Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Aksi putus asa Risa


__ADS_3

Di sebuah meja makan sudah tertata berbagai jenis olahan makanan disana. Andra turun dari tangga dengan setelan rapi menuju ruang makan untuk sarapan. Tak lama kemudian Dion datang dan langsung menuju ruang makan untuk menemui sahabatnya.


"Pagi bro" ucap Dion pada Andra


"Pagi" jawab Andra.


"Barang-barang lo sudah diatur. Lo tinggal berangkat aja" ucap Dion sambil mengambil nasi sebelum disuruh makan.


Andra hanya mendengarkan saja ocehan sahabatnya yang merangkap jadi tangan kanannya selama ini.


"Ntar gue yang anter lo ke bandara. Habis itu baru gue ke kantor" ucap Dion.


"Bukannya hari ini ada pertemuan dengan pemimpin R Corporation?" tanya Andra heran pada sahabatnya yang malah mengantarnya ke bandara ketimbang hadir di pertemuan penting.


"Sekretarisnya Pak Edwin baru saja menghubungi, beliau meminta maaf katanya pertemuannya diundur beberapa hari lagi."


"Ohh"


Selesai sarapan pagi itu, Dion mengantar Andra ke bandara. Ia melirik pada sahabatnya yang terlihat galau.


"Kenapa lo? " tanya Dion pada Andra.


"Nggak papa" jawab Andra.


"Gue ini sahabat lo dari kecil. Udah cerita aja. Siapa tahu bisa nurunin berat beban lo! "


"Gue mau lo cari tahu tentang Ray. Apa bener itu cowok pacarnya Thea? Kalau iya, gue akan lupain Thea. Kalau bukan, gue ada harapan pas kembali ke negara ini. " jawab Andra pada akhirnya.


Andra menceritakan kronologi pertemuannya dengan Rayn semalam di Club malam. Dan juga status Thea sebagai anaknya Pak Yuda Mahendra. Dengan berbekal penjelasan Andra yang cukup lengkap, Dion akan menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu nanti.


Dion dan Andra sudah sampai di bandara tepat waktu. Setelah Andra masuk ke dalam jet pribadinya, Dion kembali ke kantor.


Dalam perjalanan menuju ke kantor, Dion melihat seorang cewek berdiri di pinggir jembatan dan hendak melompat dari sana. Ia menghentikan mobilnya lalu turun untuk menghentikan aksi putus asa si cewek tersebut.


"Eh eh Neng jangan lompat nanti sakit. Mending lompat ke pelukan abang aja bisa bikin anget." ucap Dion menghentikan aksi si cewek yang tak lain adalah Risa kakaknya Rayn.


Risa yang kecewa, sedih, sakit hati karena tidak bisa menerima Kevin menikah dengan cewek lain akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah pagi-pagi sekali tanpa sepengetahuan keluarganya.


Risa berjalan tanpa arah dan tatapannya kosong. Ia berhenti di sebuah jembatan yang sepi saat itu. Ia melihat ke bawah jembatan, dimana air sedang derasnya dan udara terasa dingin pagi itu.


Saat ia hendak melakukan aksinya, seorang cowok datang menghentikan dirinya dengan ucapan yang menurutnya menyebalkan. Ia yang sudah mantap dengan keputusannya waktu itu mendadak suasana hatinya jadi kesal karena omongan si cowok yang tidak ia kenal.


"Apaan sih lo, pergi sanaaaa... Aaaaa...mamaaa..... " Risa terpeleset dan hendak jatuh, namun kedua tangannya beruntung bisa memegang pinggiran jembatan.


"Nahh, tuh kan. " Dion geleng-geleng kepala melihat si cewek yang menangis ketakutan karena hampir terjatuh.

__ADS_1


"Huaaa mamaaa.... Risa takut maaaa.... "


"Mau aku yang nolongin apa mamamu yang nolongin?" Bisa-bisanya si Dion masih bertanya disaat Risa sudah nangis dan bergelantungan diatas jembatan.


"Gila lo ya! Ini gue mau jatuh. Bukannya nolongin malah ngasih pertanyaan nggak jelas. "


"Iya iya gue tolongin. Kacian amat sih cantik ututututu"


Dion meraih kedua tangan Risa lalu menariknya untuk naik. Dengan sekuat tenaga, akhirnya Risa bisa selamat. Namun saat Risa baru berhasil naik ke atas jembatan, ia menginjak batu kecil hingga terjatuh diatas tubuh Dion yang tidak sempat menahan tubuh Risa.


