Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Sukamu sukaku juga, sedihmu sedihku juga


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa keluarga Mahendra akan sarapan bersama sebelum beraktifitas. Amanda yang sudah sering menginap dirumah itu tidak begitu canggung saat diajak sarapan bersama.


Dimeja makan sudah ada Anna, Thea, kedua orang tuanya, dan Amanda. Mereka tampak sesekali bergurau agar suasana pagi itu tidak begitu tegang.


Selesai sarapan bersama, si kembar berpamitan berangkat ke kampus pada kedua orang tuanya begitu juga Amanda. Saat mereka bertiga sampai didepan rumah, Anna menghampiri Rayn yang sudah menjemputnya.


"Selamat pagi om" sapa Rayn pada Papanya si kembar yang hendak berangkat ke kantor.


"Selamat pagi Ray"


Amanda masih mematung ditempat memperhatikan interaksi semua orang yang ada didepan rumah. Terutama Rayn yang menjemput pacar pertamanya didepan pacar keduanya, namun Thea tampak cuek saja. Sedangkan papanya si kembar masih akrab dengan Rayn karena tidak tahu kebenarannya, kalau papanya si kembar tahu pasti sudah babak belur si Rayn dihajar habis-habisan. Amanda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semua ini.


Mobil Papanya si kembar sudah berangkat terlebih dahulu, lalu disusul Rayn dan Anna yang juga berangkat ke kampus.


"Amanda? " tegur Thea pada Amanda yang melamun memandangi kepergian Rayn dan Anna.


"Eh, i-iya. "


Amanda dan Thea berangkat ke kampus menggunakan mobil Amanda. Didalam mobil, tak henti-hentinya Amanda melontarkan berbagai macam pertanyaan pada Thea yang sedang fokus menyetir.


"Kok kamu bisa sih Thea? melihat mereka berdua bersama?. "


"Sudah terbiasa! . Awalnya sakit, lama-lama biasa aja."


"Wait wait, Ray nggak mikir perasaan kamu apa bagaimana sih? kalau aku diposisimu ya, bakal aku tinggalin tuh si Ray!. "


Thea hanya tertawa saja mendengar ucapan Amanda yang penuh penekanan seakan-akan ia benci sekali dengan Ray hingga ke tulang-tulangnya.


"Masih pagi buk, jangan emosi!. Ntar mahasiswanya kabur lagi. Hahaha" ucap Thea pada Amanda.


"Cihh, mengingatkan aku akan tugas semalam aja kamu Thea!. Untung aja tuh tugas dari pak Beni bisa kelar tadi malam, kalau tidak! udah habis kita dikasih nilai jelek"


"Maklum dosennya pas lagi killer. Jadi ya dapet tugasnya banyak. "


Drrrttt..... drrrrttt....


"Hallo sayang" Amanda menjawab telepon dari Erik.


Thea yang mendengar kemesraan sahabatnya dengan sang pacar hanya bisa tersenyum tipis. Ia memikirkan saat ini Rayn dengan Anna didalam mobil sedang bermesraan. Sedangkan dirinya hanya dijadikan yang nomer dua.


'Kamu udah gila Thea! Benar-benar gila!. Menjadi nomer dua kamu terima-terima saja. Apa benar Rayn serius dengan apa yang dia katakan waktu itu kalau dia akan memutuskan Anna secepatnya?. Tapi mengapa aku tidak melihat ada usaha Rayn untuk hal itu?. Aku masih melihat hubungan Rayn dan Anna fine-fine aja? ' ucap Thea dalam hati.


Sesampainya diparkiran kampus, Amanda dan Thea turun dari dalam mobil. Tak jauh dari mereka, Erik datang menghampiri keduanya.


"Hai sayang" sapa Erik pada Amanda lalu memeluknya.


"Hai Thea" sapa Erik pada Thea

__ADS_1


"Hai Erik" jawab Thea.


"Aku duluan ya Nda. Nih kunci mobilmu" Amanda mengangguk dan menerima kunci mobilnya.


Thea berlalu dari hadapan dua orang yang lagi bucin-bucinnya. Saat ia berjalan beberapa langkah, tangannya ditarik seseorang yang tak lain adalah Rayn.


"Ray? "


"Kesini"


Rayn membawa Thea masuk kedalam mobilnya. Mereka berdua duduk dikursi penumpang bagian belakang. Rayn memandangi Thea tanpa berkedip, membuat Thea salah tingkah.


