
"Benar ya kata orang, kalau hujan itu berkah?"
Suara cowok yang ia kenal tiba-tiba berada belakangnya. Thea berusaha menepis pikirannya yang mengatakan kalau sosok itu ada didekatnya. Ia meyakinkan dirinya kalau itu hanya halusinasinya saja.
"Thea" Amanda menegur Thea yang tidak menjawab panggilan cowok yang sudah berada disamping kirinya.
"A-ada apa?" Thea tersadar dari lamunannya.
"Ada yang memanggilmu tuh! " Amanda memutar tubuh Thea menghadap ke kiri.
Seketika Thea terlonjak kaget hingga mengumpat lucu.
"A-ayam"
Andra menahan tawa melihat ekspresi Thea, berbeda dengan Amanda yang sudah tertawa terbahak-bahak.
'Aduh bego! Pengen kabur terus ceburin diri di sungai bengawan solo rasanya.' ucap Thea dalam hati.
Ia melihat ke sekelilingnya dimana pasang mata menoleh ke arahnya. Thea benar-benar malu hingga tak punya muka lagi rasanya.
"Sudah lama berada disini?" tanya Andra pada Thea.
"Baru nyampek. Ka-kamu ngapain disini Ndra?" tanya Thea gugup, mau tak mau dia harus bertegur sapa dengan rekan bisnis papanya. Thea tidak ingin dicap sombong karena tidak menyapanya, bisa-bisa papanya dibawa-bawa nanti.
"Lagi ingin mengecek para karyawan di cafe ini" jawab Andra.
"Oh ini cafemu ya?"
"iya"
Amanda yang merasa hanya jadi pendengar dari tadi, jadi kepo dengan keakraban sahabatnya dengan cowok dihadapannya. Ia menyikut lengan Thea yang membuat Thea menoleh kearahnya.
"Kenalin ini Amanda, teman aku"
Amanda dan Andra saling berjabat tangan dan berkenalan.
"Oh ini yang namanya Andra. Pinter banget cari cowok hihihi" bisik Amanda pada Thea.
"Apaan sih" jawab Thea sambil berbisik.
"Ayo silahkan masuk! " Andra mempersilahkan Thea dan temannya untuk masuk kedalam karena hawa dingin dari hujan yang turun sudah bisa dirasakan.
"Emm.... aku mau menemui Erik dulu ya Te. Kasihan dia sudah nungguin dari tadi." tanpa menunggu jawaban dari Thea, Amanda sudah kabur terlebih dahulu dari hadapan dua orang yang masih agak kaku untuk akrab.
"Eh... "
'Awas kamu Amanda, bisa-bisanya ninggalin aku sendirian. Aku jadiin ayam geprek nanti kamu!' geram Thea dalam hati.
'Yes... kesempatan bagus' ucap Andra dalam hati.
Thea menoleh kearah Andra yang tersenyum kearahnya.
"Ingin mengobrol?"
"boleh" jawab Thea.
__ADS_1
"Kalau sambil membuat latte art mau?"
"Eh... emang boleh?" tanya Thea sambil berbinar.
Thea memang ingin sekali belajar membuat latte art, namun belum kesampaian sampai sekarang karena sibuk.
"Tentu saja boleh. Kita buat untuk kita sendiri mau?"
Thea langsung mengangguk mengiyakan. Ia mengikuti Andra menuju meja bar coffe yang disana sudah ada beberapa para karyawannya.
"Selamat sore Pak Andra" sapa para karyawannya.
"Sore" jawab Andra.
"Anda ingin saya buatkan coffee?" tanya salah seorang karyawan wanita yang memakai seragam kafe tersebut.
"Saya ingin membuatnya sendiri kali ini" jawab Andra.
Para karyawan mengerti maksud atasannya tersebut. Mereka memberitahu letak bahan-bahan yang digunakan lalu pergi meninggalkan atasannya tersebut agar tidak mengganggu waktunya.
"Sepertinya pak Andra lagi ingin bermesraan dengan cewek itu hihihi.... " bisik salah seorang karyawan pada temannya setelah berlalu dari meja bar coffe.
"Iya kayaknya. Ah, andai gue yang diposisi itu pasti sudah meleyot hati gue bisa sama cowok ganteng" jawab karyawan lainnya.
Andra melepas jasnya dan meletakkannya ditempat yang aman lalu mengambil bahan-bahan yang ia perlukan.
"Ingin mencoba?" tawar Andra pada Thea yang hanya memperhatikan dirinya mulai meracik kopi.
