Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Dion dan kardus mie


__ADS_3

Satu minggu kemudian......


"Apa-apaan ini Dion?"


Andra melepas kacamata hitamnya, ia menatap malas pada sahabat yang tingkahnya agak sedeng dihari minggu yang cerah ini.


"Tunggu tunggu, nah ini kan baru oke. Selamat Datang Bro"


Dion mengalungkan kalung bunga berwarna kuning dan memakaikan pewarna merah di kening Andra, tepat setelah Andra menuruni anak tangga jet pribadinya. Tak lupa sebelumnya Dion menggelar karpet berwarna merah yang terhubung sampai ke mobil jemput untuk Andra.


Belum selesai ritual ala Dion ternyata. Dion menyuruh anak buahnya memainkan trumpet, acordion, maracas, bahkan hingga kendang dan gong pun ada. Sedangkan Dion menjoget-joget mengelilingi Andra sambil menaburi bunga mawar di atas kepalanya. Sungguh, kaki Andra rasanya gatal ingin menendang Dion sampai tercebur ke Palung Mariana.


Telinga Andra menangkap bunyi alunan musik yang tidak beraturan, sedangkan Dion dan anak buahnya sangat menikmati musiknya. Saking kerasnya suara musik yang diciptakan hingga membuat panggilan telepon yang masuk di HP Andra tidak terdengar olehnya.


Musik selesai dimainkan bersama langkah Andra yang terhenti di depan pintu mobil yang dibuka oleh salah satu anak buah Dion. Dragon Eyes Andra mampu membuat seluruh anak buah Dion menunduk takut, berbeda dengan Dion yang cengengesan menanggapi Andra.


Drrrrt..... drrrrt.....


Andra merogoh saku jasnya melihat panggilan masuk dari seseorang yang ia kenal. Bibirnya tersenyum lalu ia melepas kalungan bunga dan memberikannya pada Dion. Andra memberi isyarat pada Dion dan anak buahnya untuk tidak berisik lalu ia sedikit menjauh untuk menjawab panggilan telepon tersebut.


"Selamat pagi Pak Yuda" sapa Andra terlebih dahulu.


"Pagi Andra" jawab Pak Yuda.


"Maaf sudah menelepon sepagi ini" lanjutnya.


"Tidak perlu meminta maaf Pak. Ini sudah jam delapan pagi, sudah sewajarnya semua orang beraktivitas bukan." jawab Andra.


"Hahaha iya. Saya dengar anda sudah kembali ke Indonesia ya? Wah cepat sekali menyelesaikan urusan bisnisnya, pantas OV company cepat melejit"


"Untuk urusan perijinan dan kerjasama memang sudah saya selesaikan dalam waktu dekat. Selebihnya dalam menjalankan ke depannya saya serahkan ke tangan kanan saya."


Padahal dibalik apa yang Andra lakukan adalah untuk putrinya Pak Yuda yaitu Thea. Andra sampai lembur dan tidak pernah libur untuk sekedar menikmati kota London sehari pun.


Namun ada benarnya yang dikatakan oleh Pak Yuda kalau OV Company cepat melejit dibawah kendali Andra. Dulu awal berdirinya saat mendiang ayahnya masih hidup hingga beliau meninggal, OV Company terus mengalami penurunan bahkan hampir bangkrut. Faktor utamanya adalah ayahnya yang sakit-sakitan dan tidak bisa mengurus perusahaannya, bahkan parahnya lagi para karyawannya banyak yang korupsi hingga hampir membuat perusahaannya bangkrut. Ah, cerita lama yang membuat mata Andra mengembun mengingat ayahnya.


"Wah, saya turut senang mendengarnya. Apa anda sudah tiba di Indonesia?" tanya Pak Yuda pada Andra.


"Sudah Pak Yuda. Memangnya ada apa ya? Apa ada masalah dengan proyek kita?"


Andra bingung sekaligus sedikit cemas jika proyek kerjasamanya dengan Pak Yuda terjadi masalah. Ia akan mengomeli Dion jika itu benar, karena sahabatnya itu tidak memberitahu sama sekali padanya.


"Hahaha, tidak nak Andra. Proyek kita berjalan dengan lancar sesuai perhitungan kita. Saya ingin menyampaikan undangan secara langsung sebenarnya. Saya ingin mengundang anda untuk hadir di acara pertunangan anak saya."

__ADS_1


Deg.....


Jantung Andra rasanya ingin melompat detik itu juga dan masuk ke jet pribadinya lalu menyuruh pilotnya untuk terbang membawanya ke planet Pluto.


Eh, emang pesawat jet bisa sampai ke luar angkasa? Astaga ngopi dulu Thor!


"Si-siapa yang bertunangan Pak?"


Andra menahan nafasnya untuk mendengar jawaban yang akan ia dengar kali ini. Kalau perlu tetap menahan nafasnya sampai kapanpun jika Thea yang bertunangan hari ini.


"Oh iya, saya belum kasih tahu ya. Anak saya Ayanna yang akan bertunangan hari ini dengan putranya Pak Edwin dari R Corporation."


