
"Wah... wahh... romantis sekali ternyata, Hihihi." Ucap Amanda setelah membaca kartu ucapan di bunga garbera.
Thea tak menanggapi pujian Amanda pada Andra yang telah mengirimkan bunga untuknya. Sejak kemarin, Thea sudah kekenyangan ledekan mulai dari Orang tuanya, Anna, bahkan dokter yang memeriksa dirinya juga mengatakan hal yang sama.
"Kalau yayangmu itu ngasih apa?" tanya Amanda sambil menyomot buah jeruk yang ia bawa untuk Thea.
"Sama seperti yang kamu bawa. " jawab Thea
"Really? Mr. R bawa parcel seperti ku? Ck, tidak ada romantis-romantisnya, masa kalah sama Andra. Kalau aku sakit, aku akan minta Erik bawa madu dari Hutan Amazon." Ucap Amanda.
Amanda berani membahas soal Rayn dengan Thea karena sedang tidak ada siapapun diruangan itu kecuali mereka berdua.
Anna sedang mengantar mamanya pulang untuk istirahat dirumah dan akan digantikan olehnya nanti untuk menjaga Thea.
Thea juga membujuk papanya untuk masuk ke kantor hari ini. Ia sudah membujuk keluarganya untuk istirahat dirumah saja namun mereka menolak dan akan bergantian menjaga Thea.
"Yang ada si Erik ketemu ular disana ketimbang madu. Ada ada saja kamu ini. Hahaha" Thea tertawa mendengar ucapan Amanda yang nyeleneh.
"Iya juga ya. Nggak kebayang gimana ekspresi wajah nya Erik dikejar-kejar ular. "
Mereka berdua tertawa membayangkan Erik lari dari kejaran Ular yang besar sambil menangis memanggil nama emaknya.
"Ngetawain apa sih?" tanya Erik yang baru saja datang setelah di telepon Amanda.
"Kamu yang." Amanda menceritakan apa yang ia tertawakan bersama Thea pada Erik.
"Bisa-bisanya kamu ya! Yang ada kamu aku suruh panjat pohon kelapa kalau aku sakit." jawab Erik pada Amanda sambil menyerahkan kue pada Thea.
"Cepet sembuh ya Thea. Aduh... duh... sakit sayang" Erik menoleh ke arah Amanda yang menjewer telinganya.
Thea tertawa melihat interaksi mereka. Erik dan Amanda selalu saja mirip tom and jerry. Namun mereka saling sayang satu sama lain.
"Hihihi.... Thankyou Rik." jawab Thea.
"Enak aja nyuruh aku panjat pohon kelapa. Emang aku monyet." protes Amanda pada Erik.
"Cuma pohon kelapa doang sayang. Lah, kamu! nyuruh aku masuk hutan Amazon." jawab Erik tidak terima.
Jadilah mereka berdua adu mulut malam itu. Thea sudah biasa melihat mereka seperti itu. Entahlah kalau orang lain yang melihat kelakuan mereka.
__ADS_1
Tak lama kemudian Anna dan Rayn masuk ke kamar VIP dimana Thea dirawat. Amanda berhenti adu mulut dengan Erik dan memperhatikan raut wajah Thea yang sebelumnya tertawa ceria jadi datar.
"Ini Thea novel pesananmu."
Anna menyerahkan sebuah buku novel yang Thea minta diambilkan di meja kamarnya.
"Thanks Anna. Mama sudah istirahat?"
"Belum. Mama mengobrol tadi dengan papa. Tapi sudah aku bilangin untuk istirahat saja dirumah. Biar aku yang gantiin jaga kamu."
Rayn memperhatikan Thea yang tidak menatap dirinya sama sekali sejak kemarin. Ingin sekali ia berbicara dengan Thea berdua saja. Namun itu tidaklah mungkin.
"Temenin gue ngopi" ajak Erik pada Rayn.
Di sebuah kedai kopi pinggir jalan yang tidak jauh dari rumah sakit Thea dirawat. Erik menatap Rayn dengan tatapan menyelidik sambil menyeruput kopi hitamnya.
"Lo kenapa menatap gue kaya gitu?" tanya Rayn heran.
"Gue udah tahu semuanya. Lo benar-benar playboy cap tokek ternyata." ucap Erik sambil geleng-geleng kepala.
"Apa maksud lo? "
"Lo menduakan Anna dan pacaran sama Thea kan?" tanya Erik pada akhirnya.
"Sok tahu lo" protes Rayn.
