Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Thea sakit


__ADS_3

Anna pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Ia merasa telah mengambil keputusan yang benar karena menerima perasaan Rayn dulu.


Rayn selalu memperlakukan dirinya dengan baik, tidak pernah sekalipun mereka berdua bertengkar selama berpacaran. Rayn juga sering mengajak Anna mampir ke rumah nya dan disambut hangat oleh keluarganya.


"Aku mencintaimu Rayn" ucap Anna sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Di tempat lain, tepatnya di sebuah kamar cowok yang kental dengan warna kesukaan cowok yaitu black dengan sedikit polesan warna putih. Rayn sedang memikirkan perkataan Anna di restoran tadi.


Rayn mencoba menghubungi Thea berkali-kali namun tidak diangkat sama sekali. Ia juga mengirim banyak chat pada Thea namun juga tidak dibaca sama sekali. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Thea tentang cowok itu.


"Arrrggg.... kamu dimana sih Thea? Mengapa tidak mengangkat telepon ku? " ucap Rayn dengan penuh emosi lalu melempar HP berlogo apel kegigit keluaran terbaru di atas tempat tidur.


Untung nggak ke lantai. Mending lempar kesini Rayn, lumayan lah buat Author hehehe.


Rayn tidak tahu saja kalau Thea lelah menangisi dirinya hingga tertidur pulas. Ada jejak air mata di pipi dan di bantalnya.


Rayn yang masih dengan suasana hati tidak baik masih mondar-mandir di dalam kamarnya. Tak lama kemudian ada notifikasi chat masuk di hpnya. Rayn langsung meraih hpnya dan membaca chat yang baru masuk tersebut.


Anna


(Good night sayang. Mimpi indah)


"Aku pikir Thea!" ucap Rayn lalu membalas chat dari Anna.


Rayn


(You too)


Rayn meletakkan hpnya di atas meja dekat lampu tidurnya. Ia mencoba mengatur suasana hatinya. Berbagai pertanyaan ia ucapkan namun tidak tahu jawabannya.


"Siapa cowok itu?"


"Andra? Rekan bisnis om Yudha? "


"Mengapa kamu tidak pernah cerita soal cowok itu?"


"Kamu lagi dimana Thea?"


"Mengapa kamu tidak menjawab teleponku? "


"Apa mungkin kamu sudah tidur? " Rayn melihat ke arah jam dimana sudah menujukan pukul kosong kosong lewat tiga puluh enam menit.


"Huhhhh...sepertinya memang sudah tidur."


Keesokan harinya, badan Thea terasa panas. Ia belum bangun dari tidurnya hingga pukul dua belas siang. Padahal Anna sudah menunggunya untuk berangkat kuliah bersama siang ini.


Mamanya Thea yang khawatir pun mengetuk pintu kamar anaknya, karena perasaannya tidak enak. Ia pikir tadi tidak perlu membangunkan kedua anaknya untuk sarapan bersama karena mereka tidak ada kuliah pagi sehingga bisa bangun agak siang.


Tok tok tok....


Mendengar suara pintu kamarnya diketuk, Thea membuka matanya dan mencoba berjalan ke arah pintu. Namun kepalanya terasa pusing hingga membuat jalannya oleng.

__ADS_1


Brugg.....


"Aduhh...." Thea terjatuh dan mencium ubin.


"Thea kamu nggak papa kan? " Mama Thea berusaha membuka pintu kamar anaknya namun dikunci. Padahal dirinya khawatir karena mendengar suara pohon yang runtuh namun berada didalam kamar Thea.


Thea mencoba berdiri lalu berjalan memegang dinding kamarnya. Ia membuka kunci kamarnya sambil memegang kepalanya yang pusing.


"Thea kamu kenapa nak, kok pucat sekali?" ucap mama Thea karena khawatir melihat kondisi anaknya.


"Nggak papa kok ma. cuma pusing dikit" jawab Thea sambil tersenyum lebar.


"Apanya yang nggak papa? badan kamu panas gini"


Thea yang hendak menjawab, namun seketika penglihatannya kabur dan ia tidak sadarkan diri.


"Thea"


"Thea"


Thea membuka kedua matanya dengan perlahan. Ia melihat ke sekelilingnya, namun ia bingung dan tidak tahu sedang ada dimana. Yang pasti bukan kamarnya.


