
"Aku tahu ini salah Thea, tapi jujur aku memang sudah lama punya perasaan sama kamu sebelum kenal Ayanna" ucap Rayn yang masih membuat Thea terdiam.
"Apa kamu juga ada perasaan yang sama ke aku Thea? " tanya Rayn serius menunggu jawaban dari Thea.
Thea benar-benar dilema. Ia bingung ingin jujur atau berbohong. Melihat Rayn menunggu jawaban darinya ia rasanya ingin jujur pada Rayn.
"I-iya. Aku juga sudah lama suka sama kamu Ray" Jawaban dari Thea membuat Rayn bahagia. Ia membawa Thea kedalam pelukannya.
"I love you Thea" ucap Rayn
'I love you too Ray' Thea hanya menjawab dalam hati.
Thea mendorong dada bidang Rayn untuk menjauh.
'Bego banget kamu Thea, kok nikung saudara sendiri sih.' ucap Thea dalam hati.
"Thea? "
"Ray, aku mau pulang"
"Oke, aku antar kamu pulang"
Tangan kiri Rayn menggenggam tangan kanan Thea disepanjang jalan. Ada rasa bahagia dihati Rayn setelah mengakui perasaannya pada Thea. Namun juga ada rasa bersalah pada Ayanna karena telah mengkhianatinya.
Rayn tidak mau melepas Thea karena ia tidak mau kehilangan Thea. Tapi bagaimana dengan Ayanna? Apa dia harus memutuskan hubungannya dengan Ayanna? Atau harus mendua? Mengapa Rayn seperti ini? Dulu dia tak pernah ada niatan menjadi playboy, tapi kenapa sekarang perasaannya bercabang. Rayn frustasi memikirkan itu.
Mereka sampai dihalaman rumah Thea. Thea yang hendak turun dari mobil ditahan oleh Rayn.
"Thea, aku serius soal tadi? Maukah kamu jadi pacarku? " ucap Rayn.
"Ray ini salah. Kamu masih menjadi pacarnya Anna. Kamu sudah tiga tahun pacaran dengannya" tolak Thea yakin.
"Aku tahu tapi setelah aku pikir-pikir dulu aku menembak Ayanna karena terobsesi padanya. Perasaan yang ku rasakan dengamu berbeda Thea. Aku yakin ini cinta" Ucap Rayn meyakinkan Thea
Thea bingung, ia benar-benar bingung. Setelah sekian lama dia bisa dicintai oleh seorang cowok yang ia cintai juga. Tapi situasi nya salah.
"Bagaimana dengan Anna?"
"Maukah kamu menungguku?"
"Maksudnya" tanya Thea bingung.
"Aku akan melepaskan Anna dengan baik-baik nanti." Rayn menatap Thea serius "Aku tahu aku salah, tapi aku nggak bisa ngebohongin perasaan ku."
Setan luknut: Terima sajalah Thea, kamu juga berhak bahagia.
Peri baik: Kasihan Anna Thea, jangan diterima.
Pikiran-pikiran Thea sedang melaksanakan meeting dadakan. Entah apa keputusan Thea, ia juga ingin bahagia tapi kenapa situasi tidak mendukungnya.
"A-aku tidak bisa memutuskannya sekarang Ray. Aku masuk dulu. Terimakasih tumpangannya" Thea keluar dari mobil Rayn lalu masuk kedalam rumah tanpa menoleh maupun mengajak Rayn untuk mampir.
Didalam Rumah, tepatnya di ruang keluarga. Papa, mama sedang mengobrol. Thea tidak melihat keberadaan Anna. Mungkin Anna sedang berada dikamarnya.
"Nak, sudah pulang? mengapa larut sekali" tanya papa Thea padanya.
"Thea kamu nggak papa kan? Kenapa bajumu ada noda darahnya? " tanya mama Thea khawatir.
"Nggak papa kok ma, Thea mandi dulu. Habis itu Thea ceritain" Thea masuk kedalam kamarnya.
Berada dibawah guyuran shower Thea masih memikirkan kejadian tadi. Pikirannya sedang berperang dengan hatinya.
"Ah bodo amat lah, aku laper. Pikirin aja nanti" Thea menyudahi mandinya lalu pergi kedapur untuk mengambil makanan. Ia teringat jika orang tuanya menunggu penjelasannya. Ia lalu membawa makanannya menuju orang tuanya.
"Aku ceritain sambil makan ya Ma, Pa"
"Iya nak. Itu kenapa tadi bisa sampai berdarah begitu? " tanya papa Thea khawatir.
__ADS_1
Thea menceritakan kronologi nya mengapa bisa seperti itu. Tapi tidak sampai menceritakan antara dirinya dengan Rayn.
