Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Kata cintanya hanyalah bulshit.


__ADS_3

"Hallo Ma?"


Thea memberi isyarat pada Rayn untuk tidak bersuara karena mamanya sedang menelponnya.


"Kamu dimana nak? ini sudah malam?"


"Iya ma ini mau pulang kok." jawab Thea gugup.


Dalam hati, Thea berharap kalau sang Mama tidak memberondong pertanyaan lagi yang membuatnya tersudut. Padahal posisinya sudah tersudut, dimana Rayn memaksa Thea duduk dengan kepala bersandar di dadanya dengan dalih agar dirinya bisa lebih baik dari sebelumnya.


"Mama sama papa sepertinya akan pulang larut malam nak, karena acaranya belum selesai. Ini sudah malam, kamu segera pulang ya. Jangan lupa kabari mama nanti kalau kamu sama Anna sudah sampai rumah."


Rayn bisa mendengar dengan jelas jika kedua orang tua Thea sedang tidak ada dirumah, begitu juga Anna.


"Iya ma" jawab Thea lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Aku mau pulang Ray! "


Thea melepaskan tangan Rayn yang melingkar di pinggangnya dan hendak beranjak dari duduknya. Namun Rayn menahannya untuk tetap pada tempatnya.


"Aku akan mengantarmu pulang! "


Rayn tersenyum ke arah Thea sambil mengusap lembut rambut Thea.


"Jangan aneh-aneh deh. Aku nggak mau..... "


"Semua orang sedang tidak ada dirumah kan? Menurut lah sayang. Atau kamu mau aku memberitahu Anna soal hubungan kita?"


Rayn memotong ucapan Thea dan membuat Thea mau tidak mau menuruti apa yang Rayn katakan.


Rayn senang melihat Thea yang mau patuh pada ucapannya. Thea terlihat menggemaskan saat ini, ingin rasanya Rayn membawanya terbang melayang. Namun ia tidak akan melakukan hal sebejat itu pada Thea, meski keadaan sangatlah mendukung. Rayn percaya pada karma, karena itu ia tidak mau kakak perempuan yang ia sayangi ataupun jika punya seorang putri nanti terkena imbasnya.


"Kamu ingin membeli sesuatu sayang?" tanya Rayn pada Thea saat mereka melewati sebuah swalayan.


"Enggak" jawab Thea ketus.


Rayn menghela nafasnya kasar, ia tidak suka melihat Thea yang sekarang. Rayn sadar kalau perubahan sikap Thea karena dirinya. Namun Rayn masih berat melepaskan Thea. Ia sayang pada gadis yang sedang duduk di sebelahnya. Selama tiga tahun ia gagal melupakan Thea, padahal ia sudah punya Anna.


Tak terasa mobil Rayn sudah sampai di depan rumah Thea. Thea buru-buru melepas seatbeltnya dan hendak membuka pintu mobilnya Rayn. Namun Rayn mencegah Thea dan mendekatkan wajahnya pada wajah Thea.


"Aku cinta sama kamu sayang."


Thea bisa merasakan nafas Rayn mengenai wajahnya karena saking dekatnya. Ditambah suara Rayn yang mengucapkan kata cinta seakan-akan menghipnotis dirinya.


'Jangan goyah Thea. Kata cintanya hanyalah bulshit. Sampai saat ini cowok itu tetap menjadikanmu yang kedua' ucap Thea dalam hati


Rayn mendekatkan bibirnya pada bibir Thea. Ia mel**at bibir Thea namun sang pacar tidak membalas maupun membuka bibirnya. Rayn mengepalkan tangannya karena kecewa.


"A-aku masuk dulu Ray. Terimakasih"


Rayn mematung memandangi sang pacar keluar dari dalam mobilnya. Ia pun juga tidak mencegahnya lagi.


"Apa benar rasa cinta kamu sudah tidak ada lagi sayang?" ucap Rayn sambil menatap kursi sebelahnya dimana tadi di duduki oleh Thea.

__ADS_1


Rayn menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Thea. Ia masih memikirkan tentang Thea di sepanjang jalan, hingga tak sadar jika dirinya berpapasan dengan mobil Anna yang hendak menuju rumahnya.


'Itu bukannya mobilnya Ray ya? Kenapa sepertinya habis dari rumah?' ucap Anna dalam hati.


Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Anna langsung mengambil hpnya untuk menelepon sang pacar.


Tiga kali panggilan teleponnya tidak dijawab sama sekali. Padahal Anna masih dirundung rasa penasaran soal Rayn yang datang ke rumah tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


"Cih, malah ketawa. Awas ya kamu Amanda.... " Ucap Thea pada Amanda diseberang telepon.


"Thea?"


Deg.....


Botol sabun yang Thea pegang terjatuh ke dalam mesin cuci. Alhasil banyak sabun cair yang tumpah di dalam mesin cuci. Thea langsung menyelamatkan botol sabunnya meski isinya tinggal sedikit.


"Kamu nggak papa kan Thea?"


Thea langsung mematikan teleponnya sepihak karena melihat Anna semakin mendekat ke arahnya.


