Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Debaran jantung Thea


__ADS_3

Erik kembali dari toilet lalu duduk dikursi sebelah kiri Rayn yang kosong, karena kursi sebelah kanan sudah diduduki Andra. Andra bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Meski Andra tidak suka menguping pembicaraan orang lain, namun entah mengapa kuping Andra kali ini rasanya gatal pengen tahu siapa sosok cowok itu.


"Kasihan juga kakakmu Ray" ucap Erik setelah mendengar penjelasan Rayn.


'Oh, namanya Ray' ucap Andra dalam hati.


Erik berbicara dengan Rayn yang posisinya memunggungi Andra. Mengetahui siapa nama cowok itu sudah cukup bagi Andra, karena ia malas mendengar lebih jauh pembicaraan orang yang tak sepantasnya ia dengar.


Setelah Andra pergi dari club malam, ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Rumah yang mewah namun jarang ia kunjungi. Andra lebih sering pulang ke apartemennya yang lebih dekat dari kantornya.


Mobil Andra hendak memasuki gerbang utama rumahnya yang berwarna hitam menjulang tinggi, security memberi hormat dan membukakan gerbang untuk sang tuan rumah.


Andra keluar dari mobilnya lalu menatap rumah mewah dihadapannya dengan penuh arti. Ia melangkahkan kakinya memasuki rumah dan disambut para maid, mereka menunduk memberi hormat pada sang pemilik rumah yang lama tidak mengunjungi rumahnya.


"Apakah anda ingin saya siapkan makan malam tuan?" tanya salah seorang maid padanya.


"Tidak perlu." jawab Andra lalu berjalan menuju kamar utama dimana kamarnya berada.


Andra merebahkan tubuhnya diatas king bed miliknya. Ia mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa. Andra berdiri lalu berjalan menuju balkon kamarnya. Ia biarkan angin malam yang dingin menerpa wajahnya. Hembusan angin itu menggerakkan rambutnya yang berantakan. Tatapannya mengarah pada langit yang gelap tanpa bintang, hanya ada bulan sabit disana.


Andra memejamkan matanya mencoba merilekskan dirinya. Namun yang muncul adalah Thea dalam pikirannya. Ia teringat saat membenarkan seatbelt Thea tadi, tatapan keduanya bertemu hingga rasanya dunia berhenti sesaat waktu itu.


Drrttt... drrttt....


"Ada apa? " Andra menjawab panggilan telepon yang masuk.


"Lo dimana? " tanya Dion diseberang telepon.


"Ck, kayak istri aja nanya-nanya setiap keberadaan gue"


"Hahaha. Sekalian kita nikah aja gimana biar beneran kayak suami istri? "


"Najis"


"Bercanda bro. Gue cuma mau ingetin kalau lo besok pagi harus terbang ke London. Untuk bisnis lo yang ada disini tenang aja, akan gue handle kok."


"Bisa nggak kalau di mundurin beberapa hari lagi? "


"Nggak bisa. Lusa lo ada pertemuan dengan para investor lo disana. "


"Iya iya" jawab Andra


"Lo kenapa nanya minta di mundurin? kangen gue ya? " goda Dion pada Andra.


"Idihh, cuma setahun doang gue ke London. Itupun lo pasti sering dateng dengan alesan mengunjungi gue padahal numpang menginap. " Jawab Andra yang sudah sangat hafal bagaimana sahabatnya itu.


"Hehehe. Gue kan juga mau liburan tipis-tipis diluar negeri, jadi ya mumpung lo ada apartemen disana ya sekalian numpang menginap bro. "


"Lo belum jawab pertanyaan gue? Lo berat banget ninggalin negara ini kayak baru pertama kali aja, padahal udah sering tinggal di luar negeri!"

__ADS_1


"Entahlah, semenjak kenal Thea rasanya berat ninggalin negara ini"


"Siapa itu Thea? Cewek di bioskop waktu itu bukan?"


"Iya"


"Sabar aja dulu. Jodoh nggak akan kemana kok. Mau lo tinggalin sepuluh tahun pun kalau itu jodoh lo ya bakal sama lo"


Di dalam kamarnya, Thea juga sedang ber telepon dengan sahabatnya. Ia tidak bisa tidur setelah kepulangan Andra dari rumahnya.