Tak lama kemudian mama dan Anna masuk ke dalam ruangan dimana Thea berada.


"Kamu sudah bangun sayang? " tanya mama pada Thea.


Thea mengangguk mengiyakan. Ia mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum pingsan.


"Di rumah sakit. Tadi kamu pingsan dan badan kamu panas banget. Jadi mama sama Anna bawa kamu ke rumah sakit. " jawab mama sambil mengusap kepala Thea.


Thea melihat ke arah punggung tangannya sebelah kiri dimana sudah terpasang infus disana.


"Apa aku sakit? "


Seketika Anna langsung tertawa mendengar pertanyaan Thea.


"Pertanyaan macam apa itu? Kamu kan sudah bisa merasakan kalau tubuhmu sedang tidak baik-baik saja. " jawab Anna.


"Eh iya ya. Aku agak pusing sama demam tadi. " sahut Thea.


"Sudah-sudah, Thea kamu istirahat dulu." ucap mama pada Thea.


"Thea sudah merasa cukup istirahat ma. Thea sakit apa ma kok harus di infus? " tanya Thea penasaran.


"Kata dokter tadi maag kamu kambuh. Jadi harus dirawat beberapa hari hingga benar-benar sembuh." jawab mama.


Tak lama kemudian Pak Yuda masuk kedalam ruangan dimana Thea dirawat.


"Kamu tidak apa-apa nak? "


"Sudah tidak apa-apa kok pa" jawab Thea.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Papa sampai khawatir karena mama kamu bilang kamu pingsan tadi. " ucap pak Yuda.


Drtt... drtt.....


HP Anna berbunyi dan menampilkan panggilan telepon masuk dari Rayn.


"Aku keluar dulu ma, pa. " Ucap Anna lalu keluar dari kamar VIP yang ditempati Thea.


"Hallo sayang"


"Kamu dimana sayang? Kok kata Amanda kamu dan Thea tidak masuk kuliah. " tanya Rayn pada Anna.


"Aku dirumah sakit menemani Thea. " jawab Anna


"Thea sakit? " tanya Rayn pada Anna.


"Iya, kata dokter maag nya kambuh dan harus dirawat beberapa hari. " jawab Anna.


"Nanti aku datang menjenguk Thea. Kamu mau aku bawakan apa? " tanya Rayn pada Anna.


"Kok aku. Kan yang sakit Thea. "


"Aku juga nggak mau kamu sakit sayang. Jangan lupa makan ya. "


Anna tidak tahu saja kalau Rayn sengaja mengatakan itu agar ia tidak dicurigai oleh Anna. Rayn ingin sekali melihat kondisi Thea, namun akhir-akhir ini pertanyaan Anna seperti memojokkan dirinya kalau ada perasaan dengan Thea.


"Iya sayang"


Jam tujuh malam Rayn datang menjenguk Thea yang sedang sakit. Ia membawa buah-buahan dan kue bolu kesukaan Anna.


"Semoga cepat sembuh Thea" ucap Rayn pada Thea.


"Makasih Ray" jawab Thea


Thea tersenyum tipis melihat interaksi Anna dan Rayn. Dadanya terasa sesak karena cemburu. Ia memejamkan matanya ketimbang melihat mereka berdua.


Rayn lega karena kondisi Thea sudah lebih baik. Ingin sekali rasanya memeluk gadis itu dan berada di sebelahnya. Namun Rayn tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, yang ia lakukan hanyalah berada di dekat Anna.


'Sakit banget rasanya diposisi ini. Dimana janjimu Ray? Apa kamu sudah lupa? Ini sudah tiga bulan lebih namun tidak ada perubahan pada hubunganmu dengan Anna. Aku mulai meragukan cintamu Ray. ' ucap Thea dalam hati hingga tidak sadar air matanya menetes.


Rayn yang melihat Thea menangis ingin rasanya menenangkan sang pacar. Namun ia hanya bisa melihat saja dan duduk disebelah Anna.


"Kamu kenapa menangis sayang?" tanya mama pada Thea.


"Pusing ma" jawab Thea berbohong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....

__ADS_1


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...


__ADS_2