Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Dua saudara


__ADS_3

Anna menghindar saat Thea hendak menenangkan dirinya. Tatapan Anna menyiratkan amarah dan kekecewaan pada saudara kembarnya. Tanpa sengaja Thea melihat Anna memegang hpnya, ia sudah bisa menebak kalau hal itu berhubungan dengan Rayn.


"Anna aku bisa jelasin! " ucap Thea mencoba mendekati Anna, namun Anna tetap menghindarinya.


Thea menghela nafasnya kasar, lalu ia mencoba menjelaskan semuanya pada Anna. Bisa Thea lihat, kalau Anna semakin sedih dan kecewa padanya. Thea merasa bersalah hingga ia hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Apa salahku Thea? Kenapa kamu setega itu padaku? Ka-kalian benar-benar Arrrggghhh..... " Anna tidak kuat lagi untuk melanjutkan kata-katanya.


Anna terduduk dilantai dengan Air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Ia tidak pernah menyangka akan dihianati seperti ini dengan orang-orang yang ia sayangi. Penjelasan dari Thea benar-benar memukul dadanya dengan sangat keras hingga terasa sakit.


"Anna" Thea mencoba mendekati lagi saudaranya dan kali ini Anna tidak menghindari dirinya lagi.


"Aku minta maaf" ucap Thea.


"Maaf kamu bilang, hah? Permintaan maafmu tidak bisa mengembalikan kepercayaanku padamu lagi. Dan kalian. Kalian bermain begitu rapi untuk menutupi hubungan kalian dariku. Hebat sekali kamu Thea" ucap Anna sambil berdiri lalu bertepuk tangan.


Thea yang masih diposisinya yang terududuk dilantai hanya bisa pasrah menghadapi pelampiasan amarah Anna. Ia akan menerimanya meski Anna menjambak, mencakar atau yang lainnya. Tapi itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang Anna yang anggun dalam segala hal.


"Kamu bilang apa tadi? Ray lebih mencintai diriku dan memilih melepaskan kamu? Ku sebut apa untuk hal itu ya, cinta sejati ku yang menang atau sumbangan kebahagiaan darimu?" ucap Anna dengan nada penuh penekanan.


"Tidak Anna. Ray memang lebih mencintai kamu karena itu.... " Thea langsung berdiri dan mencoba menjelaskan prasangka Anna.


"Karena itu tidak enak hati dia memutuskan hubungan yang sudah lama terjalin denganku." potong Anna sambil tertawa namun air matanya kembali membasahi pipinya.


Thea merasa tawa Anna bukanlah tawa yang wajar. Ia khawatir kalau saudaranya itu mengalami depresi. Namun ia menepis pikiran-pikiran buruknya itu, selama bertahun-tahun Anna selalu sehat jiwa dan pikirannya.


Suasana kamar Thea terasa seperti mencekam namun bukan badai atau angin ribut yang sedang beradu kekuatan. Melainkan ketegangan hubungan antara dua saudara yang baru pertama kali terjadi.


"Anna ak... " ucapan Thea terpotong dengan bentakan Anna hingga membuat Thea berjengit kaget.


"CUKUP" ucap Anna dengan penuh amarah. Pertama kali Anna membentaknya, dan Thea bisa melihat dengan jelas tatapan permusuhan dari saudara kembarnya itu.

__ADS_1


"Sepatah kata yang kamu ucapkan lebih terdengar seperti sampah ditelingaku Thea. Jangan lagi memanggil namaku dengan mulut kotormu itu. Sangat menjijikan memiliki saudara sepertimu." ucap Anna lalu bergegas keluar dari kamar Thea.


Air mata Thea tumpah seketika. Hatinya seperti disambar petir dengan kekuatan yang besar. Tatapannya tanpa sengaja melihat pantulan dirinya dicermin meja riasnya. Ia menatap dirinya lekat-lekat. Perkataan Anna berputar-putar di kepalanya hingga ia hanya bisa menangis meringkuk.


Disisi lain, Anna yang baru tiba di kamarnya langsung masuk kedalam kamar mandi. Ia membasuh wajahnya dengan air untuk menghilangkan jejak kesedihannya. Setelah dirasa cukup, Anna bergegas keluar kamar dengan membawa kunci mobilnya tanpa membawa hpnya.


