
Hari yang dinanti-nanti......
Thea sudah siap dengan penampilannya yang anggun dan cantik hari ini. Sebuah senyuman terbit dari bibirnya, dapat ia lihat sendiri dari pantulan cermin dihadapannya.
"Sudah siap nak?" tanya sang papa pada Thea.
Thea berbalik badan dan berdiri dihadapan papanya. Ia bisa melihat tatapan yang tidak bisa ia artikan dari sang papa. Setetes air mata jatuh tanpa diminta dan segera ia hapus.
"Thea sudah siap papa." jawab Thea
"Kamu memakai gaun mamamu?" tanya Pak Yudha sambil terus mengamatinya. Dan hea mengangguk mengiyakan.
"Kamu cantik nak, mirip mamamu dulu." ucap Pak Yudha memuji putrinya.
Dapat Thea lihat ada sebuah kerinduan dari sang papa pada mamanya. Meski sudah meninggal sangat lama, tapi posisi mamanya tetap tak terganti dihati papanya.
"Maaf jika gaun ini mengingatkan papa tentang mama." ucap Thea.
"Haisss..... jangan merasa bersalah seperti itu. Papa senang kamu memakai gaun mamamu ini. Acaranya sudah mau dimulai. Ayo! " ucap Pak Yudha sambil mengajak Thea untuk keluar dari ruang rias.
Didepan ruang rias, Anna dan Bu Veronica yang hendak menjemput Thea merasa kagum melihat kecantikan Thea sore ini. Meski Anna tidak mengingat gaun yang dipakai Thea adalah gaun mama kandung mereka dulu, tapi ia tetap memuji kecantikan saudaranya.
Sedangkan Bu Veronica sangat ingat akan gaun yang dipakai Thea. Gaun yang sama yang dikenakan sepupunya yaitu mama kandungnya Anna dan Thea. Sesaat pikirannya terlempar pada waktu pernikahan mama kandungnya Thea waktu itu, Thea benar-benar mirip seperti mamanya kalau tersenyum karena memiliki gigi gingsul yang sama.
"Ayo nak! Andra sudah menunggumu." ucap Bu Veronica pada Thea.
Sesampainya di altar pernikahan, Andra pun tak dibuat berkedip melihat calon istrinya yang begitu cantik hari ini.
Acara berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Mulai detik itu juga ia menyandang sebagi seorang suami, sedangkan Thea sebagi seorang istri.
Sebuah cincin tersemat dijari manis Thea. Setelahnya Andra mencium punggung tangan Thea yang membuat sang wanita tersipu malu.
Dekorasi yang indah ditambah sunset sore itu membawa acara tersebut menjadi lebih istimewa. Dan sekarang gilirannya sesi lempar bunga, dimana sudah ada Amanda, Erik, Dion, beberapa orang penting yang diundang pun juga bersiap menerima lemparan bunga tersebut.
"Anna ke toilet dulu ya ma! " pamit Anna pada mamanya.
"Kamu nggak ingin ikut sesi tangkap bunga nak?" tanya Bu Veronica pada Anna.
"Enggak deh ma" jawab Anna.
"Yasudah cepatlah kembali" ucap Bu Veronica yang diangguki oleh Anna.
__ADS_1
"HOREEE..... " teriak Dion dengan semangat karena mendapatkan lemparan bunga tersebut.
"Lo mau nikah sama siapa yon?" tanya Andra sirat akan ejekan.
"Yaelah, jangan remehin gue. Bentar lagi gue nyusul nih! " ucap Dion sambil menunjukkan buket yang ia dapatkan.
"Yahh.... nggak dapet bunganya!" ucap Amanda dengan lesu.
"Nggak papa. Cuma buket bunga doang. Yang penting jodoh didepan mata" ucap Erik mencoba menghibur Amanda.
"Yeeee..... bisa aja bambang. Tapi emang bener sih" jawab Amanda.
"Anna! " ucap seseorang sambil mencekal tangan Anna yang baru keluar dari toilet.
Anna menoleh kebelakang dan mendapati Rayn berada di hadapannya. Meski belum ingat, namun ia bisa melihat sirat kerinduan dimata Rayn yang membuat Anna bertanya-tanya.
"Ka-kamu...... " ucapan Anna terpotong saat Rayn tiba-tiba memeluknya.
Ada rasa nyaman yang tiba-tiba muncul dari diri Anna saat Rayn memeluknya. Ia juga bisa mendengar suara isak tangis dari laki-laki yang memeluknya. Pelukan itu begitu erat seakan-akan, laki-laki itu takut kehilangan Anna.
