Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Amanda yang mengetahui kebenarannya


__ADS_3

Anna bersama kedua orang tuanya sedang bersantai di ruang keluarga malam itu. Mereka asik mengobrol hingga kepulangan Thea mengalihkan pandangan mereka.


Thea datang dengan wajah berseri-seri, ia membawa tiga bungkus bakso pesanan orang tuanya dan Anna.


"Cuma tiga bungkus Thea? kamu tidak mau makan bakso juga? " tanya Mama yang sudah menerima bungkusan bakso tersebut.


"Thea masih kenyang mama, kalian makan aja duluan!. Thea mau mandi. " jawab Thea.


Anna memperhatikan ada sesuatu yang berbeda dari saudara kembarnya itu. Entahlah apa yang berbeda, Anna masih belum tahu. Tapi yang jelas wajah Thea tampak sedang berbunga-bunga sekarang.


Anna kedapur dan mengambilkan beberapa mangkok untuk menikmati bakso yang sudah mereka tunggu-tunggu. Meski mereka keluarga kaya, namun untuk soal makanan mereka lebih suka makanan merakyat.


Didalam kamarnya, Thea sudah selesai mandi dan berpakaian. Ia mengecek hpnya, siapa tahu ada chat yang masuk. Dan benar saja, sepuluh menit yang lalu ada chat masuk dari Rayn, dan Amanda.


Rayn


(Kamu sudah sampai di rumah, sayang?)


Thea


(Sudah sejak tadi, maaf baru membalas chat mu)


(Kamu udah sampai rumah apa belum Ray?)


Namun Rayn sedang offline jadi Thea pikir ia akan membalas chat Amanda saja.


Amanda


(P)


(Thea?)


(Tugas yang deadlinenya besok udah selesai? lihat dong?)


Thea


(Mampus, belommm Nda)


"Duhh baru inget lagi kalau besok deadline tugas dari Pak Beni" gumam Thea merutuki dirinya karena belum mengerjakan tugasnya yang itu sama sekali.


Amanda


(Nggak sendirian berarti, hehehe)


(Gabut nih, ngerjain bareng yuk biar semangat)


Thea


(Boleh, dirumahku aja. Sekalian menginap.)


Amanda


(OTW)


Setengah jam kemudian Amanda sudah sampai dirumah Thea. Setelah berbasa-basi sebentar dengan orang tuanya Thea, Amanda menuju ke kamar Thea.


"Gila ya Pak Beni kalau ngasih tugas, nggak kaleng-kaleng."

__ADS_1


"Iya. Padahal udah dua jam ngerjain tapi masih dapet setengahnya doang"


"Kalau aku yang jadi dosen. Bukan tugas yang seperti ini yang aku kasih. Tapi lebih banyak lagi, Hahaha" ucap Amanda yang disambut tawa cekikikanya Thea.


"Yang ada pada kabur tuh mahasiswa mu, hahaha" sahut Thea.


"Siapa suruh ngasih tugas sebanyak ini. Laper Thea, makan yuk"


Thea melihat kearah jam menunjukkan pukul sebelas malam.


"Yakin? nggak takut gemuk jam segini makan?" tanya Thea memastikan karena Amanda selalu menjaga postur tubuhnya agar selalu terlihat ramping.


"Pop mie aja deh, jangan yang berat-berat" jawab Amanda.


"Tunggu sini. Aku aja yang buatin."


"Oke"


Amanda lalu melanjutkan lagi mengerjakan tugasnya yang belum selesai. Tatapannya yang fokus pada laptopnya menjadi teralihkan ke arah ponsel Thea yang terus berbunyi.


"Ada chat masuk, siapa sih berisik bangeeeet" Amanda terkejut membaca chat dari Rayn di HP Thea.


Rayn


(Aku udah sampai rumah dari tadi. Hp aku lowbat jadi baru bales.)


(Mimpi indah sayang)


"Astoge, ini si Ray salah kirim atau bagaimana? masa bilang sayang ke Thea. Pacarnya kan Anna bukan Thea" Amanda masih syok dengan apa yang ia lihat barusan.


Tak lama kemudian Thea datang membawa dua pop mie. Amanda bertekat untuk menanyakannya pada Thea.


"Hmm" Thea menjawab sambil memakan mie nya.


"Tadi ada chat masuk dari Ray, maaf aku membacanya karena berisik banget. "


Thea tersedak kuah mie nya lalu meminum air putih di sebelahnya.


"Kamu nggak papa kan Thea? " Amanda mengusap-usap punggung Thea agar terasa jauh lebih baik.


