Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Happy birthday to you


__ADS_3

Rayn dan Thea berjalan kearah mobil mereka masing-masing. Rayn merasa bersalah pada Thea karena hanya sebentar mengajaknya naik perahu dan menikmati pemandangan danau.


"Maaf ya sayang, lain kali aku ajak kamu kesini lagi."


Thea memaksakan senyum agar tidak terlihat sedih di hadapkan Rayn.


Rayn mendekatkan wajahnya pada Thea lalu mencium kening dan kedua pipi Thea. Thea merasa senang dan membalas mencium kedua pipi Rayn.


"Aku pulang dulu Ray" ucap Thea pada Rayn.


"Iya. Hati-hati di jalan" Rayn melambaikan tangannya sambil tersenyum menatap Thea yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


Rayn mengabari Anna kalau dirinya akan berangkat ke tempat dimana Anna sudah menunggunya.


Rayn


(Aku berangkat kesana sayang)


Anna


(Hati-hati dijalan sayang)


Rayn


(Oke)


Di sebuah restauran dimana dulu Rayn menyatakan perasaannya pada Anna. Dan kini sang gadis sudah menempati meja yang sama untuk menunggu sang pacar.


Anna tersenyum memperhatikan dirinya yang sudah cantik lewat layar hpnya yang menampilkan camera.


Ia tidak sabar melihat ekspresi Rayn nantinya.


Dua puluh menit kemudian Rayn sudah sampai di restoran tersebut. Ia melihat Anna berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangannya.


"Sayang? " Rayn tak berkedip melihat Anna yang cantik dengan gaun berwarna putih selutut.


"Happy birthday sayang" Anna mengajak Rayn untuk duduk bersamanya.


Rayn melihat meja yang terdapat dua gelas berisi wine. Tak lama kemudian dua orang waiters membawa makanan mereka dan juga satu buah kue.


"Kamu yang menyiapkan semua ini?" tanya Rayn pada Anna.


"Yes, special for you. Maaf sayang, aku baru bisa menyiapkannya sekarang. " jawab Anna.


"Aku saja yang ulang tahun lupa kalau hari ini hari ulang tahunku. " ucap Rayn.

__ADS_1


"No Problem love. Mungkin karena kamu tadi cemas mencari kak Risa, syukurlah kak Risa sudah ketemu" ucap Anna.


Rayn memang memberi tahu Anna kalau dirinya tidak bisa menjemputnya berangkat kuliah pagi ini karena harus mencari kakaknya. Anna memaklumi Rayn dan ingin membantu mencarinya. Namun Rayn menolaknya karena Anna bisa ketinggalan jam pertama kuliahnya hari ini.


"Happy birthday to you. Tiup lilinnya sayang." ucap Anna yang diangguki oleh Rayn.


Rayn memejamkan matanya dan berdoa setelah itu meniup lilin angka dua puluh dua diatas kue ulang tahun yang sudah disiapkan Anna.


"Yeeeyy... " Anna mengambil video sang pacar saat meniup lilinnya.


"Ini untukmu sayang" Anna memberikan sebuah hadiah yang dibungkus dengan kotak kado berwarna hitam.


"Apa ini? " tanya Rayn padanya.


"Buka aja" jawab Anna sambil tersenyum.


Rayn membuka tali kado yang berwarna abu-abu lalu membuka kadonya. Rayn tersenyum melihat kado yang diberikan Anna padanya. Ia tidak menyangka kalau Anna akan memberikan kado spesial untuknya.


"Kamu yang buat? " tanya Rayn dengan mata berkaca-kaca.


"Iya. Apa kamu suka? " tanya Anna pada Rayn.


"Suka banget sayang. Aku memang nggak butuh hadiah yang mahal. Tapi hadiah dari kamu ini istimewa dan berkesan. " jawab Rayn membuat senyum Anna semakin lebar.


Rayn berdiri dan meletakkan kado dari Anna di atas meja. Sebuah scrapbook tentang mereka berdua selama tiga tahun bersama. Rayn meraih kedua tangan Anna dan diikuti Anna berdiri dari duduknya.


Anna senang karena Rayn menyukai kado darinya. Ia tahu sang pacar tidak begitu suka diberi barang mewah. Oleh karena itu Anna berinisiatif untuk membuat scrapbook tentang perjalanan cintanya dengan Rayn.


