Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Rencana pertama


__ADS_3

Dion yang memata-matai mereka dari kejauhan bisa melihat Rayn dan Thea sedang bersitegang. Thea tampak kesal dengan Rayn, sedangkan Rayn malah terkesan santai menanggapi ucapan Thea.


"Mereka lagi ngomongin apa sih? " gumam Dion yang masih fokus memperhatikan Thea dan Rayn.


Setelah Thea keluar dari Blue Cafe dan masuk ke dalam mobilnya. Tak lama setelah itu Rayn pun juga keluar dari Blue Cafe dan masuk ke mobilnya sendiri.


"Ikuti Nona Thea" ucap Dion pada anak buahnya di seberang telepon.


"Gara-gara si Andra nih, ijazah gue nggak ada artinya. Masa gue disuruh ngikutin Thea kalau lagi sama Rayn. Apa gunanya punya anak buah coba?"


Tak sampai disitu, Dion juga harus adu mulut untuk meminta rekaman cctv yang dekat dengan meja Thea tadi. Setelah mendapatkan rekaman cctvnya ia segera mengirimkannya pada Andra.


"Thea sudah sampai di rumah kata anak buah gue" ucap Dion sambil menyetir mobilnya.


Tanpa mengatakan hai hallo, Dion langsung nyerocos mengatakan fakta yang ia dapat barusan pada Andra yang meneleponnya.


"Lo gantiin gue ngurus perusahaan disini. Minggu depan gue pulang ke Indonesia."


"WHAT? Lo kesambet setan Eropa atau bagaimana?" Dion menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Sesuai feeling gue kalau Si Rayn itu bakal jadi boomerang buat Thea. Dan gue nggak bisa biarin itu." jawab Andra di seberang telepon.


"Ya tapi kan itu salahnya si Thea. Udah jelas bakal kayak gitu resikonya malah mau-mau aja dulu sama tokek itu. Lo sampai bela-belaiin ninggalin kerjaan lo di London cuma demi cewek yang bukan siapa-siapa lo. Asli, lo emang udah nggak waras Ndra! Biar dia urus sendiri lah, dia kan udah gede." ucap Dion nggak habis pikir dengan apa yang akan dilakukan Andra.


"Kalau Thea bisa nyelesain sendiri, gue juga nggak akan turun tangan lah bego. Jelas-jelas saat Thea minta putus, si Rayn malah mengancam Thea. Emang baj***an tuh cowok." ucap Andra dengan penuh emosi.


"Ya sudahlah kalau itu mau lo. Setidaknya gue punya pekerjaan yang jelas gantiin lo disana daripada ngikutin Thea melulu. Kasihan jiwa-jiwa jomblo gue kalau lihat kayak gitu" jawab Dion.


"Idihh, ngeklaim diri sebagai jomblo. Cewek-cewek yang lo baperin kemana tuh?" tanya Andra tidak percaya pada ucapan Dion barusan.


"Hehe....Cuma temen doang" ucap Dion cengengesan.


Ditempat lain, tepatnya di sebuah kamar gadis. Thea sedang menangis sesenggukan menyesali perbuatannya. Ia gagal meminta putus dari Rayn malam ini. Namun yang lebih menyakitkan adalah perubahan sikap Rayn padanya, Rayn yang biasanya lembut menjadi memyeramkan.


"Halo Nda"


Thea menelepon sahabatnya untuk mencurahkan kesedihannya padanya.


"Eh kamu kenapa nangis Thea?" tanya Amanda bingung.


Thea masih belum menjawab, ia masih menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Kamu mencret lagi Thea?" tanya Amanda memastikan.


"AMANDA KAMPRET! Huhu.... huuu... " jawab Thea sambil menangis lebih keras.


Amanda yang melihat ekspresi Thea di video callnya tidak bisa menahan tawanya. Wajah Thea bukannya terlihat memprihatinkan malah terkesan lucu. Thea menangis dengan ingus yang keluar dari hidungnya sambil memakan mie goreng dengan lahap. Thea benar-benar mirip bocil komplek yang nangis minta mainan dan dibujuk dengan mie goreng.


"Itu ingusmu di lap coba, masa mau jadi gelembung gitu. Hiiiiii.... " Ucap Amanda dengan ekspresi jijik menatap ingus Thea.


"Nih aku kirimin." jawab Thea sambil tertawa sesaat.


"Ogah, masih mending ingusku wangi black opium."