"Nggak papa." jawab Thea kikuk.


Thea mengambil hpnya yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya duduk karena ia dan Amanda mengerjakan tugas di atas karpet berbulu.


Thea mulai membaca chat dari Rayn, ia tidak bisa menyembunyikan yang sudah Amanda ketahui saat ini.


"Kamu udah baca Nda? "


"Iya udah. Ray salah kirim ya? kok manggil kamu sayang. Kan pacarnya Ray itu Anna. "


"I-iya"


"Kenapa Thea?"


"Hah, anu itu.... "


"Eh tunggu. Ini kamu sejak kapan punya kalung liontin lope-lope? baru dibeliin mama papamu ya?. Bagus liontinnya, cocok kamu makainya." Amanda tak sengaja melihat kalung yang dipakai Thea karena Thea salah tingkah hingga menggaruk lehernya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Bu-bukan. Ini dari Ray"


"WHAT? " Apa yang Amanda dengar barusan membuatnya reflek berteriak. Untung saja seluruh ruangan di rumah ini didesain memiliki peredam suara termasuk kamar Thea, kalau tidak pasti seluruh penghuni rumah akan terbangun karena Amanda.


"Chat itu juga tidak salah kirim. " Thea jujur pada Amanda.


Thea menceritakan bagaimana Rayn menembak dirinya untuk jadi pacarnya hingga saat ini. Amanda jelas sangat tidak menyangka. Perubahan pada diri Thea selama beberapa hari ini tak sedikitpun ia mencurigainya.


Amanda pikir, Thea bosan dengan stylenya yang mamba jadi beralih agak berwarna meski masih setia dengan celana ketimbang rok. Aura bahagia yang terpancar diwajah Thea akhir-akhir ini juga tidak ia curigai sama sekali.


"Apa Anna tahu? "


"Kamu yang tahu pertama kali" jawab Thea.


"Kalau Anna tahu bagaimana? Bisa mampus kamu di jadiin ayam geprek sama Anna."


"Berarti kamu oknum yang memberi tahunya."


"Iya juga ya, hehehe"


"Aku juga nggak tega Nda sebenernya sama Anna. Please, jangan kasih tahu siapapun dulu ya. Termasuk Anna."


"Apa yang kamu lakukan itu nggak bener menurut aku sih Thea. Tapi mendengar apa yang kamu ceritakan barusan. Sepertinya Ray memang mencintai kamu begitu juga kamu mencintainya. Dan perasaannya sama Anna mungkin bisa dibilang seperti obsesi karena Ray mengejar kecantikannya." Thea merenungi apa yang diucapkan Amanda padanya.


"Kita lihat aja dulu Thea. Kalau dalam waktu dekat Ray bergerak memutuskan Anna dan memilih dirimu berarti dia memang serius padamu. Tapi jika ia masih mempertahankan kalian berdua menjadi pacarnya, apalagi hubunganmu denganya yang ditutup-tutupi. Aku rasa dia hanya mempermainkamu. "


"Itu juga yang sedang aku pikirkan."


"Eh btw, gimana rasanya berciuman dengan Ray? Nafasnya wangi tidak? atau bau jigong?" pertanyaan absurd dari Amanda sukses membuat suasana menjadi lebih santai dari sebelumnya.


"Mau tau? "


"banget" jawab Amanda antusias.


"Emm.....,Kepo"


"Kampret!. Orang nungguin jawaban malah bercanda. "


Thea tertawa terpingkal-pingkal, bisa-bisanya Amanda menanyakan hal yang dia sendiri sudah tahu bagaimana rasanya berciuman dengan pacarnya sendiri.


Anna yang belum bisa tidur memutuskan untuk menelpon Rayn karena baru saja melihat Rayn masih online.


"Kamu belum tidur sayang? " tanya Rayn diseberang telepon.


"Belum, makanya telpon kamu" jawab Anna dengan suara manja.


"Aku rindu kamu sayang. Seharian kemana aja nggak ada kabar? " tanya Anna pada Rayn.


"Maaf ya sayang. Tadi aku lagi sibuk ngerjain tugas kuliah banyak banget" jawab Rayn berbohong.


Lagi-lagi Anna percaya pada apa yang Rayn ucapkan. Selama tiga tahun berpacaran, Rayn memang menujukkan dirinya setia pada hubungan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya. Jangan lupa dukungannya. Kritik dan saran dari kalian sangat membantu aku dalam mengembangkan cerita ini. ...

__ADS_1


...Thankyou 🧡🧡🧡...


__ADS_2