Andra menghembuskan nafasnya lega. Sungguh ada ketidak relakan jika Thea yang bertunangan entah dengan siapapun itu.


Pak Yuda tertawa cekikikan mendengar Andra menghembuskan nafas lega. Sebagai sesama laki-laki ia sangat mengerti bagaimana seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta.


"Saya akan usahakan untuk hadir Pak Yuda."


"Saya kirim link undangannya ya nanti. Saya tunggu kehadiran mu nak Andra."


"Baik Pak. Terimakasih sudah mengundang saya"


"Ah, tidak perlu sebegitunya. Kami senang kamu mau hadir nanti."


"Lo nggak capek emangnya habis penerbangan enam belas jam lebih?" tanya Dion yang duduk disebelah Andra sambil menyetir mobil.


"Gue nggak lari maraton di pesawat yon." jawab Andra.


"Eh iya ya. Lupa gue kalau lo pakai jet pribadi. Pantes muka lo seger amat pagi-pagi. Lo nggak habis praktekin adegannya Masimo pas dijet pribadinya kan?" tanya Dion dengan tatapan selidik, dan jangan lupakan senyum anehnya.


"Ngaco lo, gue masih perjaka ya. Entahlah kalau lo?"


Andra balik menatap selidik pada Dion.


Hahaha......


Mereka berdua tertawa karena teringat kejadian tiga tahun yang lalu.


#Throwback#


...----------------...


Dion dan Andra sedang ada kunjungan ke Surabaya waktu itu. Dimana malamnya mereka diundang untuk party oleh rekan bisnisnya setelah meeting pagi itu.

__ADS_1


Andra lebih tertarik berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya sambil menikmati wine. Sedangkan Dion asik berjoget bersama para biduan seksi, dimana beberapa diantaranya adalah seorang waria.


Setelah beberapa putaran lagu selesai dinyanyikan oleh para biduan. Dion yang sudah mabuk berat tanpa sadar dibawa ke sebuah ruko kosong yang tidak jauh dari tempat party.


Dion merasa ada yang mencium pipi, dada, lehernya, bahkan ketiaknya. Ia membuka matanya dan langsung terkejut saat mendapati dirinya sudah tak memakai sehelai benang pun. Tidak hanya itu, ia juga melihat empat orang waria yang tadinya menciuminya, berusaha untuk melepaskan pakaian mereka masing-masing.


"Apa yang kalian lakukan padaku?" tanya Dion sambil menutupi area sensitifnya.


"Jangan takut ganteng. Kami akan mengajak kamu untuk terbang melayang hingga mencapai surga dunia." jawab salah seorang waria yang tak dikenali namanya.


Saat para waria itu sudah melepaskan bajunya dan hendak melepaskan roknya. Dion langsung berdiri dan meraih pakaiannya, namun ia kalah untuk memperjuangkan pakaiannya.


"Mau kemana kamu? Nanti kalau kita sudah selesai bermain, kamu boleh pakai pakaianmu lagi ganteng"


"Jangan macam-macam ya kalian. Balikin pakaianku! "


Ke empat waria itu tidak mendengarkan ucapan Dion. Mereka segera melucuti rok mereka dan mendekati Dion.


Dion yang tidak ingin menjadi santapan mereka, tanpa pikir panjang mengambil kardus mie yang tergeletak dan memakainya langsung untuk menutupi tubuhnya. Perjuangan Dion belum selesai karena rukonya terkunci sehingga ia harus kejar-kejaran didalam ruko dengan ke empat waria itu.


Saat ke empat waria itu lelah, Dion langsung mengambil kunci yang terlihat menjembul disalah satu tas milik waria itu. Dan Dion akhirnya berhasil keluar dari ruko itu.


Andra yang tidak menemukan Dion dimana-mana karena acara party sudah selesai sepuluh menit yang lalu, akhirnya meminta bantuan rekan bisnisnya untuk mencari keberadaan sahabatnya. Saat itu Andra belum mempunyai anak buah karena bisnisnya belum sesukses sekarang.


Anak buah rekan bisnisnya memberitahu kalau Dion berada didepan tempat party. Andra bergegas keluar dan mendapati sang sahabat dengan keadaan kacau.


"Ndra tolongin gue ndra, huaaaa...... emakkk...... Eh ibuukkk..... tolongin Dion bukk..... "


Dion berlari sambil memegangi kardus mie untuk menyeberang jalan. Ia senang karena bisa selamat dari ke empat waria itu dan bisa bertemu sahabatnya lagi.


"Ndra..... Huaaa...... "


"Lo darimana Yon?"


Dion menjelaskan kejadiannya pada Andra sambil menangis hingga membuat Andra dan rekan bisnisnya tertawa terpingkal-pingkal. Ke empat waria itu telah diurus oleh anak buah rekan bisnisnya Andra, begitu juga pakaian Dion yang sudah dikembalikan.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers 👋👋👋...


...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....

__ADS_1


...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...


__ADS_2