
Sepanjang jalan tak henti-hentinya Andra tersenyum. Ia menoleh pada kursi sebelahnya yang tadi diduduki oleh Thea. Ia teringat bagaimana Thea salah tingkah saat Andra membantu membenarkan Seatbeltnya tadi.
"Lucu sekali"
Namun detik berikutnya senyum dibibir Andra luntur karena teringat cowok yang bersama Thea didepan rumah sakit waktu itu.
"Sudahlah Ndra, sepertinya Thea memang sudah punya pacar." Andra meyakinkan dirinya untuk tidak menaruh perasaan pada Thea.
Ditempat lain, Rayn sedang duduk diruang keluarga bersama anggota keluarganya. Mereka kedatangan seorang tamu yang tak lain calon suami kakaknya Rayn.
"Om Edwin, tante Ishana. Saya kesini ingin mengatakan hal yang penting kepada kalian! " ucap Kevin yang duduk disamping Risa yang tak lain adalah kakaknya Rayn.
"Hal penting apa yang ingin kamu katakan Kevin? " tanya pak Edwin pada calon menantunya itu.
Risa pun juga ikut bingung pada tunangannya yang tiba-tiba ingin mengatakan hal penting pada keluarganya.
"Saya meminta maaf. Saya tidak bisa melanjutkan hubungan saya dengan Risa lagi. " ucap Kevin pada akhirnya.
Sontak saja semua orang sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Kevin barusan. Risa tidak menyangka tunangannya tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya dengan tiba-tiba.
"Apa yang kamu katakan sayang? Kita akan menikah tahun depan! " Ucap Risa sambil meneteskan air matanya.
Rayn sebenarnya geram pada Kevin, ingin rasanya menghajar pria itu karena telah membuat kakaknya menangis. Namun ia ingin mendengar penjelasan lebih lengkapnya dulu dari mulut Kevin.
"Apa alasanmu memutuskan hubunganmu dengan anak saya dengan cara seperti ini? " tanya Pak Edwin dengan penuh penekanan. Sedangkan istrinya menenangkan suaminya agar tidak tersulut emosi saat itu juga.
Kevin menatap Risa dengan rasa bersalah. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenarannya pada Risa dan keluarganya. Risa perempuan yang baik, dan berhak bahagia dengan pria yang baik juga.
"Sa-saya baru saja menikah dengan perempuan lain." Kevin tidak berani menatap semua anggota keluarga Risa termasuk Risa.
"Ini pasti prank kan sayang? kamu pasti bohong kan? " tanya Risa sambil memukul-mukul dada Kevin.
"Tidak Risa. Aku memang baru saja menikahi perempuan lain karena dia mengandung anakku. " ucap Kevin lebih jelas.
Risa membeku sesaat, ia sangat syok hingga akhirnya pandangannya mengabur dan ia jatuh pingsan.
__ADS_1
Rayn langsung menarik kerah baju Kevin lalu melayangkan tinju berkali-kali diwajah Kevin.
"Dasar pria brengsek" teriak Rayn pada Kevin sambil terus memukulinya.
Kevin hanya diam saja karena ia pantas mendapatkan pukulan itu. Jika saja waktu itu ia tidak berambisi menghancurkan bisnisnya Andra karena mampu mengalahkan bisnisnya untuk yang kedua kali, hal ini tidak akan terjadi. Kevin mulai mendekati Sella yang tak lain adalah tunangannya Andra. Kevin tahu Sella adalah orang yang penting dalam hidup Andra karena itu ia ingin merebut Sella dari Andra.
Kevin pikir Andra akan terpuruk dan tidak bisa menjalankan bisnisnya lagi, namun ternyata Kevin salah. Andra bisa move on dari Sella dan tetap berdiri untuk mengelola bisnisnya.
Sella yang sudah diputuskan oleh Andra datang kepada Kevin dan mengatakan kalau dirinya sedang hamil anaknya Kevin. Saat itu juga Kevin frustasi, ia tidak mungkin tega menyuruh Sella untuk menggugurkan calon anak mereka. Namun disisi lain ia juga masih cinta dengan Risa bahkan mereka berencana akan melangsungkan pernikahan tahun depan.
Kevin akhirnya memilih menikahi Sella karena ia tidak mau anaknya nanti terlahir tanpa seorang ayah. Maka Kevin memberanikan diri hari ini untuk melepaskan Risa dengan baik-baik.
Pak Edwin yang syok sebenarnya juga ingin memukul Kevin hingga babak belur namun ia tidak bisa melakukannya karena faktor kesehatannya. Bu Ishana mencoba menyadarkan putrinya yang sedang pingsan karena syok, ia juga sama sedihnya saat mendengar kebenarannya.