Bruggg....


Dion meringis kesakitan karena punggungnya terhempas diatas aspal ditambah Risa yang menindih badannya. Lengkap sudah rasa sakitnya pagi ini.


Tatapan mereka berdua bertemu dan terpaku satu sama lain. Hingga akhirnya seorang pengendara motor yang sedang membonceng anaknya yang memakai seragam merah putih melewati mereka.


"Ciyeee....ciyeee....socuwitt" ucap bocil itu sambil tertawa cekikikan.


Risa berdiri lalu membersihkan pakainya yang terkena debu tanah.


"Neng, nggak mau tolongin abang? " tanya Dion yang masih pada posisinya.


"Hihhh, gue bukan neng ya" ucap Risa sambil membantu Dion untuk berdiri.


"La trus panggil apa dong? Gue kan nggak tahu nama lo? "


"Oh Risa nama lo? Kenalin gue Dion" Dion mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan dengan Risa. Namun Risa tak meladeni nya, ia memilih berjalan melewati anak buah papanya lalu masuk ke dalam mobil.


"Busett, sombong amat. Untung cantik " ucap Dion yang menatap mobil Risa pergi dari hadapannya.


Drrrttt.... drrrttt.....


"Ada apa? "


"Oke. Aku ke kantor sekarang." jawab Dion lalu pergi menuju kantor Andra.


Sesampainya dirumah, Risa sudah ditunggu oleh Anggota keluarganya di ruang keluarga.


"Risa, kamu kemana aja sayang? " tanya mama sambil menangis menghampiri putrinya.


"Risa cuma keluar sebentar kok ma. Mama jangan nagis." Risa menghapus air mata mamanya di pipinya.


"Risa, kamu jangan melakukan hal yang membuat mamamu sedih nak. Kami semua sayang sama kamu." ucap papa Risa


"Maaf papa"

__ADS_1


Bu Ishana yang panik saat mendapati sang putri tercinta tidak ada dirumah langsung memberi tahu suaminya dan juga Rayn untuk mencari Risa. Pak Edwin yang tadinya hendak ada pertemuan penting dengan pemimpin OV Company terpaksa harus menundanya. Rayn yang hendak berangkat kuliah juga harus menundanya terlebih dahulu untuk mencari kakaknya.


"Kak Risa kalau kemana-mana beritahu kami ya kak. Kami khawatir sama kakak" ucap Rayn yang lega kakaknya tidak kenapa-kenapa.


"Iya Ray, aku janji nggak akan bikin kalian khawatir lagi." Melihat mamanya yang menangis dan keluarga nya yang khawatir padanya membuat Risa tidak tega untuk melakukan aksi putus asa seperti tadi. Terlebih saat ia menoleh ke bawah tadi betapa mengerikannya ia bergelantungan dijembatan. Risa jadi kapok melakukan itu lagi.


Rayn tetap berangkat ke kampus meski melewatkan jam pertama kuliahnya hari ini. Ia akan mengikuti kelas berikutnya saja.


Selesai kuliah hari ini, Rayn menghubungi Thea untuk mengajaknnya ke taman yang pernah mereka datangi waktu itu.


Rayn


(Sayang, kamu ada waktu?)


Thea


(Kenapa?)


Rayn


(Mau temenin aku ditaman dekat Villa waktu itu?)


Thea


(Boleh. Nanti aku kesana)


Thea sampai di sebuah taman yang pernah ia datangi dengan Rayn waktu itu. Ia melihat sang pacar berdiri menatap hamparan bunga dihadapannya.


"Ray? "


Rayn menoleh ke belakang dimana Thea sudah datang. Ia memeluk sang pacar dengan sangat erat dan menumpahkan air matanya.


Thea yang tiba-tiba dipeluk oleh Rayn sedikit kaget namun ia balas memeluk sang pacar. Thea juga mendengar Rayn menangis didalam pelukannya.


"Kamu kenapa Ray? " tanya Thea pada Ray.


Thea yang ingin melepaskan pelukannya sebentar untuk melihat keadaan sang pacar, namun Rayn malah menolaknya dan tetap memeluk Thea.


"Biarkan seperti ini dulu sayang" jawab Rayn.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....

__ADS_1


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...


__ADS_2