"Ng-nggak papa kok Anna. Kamu tadi ngagetin aku, ada apa?"


"Aku mau tanya sama kamu? Apa tadi Ray kesini?"


'Mampus kamu Thea! ' ucap Thea dalam hati.


Drrrttt...... drrrttt......


"Emm..... "


"Sayang" sapa Anna pada Rayn di seberang telepon.


Huhhh......


Thea menghela nafas lega karena Anna pergi dari hadapannya. Ia segera mencuci pakaiannya yang berbau petai tadi.


Sebelum Anna datang memberondong pertanyaan tentang Rayn, Thea segera menjemur pakaiannya yang sudah ia cuci lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Tadi aku menemani Rini untuk menemui WO nya. Karena pekerjaan calon suaminya sedang tidak bisa di tinggalkan sayang."


"Rini mau menikah?" tanya Rayn di seberang telepon.


"Iya sayang. Meski dia belum lulus kuliah sama seperti diriku. Tapi dia sudah siap untuk diajak berumah tangga oleh calon suaminya." jawab Anna.


"Aku turut senang mendengarnya." ucap Rayn


Di tempat lain, Dion sedang bersama para anak buahnya. Ia duduk diatas kap depan mobilnya sambil memainkan sebuah bunga liar jenis daisy putih kuning. Tak lupa puisi-puisi yang ia ucapkan dengan penuh penghayatan.


"Oh neng Risa"


"Cubitanmu begitu nikmat sampai ke hati"


"Membuat Abang mabuk kepayang"

__ADS_1


"Berlarilah ke pelukanku duhai sayangku"


"Akan ku hangatkan engkau di malam yang dingin ini"


"Sepertinya bos lagi mabuk cinta" bisik anak buah Dion pada temannya.


"Dapet cewek lagi kali" jawab anak buah Dion yang lain.


"Semoga kali ini bukan istri orang lagi. Bisa-bisa bos jadi rempeyek lagi di tangan suaminya. Hihihi" mereka menertawakan Dion karena mengingat kejadian sebelumnya dimana Dion babak belur telah menggoda istri orang.


"Heh gue denger ya! Gue dulu bukannya nggak jago bela diri, tapi gue kasihan aja sama anak dalam kandungan istrinya kalau harus jadi yatim mendadak karena bapaknya gue geprek." ucap Dion pada anak buahnya. Padahal realita nya tidak seperti ucapkan.


Seketika anak buah Dion terdiam. Tak lama kemudian salah satu anak buahnya yang tadinya menyamar menjadi tukang kebun dan tukang bersih-bersih di villa Rayn datang.


"Ini bos hasil rekaman cctv nya"


Dion menerima hp anak buahnya yang menampilkan rekaman cctv saat Rayn dan Thea berada didalam kamar villa.


"Kerja bangus. Kirimin ke gue" ucap Dion yang diangguki oleh anak buahnya.


Setelah mendapat hasil rekaman cctv nya. Dion mengirimkannya pada Andra dan langsung dilihat olehnya.


"Apa sekarang Thea sudah sampai rumah?" tanya Andra pada Dion.


"Kata anak buah gue, sudah diantar cowoknya sampai rumah." jawab Dion.


"Pantau Thea terus, jangan biarkan Rayn menyakitinya meski hanya seujung kuku." ucap Andra pada Dion.


"Biar di pantau anak buah gue aja ya? Gue kan ngurus perusahaan lo yang ada disini." Ucap Dion dengan nada memelas.


"Ck, ngurus perusahaan. Emang lo tadi masuk kantor?"


"Gue ijin nggak masuk sehari doang bro. Dan udah di ijinin tadi sama sekretaris lo" jawab Dion.


"Ya iyalah di ijinin. Dia kan salah satu cewek yang lo baperin doang tapi nggak jelas statusnya."


"Hehe tau aja lo Ndra." jawab Dion cengengesan.


"Lo nggak kasihan apa sama dia?" tanya Andra pada Dion.


"Gue cuma temenan aja bro sama dia. Lagian gue udah ketemu yang pas buat jadi calon ibu dari anak-anak gue nanti." jawab Dion.


"Terserah lo aja. Awas aja kalau nanti sekretaris gue galau merana trus kerjaannya terbengkalai gara-gara lo. Maka lo yang gue jadiin tumbal proyek di kota X itu."


"Waduh jangan dong bro. Tega amat lo sama sahabat sendiri. Neng Risa sama siapa dong ntar kalau jodohnya lo tumbalin. Kasihan kalau dia jadi perawan tua Ndra" jawab Dion dengan nada memelas.


"Idihh, emang spesies lelaki cuman lo doang apa? Mana mau tuh cewe sama lo, kalau tau kelakuan lo yang seneng baperin cewek sana sini. Yang ada lo langsung di blacklist dari daftar cowok idamannya"


Dion merenungi ucapan Andra sebelum teleponnya di matikan tadi. Risa berbeda dengan cewek-cewek lain. Ia tidak mudah luluh dengan ketampanan Dion bahkan rayuan mautnya. Dion merasa ucapan Andra ada benarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...

__ADS_1


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...


__ADS_2