Thea mengangguk mengiyakan lalu dibimbing Andra dalam membuatnya. Thea menyimak baik-baik instruktur Andra hingga tahap hendak membuat latte art.
"Aku takut gagal. Nanti malah nggak berbentuk" jawab Thea.
"Akan ku ajari cara membuatnya. Kita coba bentuk yang mudah dulu."
Andra berdiri dibelakang Thea lalu memegang kedua tangan Thea yang sudah memegang cangkir kopi dan satunya lagi secangkir susu. Jarak yang begitu dekat membuat Thea bisa merasakan detak jantung Andra yang terpacu begitu cepat. Apalagi bau parfumnya yang maskulin membuat indra penciuman ingin menari-nari saja.
"Thea?"
"Eh... i-iya" Thea tersadar dari lamunannya lalu mulai membuat latte art dipandu langsung oleh Andra.
Sebuah seni diatas kopi mulai terbentuk hingga tercipta bentu heart yang sempurna. Thea tersadar dengan bentuk yang Andra dan dirinya buat. Ia menoleh kesamping dimana wajah Andra begitu dekat dengannya. Tatapan keduanya bertemu dan terpaku, hingga tak sengaja hidung mereka saling bersentuhan.
"Emm.... a-apa sudah jadi?" tanya Thea gugup
"Iya sudah" jawab Andra lalu melonggarkan jarak diantara mereka.
Andra bisa melihat wajah Thea yang memerah seperti kepiting rebus karena salah tingkah. Thea terlihat menggemaskan rasanya.
"Kamu ingin membuat lagi dengan bentuk yang kamu inginkan?" tanya Andra untuk mencairkan suasana.
'Duh jangan dipandu langsung olehnya lagi deh. Bisa-bisa hari ini kamu jadi pasiennya dokter spesialis jantung Thea!' ucap Thea dalam hati.
"Emm..... aku ingin coba buat sendiri aja deh." jawab Thea.
Andra mempersilahkan Thea membuatnya sendiri, ia mengambil kopi yang baru saja ia buat tadi dengan Thea. Andra memfoto kopi tersebut dengan Thea yang candid sedang meracik kopinya, lalu mengirimkan pada seseorang sambil tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Andra
(Mocha Latte ala Thea dan Andra. Tidak ingin order? ada diskon untukmu!)
Rayn membaca pesan yang masuk tersebut dengan rasa cemburu yang membuncah didadanya, hingga tak sadar raut wajahnya tersebut terbaca oleh Anna.
"Ada apa sayang?" tanya Anna pada Rayn.
"Tidak ada apa-apa" jawab Rayn
'Cih,,, jadi ini rencana lo dibalik pertanyaan lo waktu itu' ucap Rayn dalam hati.
Rayn teringat dimana dirinya bertemu Andra setelah acara pertunangan waktu itu.
#Throwback#
...----------------...
"Jangan berani macam-macam! "
Rayn geram pada Andra yang malah cengengesan setelah mendengar peringatan darinya.
"Kalau satu macam, bolehlah!" jawab Andra sambil menaik turunkan alisnya.
Rayn memutar bola matanya malas. Ia rasanya ingin menonjok sekarang juga wajah songongnya Andra.
"Apa maumu?" tanya Rayn pada Andra.
"Seperti yang gue katakan tadi. Cuma satu macam, simple bukan?" jawab Andra.
"Dimana biasanya Thea menghabiskan waktu sepulang kuliah?" tanya Andra pada Rayn.
"Untuk apa lo tanya hal itu ke gue? mana gue tahu!" jawab Rayn
"Oh tidak tahu rupanya. Okelah nanti gue tanyain ke Anna deh" ucap Andra sambil meminum minumannya.
"Jangan macam-macam lo ya sama Anna" hardik Rayn pada Andra.
"Calm down bro. Gue nggak akan merebut Anna dari lo." ucap Andra.
"Mau jawab tidak? atau.... " ucapan Andra terpotong dengan jawaban Rayn.
"Tropical Coffeeshop" jawab Rayn.
Andra tersenyum mendengar jawaban dari Rayn lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Gue mau pulang dulu. Lo nebeng tidak? siapa tahu karena mabuk jadi lupa jalan pulang"
Rayn tak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas. Andra hanya terkekeh saja sambil berlalu meninggalkan Rayn.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers👋👋👋...
__ADS_1
...Maaf baru upload setelah sekian lama. Selamat membaca ya 🧡🧡🤗🧡🧡...