'Darimana dia tahu?' tanya Rayn dalam hati.
"Yaelah Ray Ray. Gue ini kenal lo bukan sehari dua hari. Lo dulu galau merana kepikiran soal Thea melulu dan tiba-tiba nggak pernah lagi bahas soal Thea. Karena udah lo jadikan pacar kedua kan? Gue udah tahu itu." Erik tersenyum sinis pada Rayn.
"Darimana lo tahu? "
"Sorry gue pernah sekali buntutin lo. Lo ke taman dekat Villa waktu itu sama Thea." jawab Erik santai.
Erik menghela nafasnya dengan kasar. Ia menatap Rayn tajam.
"Gue rasanya pengen nonjok muka lo sampai bonyok. Lo mikir nggak sih, kalau mereka berdua itu saudara. Kalau suatu saat nanti Anna tahu kelakuan lo sama Thea dibelakangnya, apa persaudaraan mereka akan utuh hah."
Rayn hanya bisa menunduk tanpa menjawab sepatah katapun. Erik mengangkat dagu Rayn agar bisa melihat wajahnya yang geram.
__ADS_1
"Yang namanya kebohongan mau ditutup-tutupin kaya apa juga bakal kebongkar Ray. Asli! lo lebih parah dari gue"
"Gue cinta sama Thea Rik. Apa salahnya sih?" protes Rayn pada Erik.
"Ya salah lah bego! Lo nggak mikirin perasaan Anna dan juga Thea cuma demi obsesi lo itu. Cewek mana coba yang mau diduakan. Kalau Anna tahu, dia bakalan putusin lo dan jaga jarak sama Thea. Tapi kalau lo tetap kekeh mempertahankan keduanya, Thea bakalan minta putus karena merasa dipermainkan. Saran gue sih ya, lo pikirin baik-baik dan pilih salah satu sebelum ketahuan Anna." jawab Erik
Rayn merasa ucapan Erik benar namun sulit banginya melepas keduanya. Mereka berdua tidak sadar ada seseorang yang tidak jauh dari mereka mendengar semua obrolan mereka.
Ya, orang itu adalah Dion. Ia membayar kopi yang ia minum lalu pergi meninggalkan kedai kopi itu. Salah satu anak buahnya mngatakan kalau Thea dekat dengan Rayn selama dalam pantauan nya namun ia juga melihat Rayn dekat dengan Anna. Sesuatu yang membuat Dion bertanya-tanya itu, akhirnya memutuskan untuk turun langsung mencari tahu.
Dion kembali ke parkiran rumah sakit. Ia ingin segara memberitahu Andra setelah dirinya sampai dirumah. Namun saat ia hendak masuk kedalam mobilnya, sosok perempuan yang tidak asing berjalan melewati dirinya sambil memainkan hp.
"Eh Eneng" sapa Dion pada Risa.
Risa menoleh dan menatap Dion malas. Ia melanjutkan jalannya ke arah mobilnya di parkiran namun Dion malah menghadangnya.
"Mau abang anterin pulang nggak neng?" tanya Dion sambil menaik turunkan alisnya menatap Risa.
Risa tak menjawab sama sekali. Dia berlalu meninggalkan Dion yang memaku ditempat.
"Gila ya! Sombongnya bikin tambah cantik. Emang paling cocok jadi emaknya anak-anaknya gue nanti."
Sesampainya dirumah, Dion menghubungi sahabatnya yang tiap kali telepon salalu menanyakan perkembangan soal hubungan Thea dengan Rayn. Padahal Dion sempat mengomeli untuk menanyakan langsung saja langsung pada Thea namun gengsinya Andra jauh lebih tinggi.
"Hallo bos" ucap Dion setelah panggilan telepon dijawab oleh Andra.
"Ada kabar apa dari anak buahmu?" Dion sudah menduganya pertanyaan itu yang akan Andra tanyakan melulu.
Dion menceritakan apa yang ia dengar tadi pada Andra. Sama seperti dirinya, Andra juga tak kalah terkejut tentang apa yang ia dengar.
"Lo yang bener? "
"Itu udah bener Ndra. Kalau lo nggak percaya nih gue kirimin rekaman video pas si Rayn itu lagi sama Thea."
Andra membuka video yang diambil salah satu anak buah Dion saat Rayn dan Thea sedang berada di taman dekat Villa waktu itu. Anak buah Dion menyamar menjadi tukang kebun dan diam-diam tanpa sepengetahuan Rayn dan Thea sudah merekam mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
__ADS_1
...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....
...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...