"Coba tarik nafas terus hembuskan. Rileks Thea rileks" ucap Amanda di seberang telepon.


Thea mengikuti apa yang sahabatnya sarankan, namun tetap saja jantungnya masih berdebar tidak karuan.


"Masih Nda! Apa aku sakit jantung ya? " tanya Thea panik."


"Ah nggak mungkin. Kamu aja masih muda gitu, masih umur dua puluh satu tahun masa udah sakit jantung."


"Siapa tahu? soalnya ini masih berdebar nggak karuan. "


"Coba kamu inget-inget Thea. Saat pertama kali berdebar tadi karena apa? "


"Emm i i-tu, pas aku lagi sama Andra" jawab Thea


"Siapa itu Andra?"


"WHAT? HAHAHA"


"Cihh malah ketawa"


"Apa dia datang meminta pertanggung jawabanmu Thea? " tanya Amanda setelah bisa mengendalikan tawanya.


"Pertanggung jawaban apa? "


"Nyuciin bajunya yang kena ilermu. Hahaha"


"Kamprett"


Wajah Thea memerah seketika karena malu. Beruntung tadi Andra tidak membahas soal itu, kalau ia membahasnya sudah pasti Thea jatuh pingsan saat itu juga.


"Gila ya, sampai sakit perut aku ketawa melulu"


"Rasain"


"Kok kamu bisa ketemu dia lagi Thea?" Thea pun menceritakan kejadian tadi sore di toko buku hingga Andra yang ikut makan malam bersama keluarganya.


"Wahh pebisnis muda, keren abis"


"Ah masa dia masih muda begitu udah menjalankan bisnis yang udah gede kaya papa?. Aku curiga dia itu bapak-bapak sepelantaran papa. Siapa tahu wajahnya itu operasi plastik makanya bisa kelihatan muda."

__ADS_1


"Jadi penasaran, masa oprasi plastik sih? apa dia ganteng?"


"Iya"


"Ciyee muji nih yeee. Ehemm, Pak Rayn mau dikemanain buk?"


"Apaan sih nggak jelas banget. Aku matiin nih!."


"Cihh sombongnya. Tadi tiba-tiba nelepon karena jantungnya bermasalah. "


"Hehehe"


"Sekarang gimana? Apa masih berdebar nggak jelas?" tanya Amanda pada Thea.


Thea mendekatkan telapak tangan kiri di dadanya dan letak jantungnya, ia mencoba merasakan apakah jantungnya sudah aman.


"Eh, udah normal Nda. Horeeee" Thea melompat-lompat karena terlalu senang.


"Syukurlah. Aku rasa itu karena pesona cowok yang kamu maksud deh!. Siapa namanya? Ah, iya Andra."


"Ishh, jangan bahas dia seperti itu. Kayaknya dia udah punya pawang." Thea teringat perempuan yang merengek tidak mau putus dengan Andra waktu itu.


"Kok tahu? "


"Aku pernah ketemu ceweknya dirumah sakit saat menolong Andra kecelakaan waktu itu. Asli, suaranya si cewek lebih ngeri dari Tante Kuntilanak. Nyaring banget kalau teriak" Thea begidik ngeri jika teringat suaranya waktu itu.


"Busett bisa gitu ya? Hahaha"


"Perutku sampai sakit Thea gara-gara ketawa melulu. Ya udah deh mau ke toilet aku. "


"Sampai ketemu besok"


"Yoi" Setelah itu Amanda memutus sambungan teleponnya terlebih dahulu.


Thea mencoba untuk memejamkan matanya lagi, namun ia masih saja belum bisa tidur. Padahal jam sudah menujukan pukul dua belas lewat. Thea beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi ke balkon kamarnya. Ia menatap langit yang gelap tanpa bintang dan hanya ada bulan sabit disana.


"Cantik" Ucap Thea saat melihat bulan sabit di langit yang gelap.


Thea menunduk melihat pada kalung ber liontin love yang ia pakai. Ia mengusap-usap liontin love sambil menatapnya dengan penuh cinta. Rayn sangat romantis padanya, Thea meyakinkan diri untuk percaya pada cintanya Rayn.


"Aku mencintaimu Ray"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...

__ADS_1


__ADS_2