"Cukup Ray" ucap Pak Edwin.
Rayn sebenarnya belum puas memukuli Kevin, namun sang Papa menghentikannya.
"Mulai sekarang jangan pernah lagi menemui putriku. Silahkan pergi dari rumah ini Kevin." ucap Pak Edwin tanpa menatap wajah Kevin yang babak belur.
'Semoga kamu bahagia Risa dengan laki-laki lain yang jauh lebih baik dari aku' ucap Kevin dalam hati lalu pergi dari rumah keluarga Roderick.
Rayn segera menggendong sang kakak kedalam kamarnya. Setelah beberapa menit, akhirnya Risa tersadar dari pingsannya.
"Ma, aku mau bicara sama Kevin ma. Ini pasti tidak benar." Ucap Risa yang hendak pergi menemui Kevin. Padahal kondisinya baru saja tersadar dari pingsannya.
"Sudahlah nak. Lupakan dia. Dia tidak pantas untukmu" ucap Mamanya Risa sambil menenangkan putrinya.
"Tidak ma tidak. Kevin itu setia sama Risa. "
"Jangan lagi menangisi pria brengsek itu Risa. Kamu harus melupakannya." ucap Pak Edwin dengan penuh penekanan karena putrinya masih saja ngotot menginginkan Kevin.
Setelah Pak Edwin keluar dari kamar Risa, kini Rayn menghampiri sang kakak untuk memenangkannya. Rayn bisa melihat raut wajah sedih dan terpukul pada sang kakak yang ia sayangi.
"Mengapa Kevin melakukan itu Ray? Apa salahku? " ucap Risa sambil menangis dipelukan sang adik.
__ADS_1
"Kakak jangan sedih lagi. Kakak terlalu baik untuk pria itu, makanya kakak di kasih tahu Tuhan tentang kebenarannya sebelum menikah dengannya. " Ucap Rayn agar kakaknya tenang.
Setelah kakaknya tenang, Rayn mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi dari rumah untuk menenangkan pikirannya.
Rayn menyetir mobilnya dengan suasana hati yang tidak baik. Ia menjemput Erik dirumahnya lalu mengajaknya pergi ke Club malam itu.
"Lo kenapa tiba-tiba ngajakin ke Club? "
"Lagi suntuk pikiran gue" jawab Rayn sambil menyetir.
"Ada masalah sama Anna? "
"Enggak." Rayn tidak ingin menjelaskan pada Erik kalau dirinya kepikiran omongan papanya sebelum pergi dari rumah tadi.
Papanya menyinggung Kevin seorang pria yang berani-beraninya menyelingkuhi putrinya yang baik dan setia kepadanya. Hal itu mampu menyentil perasaan Rayn.
Rayn melihat sendiri bagaimana sang kakak terluka dan sedih perasaannya atas apa yang dialaminya hari ini. Rayn membayangkan bagaimana perasaan Anna diposisi sang kakak yang tahu kalau Rayn telah menduakannya. Bahkan parahnya lagi Rayn menduakannya dengan saudara kembarnya sendiri.
Rayn pusing memikirkan hal itu, karena ia mencintai keduanya. Rayn tidak ingin melepaskan keduanya, meski sudah pernah berjanji pada Thea untuk melepaskan Anna. Namun nyatanya Rayn tidak yakin dengan ucapannya itu.
Sesampainya di club malam, Rayn memilih duduk dimeja bar sambil meminum minumannya. Erik berulangkali mengajak Rayn untuk berjoget bersama dengan orang-orang yang sedang menikmati musik yang bagus karena dimainkan oleh sang DJ terkenal. Namun Rayn menolaknya, dan malah merancau tidak jelas karena mabuk.
"Gue ke toilet dulu bro" ucap Erik pada Rayn yang hanya mengangguk mengiyakan.
Sesaat setelah Erik pergi ke toilet, Seorang cowok duduk di sebelah Rayn yang tadinya diduduki oleh Erik.
"Buatin minuman satu" ucap cowok itu yang tak lain adalah Andra.
Tatapan Rayn dan Andra tak sengaja bertemu. Andra terkejut karena bisa bertemu dengan cowok yang bersama Thea waktu itu. Sedangkan Rayn yang tidak mengenal Andra tidak begitu memperdulikan tatapan Andra kepadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
...Selamat membaca ya. Jangan lupa dukungannya. ...
__ADS_1
...Thankyou 🧡🧡🧡...