"Mau kemana nak?" tanya Pak Yuda yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Ingin keluar sebentar Pa, nanti sebelum jam sepuluh Anna sudah pulang kok." ucap Anna mencoba meyakinkan sang papa.


"Yasudah hati-hati dijalan. Apa perlu diantar sopir?" tanya Pak Yuda.


"Tidak pa terimakasih! " ucap Anna lalu bergegas menuju mobilnya dan meninggalkan rumahnya.


"Anna pergi kemana malam-malam begini pa?" tanya bu Veronica pada suaminya sambil meletakkan secangkir kopi dihadapannya.


"Ingin keluar sebentar katanya ma" jawab pak Yuda.


"Cuma sebentar kok ma katanya." jawab Pak Yuda yang sebenarnya juga khawatir setelah mendengar suara gemuruh yang hendak turun hujan. Namun ia tidak ingin membuat istrinya bertambah khawatir.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan dengan membawa amarah didada. Mobil Anna sudah sampai ditempat dimana ia bisa melihat mobil Rayn sudah terpakir.


Anna keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki club malam dimana ia bisa mendengar suara musik memenuhi seisi ruangan. Tatapan matanya berlari kesana kemari mencari sosok yang ia cari.


Matanya terpaku pada seseorang yang tengah duduk seorang diri didekat meja bar. Ia berjalan maju menghampiri orang tersebut yang tak lain adalah Rayn.


"Buatkan minuman yang sama dengannya" ucap Anna pada barista sambil menunjuk ke arah Rayn.


Rayn yang merasa mendengar suara seseorang yang ia kenal mencoba menoleh kesamping. Dan betapa terkejutnya dia melihat Anna sudah duduk disebelahnya.


"Sa-sayang?" Rayn mengedip-kedipkan matanya berulang kali untuk memastikan orang yang ia lihat benar adalah Anna.

__ADS_1


"Kamu ngapain malam-malam disini sayang?" ucap Rayn setelah yakin dan sadar kalau yang ia lihat adalah Anna.


"Menemuimu" jawab Anna singkat dan datar.


Rayn merasa ada yang berbeda dengan Anna. Firasatnya mengatakan tidak enak saat ini. Ia mencoba membujuk Anna untuk pulang namun ditolak oleh Anna.


"Minumanku belum ku minum" jawab Anna lalu hendak meminum minumannya namun ditepis oleh Rayn.


"Jangan meminum ini sayang! Ini tidak baik untukmu" ucap Rayn memberi pengertian pada Anna. Namun Anna malah kembali meraih minumannya dari tangan Rayn.


"Apa itu baik dan tidak baik?" tanya Anna lalu meminum minumannya.


'Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba berubah aneh?' ucap Rayn dalam hati.


"Sayang ayo ku antar pulang saja ya! Ini sudah malam dan tempat ini tidak baik untukmu." ucap Rayn setelah melihat Anna menghabiskan langsung segelas minumannya.


"Aku kesini ingin menemuimu bukan untuk kamu antar pulang! Maka dengarkan aku baik-baik." Anna menjeda ucapannya sejenak.


"Aku ingin mengakhiri hubungan denganmu Rayn Oktavio Roderick." ucap Anna sambil melepas cincin yang ia gunakan. Cincin pertunangan dengan Rayn.


Deg....


"Kamu ini ngomong apa sayang. Sudahlah ayo ku antar pulang" ucap Rayn.


"Kamu sudah menghianati hubungan kita dengan Thea bukan? Emm... sebentar nih ini. Kamu tadi menelpon Thea dan mengatakan perasaanmu padanya iya kan? Tapi sayang sekali sepertinya, keberuntungan sedang tidak berpihak padamu Ray. Thea tidak mendengar ungkapan perasaanmu tadi, tapi tidak apa. Karena tadi aku yang mengangkatnya, lain kali akan aku sampaikan padanya." ucap Anna sambil menunjuk hp Rayn yang memperlihatkan panggilan telepon terkahir dengan Thea.


Glek....


"Sayang aku bisa jelaskan" ucap Rayn sambil memegang kedua tangan Anna.


"Kata-kata yang sama seperti Thea" jawab Anna sambil mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2