Anna yang tersadar langsung melepaskan pelukan itu. Ingin rasanya ia marah, namun tidak jadi saat melihat raut wajah bahagia di wajah Rayn meski masih menangis.
"Kamu siapa sih? kok tiba-tiba meluk-meluk gitu! nggak sopan tau! " protes Anna yang tidak menghiraukan perkataan Rayn.
"Aku Rayn pacar kamu! Kita juga sudah bertunangan sayang! " ucap Rayn mencoba menjelaskan.
"Jangan mengada-ngada deh! aku aja nggak kenal sama kamu! " jawab Anna.
Rayn mencoba membuka galeri di hpnya lalu menunjukkan beberapa foto-foto dirinya dan Anna pada masa pacaran dulu.
"Ini saat kita bertunang dulu! Aku tahu kamu nggak ingat sama aku. Tapi aku yakin, perasaan kamu nggak akan pernah lupa sama cinta kita sayang! " ucap Rayn.
Anna masih diam untuk mencerna semua yang terjadi. Foto-foto yang ia lihat, dan perasaannya saat ini membuatnya bingung.
"Benarkah itu? tapi kenapa kamu baru menemuiku hari ini?" tanya Anna mencoba mencari kejujuran dari jawaban Rayn.
"Tidak sayang. Aku selalu menemuimu saat dirumah sakit tapi.... " ucapan Rayn terpotong saat Bu Veronica datang dan membawa Anna menjauh dari Rayn.
Rayn tak bisa lagi mengejarnya, meski ia ingin. Dirinya hanya bisa berharap Anna kembali merasakan adanya cinta diantara mereka.
"Mama tadi.... " tanya Anna namun dipotong oleh mamanya.
__ADS_1
"Dia orang jahat. Kamu jangan lagi dekat-dekat denngannya." ucap Bu Veronica dengan nada yang seperti menahan marah.
Anna tak lagi bertanya pada mamanya karena sepertinya bukan waktu yang tepat. Ia hanya bisa mencari jawaban itu lewat perasaan dan ingatannya meski sulit.
Acara wedding hari ini berjalan dengan lancar dan istimewa. Semua orang yang hadir merasa takjub dengan tema wedding kali ini. Ditambah pengantin yang serasi dimata mereka.
Saat-saat para tamu sudah berpamitan. Kini hanya tinggal Andra dan Thea yang diliput suasana canggung.
"Ayo kita pulang! " ucap Andra pada Thea.
Thea mengangguk mengiyakan meski perasaannya campur aduk satu mobil berdua dengan Andra. Biasanya kalau pengantin baru akan ada sopir yang mengantar mereka. Namun kali ini pengantinnya sudah mandiri, alias Andra sendiri lah yang menyetir mobil untuk istrinya.
Beberapa menit menempuh perjalanan hingga sampailah di sebuah rumah mewah, dimana sudah ada para maid yang menyambut kedatangan mereka.
"Ini rumah kamu?" tanya Thea pada Andra.
"Rumah kita. Selamat datang dirumah kita" jawab Andra lalu melepas seatbelt nya.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap para maid bersamaan dengan hormat.
"Apa Dion kesini?" tanya Andra yang tak sengaja melihat mobil Dion terparkir di halaman rumahnya.
"Iya tuan" jawab salah seorang maid.
"Ayo masuk" ajak Andra pada Thea sambil menggandeng tangannya.
"Wahh..... yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah datang juga. Mau isi energi dulu atau langsung ehem...ehem... " ucap Dion dengan nada dibuat-buat.
"Kalian antar nyonya ke atas" ucap Andra pada para maid yang sudah dimengerti para maid.
"Lo ngapain ada disini? udah sana pergi! " ucap Andra dengan ekspresi tidak suka.
"Yaelah bro bro, harusnya lo tuh seneng gue kesini. Siapa tahu ada yang ingin ditanyakan seputar malam pertama. Meski gue belum pernah prakteknya tapi gue pahamlah teorinya." jawab Dion.
"Cihh.... lo remehin gue? Udah lo pulang sana peluk guling. Awas kesini lagi, gue jadiin tahu bulat lo! " ucap Andra dengan nada dingin.
"Yaelah iya iya gue pulang. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi akang Dion! " ucap Dion sambil menaik turunkan alisnya lalu berlalu pergi dari rumah Andra.
"Dasar jomblo akut. Kalau nggak cepet-cepet dicariin pawangnya bisa sedeng terus tu bocah! " cerutu Andra sambil berjalan menuju ke kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1