"Jadi sekarang cowok itu sudah baik-baik saja? "
"iya ma. Udah boleh pulang"
"Trus kamu pulangnya naik ojek lagi? "
"A-anu itu. Tadi ketemu Rayn dijalan trus dianter pulang sama dia"
"Kok nggak disuruh mampir?" tanya mama
"Buku-buku orangnya. Katanya ada tugas deadline besok"
'Duh maaf ma. Ini mulut kenapa jadi licin gini sih berbohong nya. Tapi Thea bener nggak bisa cerita ma' ucap Thea dalam hati.
Selesai berbincang-bincang dengan orang tuanya. Thea kembali masuk kedalam kamarnya. Ia berpapasan dengan Anna saat mau masuk kedalam kamarnya.
"Sudah pulang Thea? " tanya Anna pada Thea
"Su-sudah" jawab Thea
"Kamu kenapa jadi gagap gitu Thea? Apa ada masalah? "
"Enggak ada kok. Aku terkejut aja tiba-tiba ada kamu. Yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya kekamar"
"Iya, goodnight Thea"
"Goodnight juga Anna"
Thea mengambil hpnya dari dalam tasnya. Ia lupa untuk mencarger hpnya. Beberapa saat setelah mengisi baterai hpnya. Ada pesan masuk dari Rayn.
Rayn
(Thea kamu sudah tidur? )
Thea
Rayn
(Oh kirain udah tidur)
(Udah makan?)
Thea
(Udah kok)
Rayn
(Tolong pikirkan baik-baik ya Thea. Aku sayang kamu Thea)
Thea
(Ray aku nggak tega sama Anna)
(Aku rasa kita lupakan perasaan kita aja. Aku belajar ngiklasin kamu sama Anna)
Rayn
(Tiga tahun aku mencoba Thea. Tapi tetep nggak bisa. Aku rasa aku salah dulu menembak Anna. Maaf Thea. Harusnya aku nembak kamu dulu jadi pacar aku)
(Kamu mau jadi pacar aku kan Thea?)
(Aku serius Thea. Perasaan aku ke kamu dari dulu masih sama dan nggak bisa aku lupain meski udah sama Anna)
'Aku bingung Tuhan. Bolehkan aku merasakan cinta dari orang yang aku cintai? begitu juga sebaliknya ia mencintai aku. Apa aku harus menolak atau menerima Ray. Tapi bagaimana dengan Anna? Mengapa aku jahat begini dengan Anna? Apa aku harus mengalah untuk yang kesekian dengan Anna lagi?' ucap Thea dalam hati.
__ADS_1
Thea
(Iya aku mau)
'Maaf Anna. Aku juga ingin dicintai oleh orang yang mencintaiku' ucap Thea dalam hati.
Rayn
(Terimakasih Thea. I love you)
Thea
(Love you too)
Rayn
(Besok kita kepantai mau?)
(Selesai waktu kuliahmu)
Rayn kuliah di jurusan Hukum, berbeda dengan Thea. Terkadang waktu kuliah mereka sama terkadang juga berbeda.
Thea
(Boleh. Jika tidak menggangu waktumu dengan Anna)
Rayn teringat dengan Anna yang meminta ditemani ke mall. Setiap akhir pekan Anna memang meminta ditemani perawatan disalon yang berada di mall. Rayn sampai hafal betul berapa lama Anna akan memanjakan wajah dan tubuhnya.
Terkadang Rayn jenuh sendiri karena berpacaran dengan Anna tidak selalu senyaman bersama Thea meski hanya sekedar mengobrol.
Rayn
(Tidak kok Thea)
(Tapi karna aku masih belum dapat waktu yang tepat untuk putus dengan Anna. Kita tidak usah publish dulu hubungan kita ya. Aku janji akan segera mencari waktu yang pas untuk putus dengan Anna)
Thea
(Aku mengerti. Aku tidur dulu Ray, aku sudah mengantuk)
Rayn
(Goodnight Thea sayang. Mimpi indah)
Thea
(Too)
Rayn mencoba mengirim pesan ke Anna semoga saja dia masih online.
Anna yang belom tidur dan asik telepon dengan temannya. Tiba-tiba mendapat chat dari Rayn.
"Eh bentar ya Ri. Ini pacar aku ngechat"
"Yahh padahal lagi seru-serunya kita ngobrol" ucap teman Anna dibalik telepon.
"Sambung besok lagi aja deh. Ini juga udah malem, jangan sampai kantung mata item gara-gara begadang"
"Yoi" jawab teman Anna lalu mengakhiri obrolannya dengan Anna.
Rayn
(Sayang maaf, besok aku nggak bisa nganter kamu)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
__ADS_1
...Selamat membaca ya. Terimakasih sudah mau mampir di novel aku. Jangan lupa dukungannya ya....
...Thankyou🧡🧡🧡...