Rayn melepaskan pelukannya terlebih dahulu. Ia melihat Anna yang tampil lebih anggun hari ini. Anna benar-benar cantik dimatanya.


"Aku mencintaimu sayang" ucap Rayn.


"Aku juga mencintaimu Ray" jawab Anna.


Rayn mendekatkan wajahnya pada Anna hingga bibir keduanya bersentuhan. Anna memejamkan matanya menerima sang pacar melu**t bibirnya dengan lembut. Ia juga membalas ciuman dari Rayn hingga mereka berdua saling berci**an dengan penuh cinta.


Masih dalam mode romatis dimana Rayn membawa Anna untuk duduk di pangkuannya dan mereka saling menatap satu sama lain. Rayn mengusap kepala Anna dan merasakan betapa halus rambut Anna. Sedangkan Anna mengalungkan tangannya di leher Rayn.


"Kamu cantik sayang" Ucap Rayn terpesona dengan kecantikan Anna.


"Hemm, cantikan mana sama bulan?" Anna menunjuk ke arah bulan sabit yang terlihat indah malam itu.


"Cantikan kamu" jawab Rayn sambil mengusap pipi Anna.


Anna tersenyum mendengar jawaban Rayn. Sudah ribuan kali sang pacar mengatakan itu tapi hari ini pujiannya terasa seperti istimewa.

__ADS_1


"Ray? "


"Hmm" jawab Rayn sambil mengusapkan hidungnya di pipi Anna.


"Kita sudah tiga tahun berpacaran. Kamu serius tidak dengan hubungan ini? " tanya Anna pada Rayn.


Deg...


'Mengapa Anna bertanya seperti itu? ' ucap Rayn dalam hati.


"Kenapa sayang? " Rayn menatap Anna dengan serius kali ini.


"Perasaan cinta aku ke kamu sudah terlalu dalam Ray. Aku takut kamu ninggalin aku. Aku nggak tahu harus bagaimana nanti jika suatu saat kamu ninggalin aku dimana perasaanku sudah sangat dalam ke kamu." ucap Anna.


Glek...


Rayn menelan salivanya. Andai Anna tahu kalau ia sudah membagi cintanya pada cewek lain. Apalagi cewek itu adalah saudara kembarnya sendiri. Anna pasti akan merasa disakiti oleh orang-orang yang dia sayangi.


"Aku nggak akan ninggalin kamu. Aku cinta sama kamu Anna" jawab Rayn meyakinkan Anna.


'Maaf sayang' ucap Rayn dalam hati.


"Terimakasih sudah mau mencintaiku." Anna mengecup bibir Rayn sekilas dan Rayn tersenyum menatapnya.


"Pertanyaan kamu tadi bikin aku jantungan sayang. Aku pikir kamu mau dijodohin, makanya nanya keseriusan hubungan kita. " Ucap Rayn yang disambut tawa cekikikan Anna.


"Kamu takut aku dijodohin sama cowok lain?" Rayn mengangguk mengiyakan.


"Papa dan mama kan tahu kalau aku pacaran sama kamu dan mereka merestui kita. Jadi ya kecil kemungkinan sih. Entahlah kalau Thea. " ucap Anna.


"A-apa Thea dijodohkan?" tanya Rayn memastikan.


"Papa sempat membahas kalau Thea cocok dengan rekan bisnis yang mengantar Thea pulang waktu itu. Emm, siapa ya namanya aku lupa sih. An-Andra, ah iya namanya Andra. Dia masih muda sih dan waktu itu pas makan malam bersama, papa memperhatikan Andra menatap Thea dengan rasa cinta kata papa. Ditambah Thea kan lagi jomblo." ucap Anna.


Rayn terbakar cemburu saat itu juga. Hatinya terasa panas, dan rahangnya mengeras. Namun ia tetap memaksakan tersenyum agar tidak terlalu kentara dihadapan Anna.


Di tempat lain, tepatnya disebuah kamar gadis yang sedang seperti kapal pecah. Thea berguling-guling diatas tempat tidurnya. Banyak kertas terbuang yang berserakan di lantai kamarnya.


"Ishh.... mengapa salah tulis melulu sih?. Fokus Thea fokus! " Thea menyemangati dirinya sendiri sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.


Thea melirik sesekali pada layar hpnya dimana belum ia matikan tadi karena langsung menangis melihat postingan di Instagram Anna yang memperlihatkan keromantisannya dengan Rayn.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...

__ADS_1


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...


__ADS_2