Thea tertawa mendengar candaan Amanda. Ia segera membersihkan wajahnya dengan tisu sehingga tidak terlihat jorok lagi.


"Btw kanapa nangis?" tanya Amanda yang kesekian karena belum dijawab Thea.


"Aku gagal Nda"


Amanda manatap bingung pada Thea. Thea menggantungkan ucapannya dan menunduk dalam.


"Gagal kenapa?"


Thea menceritakan pertemuannya tadi dengan Ray di Blue Cafe hingga ancaman putus dari Rayn.


"Wahh minta diketekin tuh si Ray. Bisa-bisanya mengancam kamu kayak gitu. Perasaan kan nggak bisa dipaksain."


Sekarang giliran Amanda yang ngomel-ngomel. Padahal tadi Thea ingin curhat sepuasnya pada Amanda dan sekarang malah jadi pendengar omelannya Amanda.


"Bentar Thea, air minum ku habis. Jangan dimatiin video callnya."


Setelah mengatakan itu, Amanda pergi meninggalkan video callnya yang masih hidup. Thea hanya menggerutu saja sambil menunggu Amanda kembali.


"Buset, nggak takut gemuk tuh?"


Thea melihat Amanda datang membawa sebotol air putih dan juga sepiring nasi dengan lauk rendang dengan porsi banyak.


"Hehe... laper Thea. Habisnya si Rayn bikin emosi sih." jawab Amanda sambil menyuap makanannya kedalam mulutnya.


"Terserah kamu aja deh. Nanti kalau bingung cara diet jangan ngajak-ngajak aku ngegym pokoknya. Aku masih kapok." jawab Thea.


Thea teringat dirinya dulu diajak Amanda ngegym di tempat gym yang umum dimana cowok dan cewek bisa berada ditempat yang sama. Thea melihat cowok dengan tubuh besar menggodanya hingga mengikutinya hampir sampai rumahnya.

__ADS_1


"Udah dua tahun yang lalu masih aja diingat. Cowok tubuh gempal itu pasti udah lupa sama kamu Thea."


"Serem tau Nda. Kalau keinget dia ngikutin hampir sampai rumah. Tapi lebih serem ancaman Ray sih. Gimana dong?"


Thea ingin menangis lagi rasanya kalau teringat hal itu. Namun matanya sudah bengkak sehingga ia tidak mau menangis lagi. Ia ingin mencari ide saja untuk menyelesaikan masalahnya itu, meski kepalanya sudah terasa sakit untuk diajak mikir gara-gara menangis tadi.


"Gimana kalau kita bikin Ray yang melepaskan kamu aja."


"Gimana caranya?" tanya Thea bingung.


Amanda tersenyum melihat ekspresi Thea yang menebak-nebak. Sahabatnya itu memang terlalu polos, bahkan dijadikan pacar kedua mau-mau aja. Padahal Amanda selalu merasa kasihan melihatnya.


"Udah tenang aja. Serahin sama ahlinya. Pasti manjur kok." jawab Amanda dengan membanggakan dirinya.


Keesokan paginya Thea berangkat ke kampus dijemput oleh Amanda. Amanda menghentikan mobilnya dipinggir jalan untuk memulai aksi rencana awalnya.


"Kok berhenti sih Nda? Kan belum sam... "


"Udah diem dulu. Kita harus merancang rencana pertama dulu." jawab Amanda memotong ucapan Thea.


"Apa?" tanya Thea penasaran.


"Ini dia" Amanda menujukan parfum tanpa merek yang mengeluarkan bau tidak enak menurut Thea.


"Ihh apaan tuh? kok warnanya ijo-ijo sih." tanya Thea sambil menutup hidungnya.


"Ini tuh parfum petai. Jadi nanti kamu pakai saat mau ketemu Ray. Eh... Si Ray beneran ngajakin kamu ke bioskop kan sepulang kuliah?"


"Tapi aku nggak suka baunya Nda. Ihhh itu tu bau." protes Thea menolak parfum yang diberikan Amanda.


"Haiss.... kamu mau nggak Rayn mutusin kamu?" tanya Amanda pada Thea yang menganguk mengiyakan.


Thea menerima parfum yang diberikan oleh Amanda dan menatapnya pasrah. Ia tidak hanya harus menguatkan mental menerima ucapan putus Rayn namun juga harus siap ditendang kaluar dari bioskop.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...

__ADS_1


__ADS_2