengan pacarnya.
"Yang mana? " Thea tidak paham maksud pertanyaan Rayn.
'Aduhh, apa Rayn lihat aku yang ketiduran dibahu cowok saat dibioskop ya? Mampus kau Thea, mana posisimu sama cowok itu terlihat romantis lagi' ucap Thea dalam hati.
"Kemarin waktu kamu di kantin sama Amanda"
"Oh Satria. Dia anak fakultas kedokteran. Aku kenal dia sudah lama, kayaknya udah satu tahun yang lalu. Di toko buku pas lagi sama Amanda. " jawab Thea.
'Huhh, selamat selamat. Mungkin gelap kali ya jadi Rayn nggak lihat aku waktu itu didalam bioskop' ucap Thea dalam hati.
"Ohh"
"Kenapa? " tanya Thea pada Rayn karena ekspresi Rayn tampak seperti sedang cemburu.
"Aku cemburu. Aku nggak suka lihat kamu akrab sama cowok lain, sayang" jawab Rayn pada akhirnya.
Thea tersenyum mendengar pengakuan dari Rayn yang cemburu melihat dirinya dekat dengan cowok lain. Namun ada perasaan getir jika mengingat dirinya juga melihat Rayn sedang bersama Anna waktu itu. Thea sendiri jauh lebih cemburu karena harus melihat kemesraan saudara kembarnya dengan Rayn yang secara terang-terangan.
"Aku hanya sekedar berteman dengannya Ray, tidak lebih dari itu." Senyum Thea luntur karena wajahnya sulit diajak kompromi untuk menutupi rasa sakitnya mengingat dia hanyalah pacar keduanya Rayn yang kebersamaan mereka harus disembunyikan terutama dari Anna.
Rayn yang peka akan ucapan Thea itu mencoba untuk menghiburnya. Rayn tahu ucapan Thea itu menyentil bagaiman hubungan mereka, dimana Thea harus mengalah terlebih dahulu dengan Anna. Menahan rasa cemburunya melihat Rayn bisa leluasa bersama Anna di depan umum termasuk dirinya. Sedangkan Thea harus diam-diam saat berpacaran dengan Rayn. Namun kedatangan seorang waiters yang membawa pesanan makanan mereka mengurungkan niat Rayn sejenak.
Setelah waiters itu pergi dari hadapan mereka. Rayn mencoba untuk menghibur Thea.
"Maaf sayang. Habis ini ikut aku ya, aku punya surprise untuk kamu." ucap Rayn sambil mengenggam tangan Thea.
"Kemana? " tanya Thea
"Rahasia, kalau aku kasih tahu sekarang berarti bukan surprise sayang. Aku jamin kamu pasti seneng. " jawab Rayn sambil tersenyum manis pada Thea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
...Selamat membaca ya. Jangan lupa dukungannya. Thankyou 🧡🧡🧡...
__ADS_1