"Ray, bagaimana dengan Annaa.. "


"Sstt"


Ucapan Thea terhenti saat Rayn mengangkat jari telunjuknya didepan bibir Thea. Rayn mengusap lembut pipi Thea tanpa melepas tatapannya pada gadis dihadapannya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja! " ucap Rayn membawa Thea kedalam pelukannya.


Thea membalas pelukan Rayn namun hatinya masih tak menentu. Berbeda dengan Rayn yang tersenyum bahagia memeluk Thea. Perasaan Thea masih perih menatap ke sekeliling mobil Rayn dimana ia membayangkan Anna dan Rayn bermesraan sepanjang jalan didalam mobil Rayn.


Tanpa terasa setetes air mata jatuh membasahi pipi Thea. Rayn melepaskan pelukannya pada Thea dan betapa terkejutnya ia melihat sang pacar menangis.


"Kamu kenapa sayang? " tanya Rayn khawatir.


"Aku pacar kamu. Sukamu sukaku juga, sedihmu sedihku juga. "


Thea tersenyum tipis mendengar apa yang Rayn katakan barusan. Terdengar romantis tapi masih terasa perih dihati Thea.


"Hey, ada apa? " tanya Rayn lagi memastikan sang pacar baik-baik saja.


"Aku cemburu melihatmu dengan Anna. Tolong jangan tunjukkan itu dihadapanku. " jawab Anna pada akhirnya.


Ada perasaan bahagia mendegar sang pacar cemburu, berarti Thea benar-benar cinta padanya. Namun ada perasaan bersalah juga pada diri Rayn karena telah membuat Thea menangis.


"Maafkan aku sayang" Rayn hanya bisa meminta maaf untuk saat ini agar Thea merasa lebih baik.


Rayn mencium kening Thea lalu membawanya kembali kedalam pelukannya. Setelah beberapa saat berpelukan. Thea melepaskan pelukannya terlebih dahulu.


"Aku harus masuk ke dalam kelas Ray! " ucap Thea yang diangguki oleh Rayn.


Sebelum Thea membuka pintu mobil Rayn, Rayn kembali menggenggam tangan Thea.


"Aku cinta sama kamu sayang" ucap Rayn


"Aku juga cinta sama kamu" jawab Thea lalu pergi meninggalkan mobil Rayn sebelum ketahuan Anna.

__ADS_1


Saat Thea sudah sampai didalam kelasnya, ia melihat Anna sedang mengobrol dengan teman-temannya. Sedangkan Amanda menatapnya dengan tatapan aneh seperti menuntut jawaban dari Thea.


"Ehem"


Thea menoleh pada Amanda yang berdehem dan menatapnya.


"Ngapain aja buk didalam mobil sama si ayang?" tanya Amanda sambil berbisik.


"Ishh, kau ini. Mengintip ya? "


"Dihh, enggak ya! Aku tadi lihat kamu diajak masuk kedalam mobil sama si Ray. " jawab Amanda masih dalam mode berbisik.


"Yang pasti bukan mobil bergoyang" mereka berdua cekikikan bersama.


"Eh, Erik tahu? " tanya Thea dengan raut wajah cemas karena mengingat tadi Amanda bersama Erik.


"Enggak kok, dia nggak tahu"


"Huhhh"


Thea mengebembuskan nafas lega untuk sesaat karena hanya Amanda yang tahu.


Selesai kuliah, Thea memilih pulang sendiri padahal Amanda ingin mengantarnya pulang. Thea tidak mau saja menjadi obat nyamuk diantara Amanda dan Erik. Thea memilih pulang dengan taxi, namun sebelum ia sampai rumah. Thea ingin mampir di toko buku.


Thea hanya iseng saja mampir ke toko buku, sebenarnya ia juga tidak sedang mencari buku. Namun ia mungkin akan membeli beberapa novel untuk ia baca saja saat gabut.


Saat ia membayar buku yang ia beli di kasir, tatapannya mengarah pada pintu kaca yang bisa melihat ke arah luar. Langit tampak mendung, suara gemuruh petir sudah mulai terdengar.


Selesai membayar buku yang ia beli, Thea melangkah keluar dan ternyata benar kalau diluar sedang hujan meski gerimis.


Thea mencoba menunggu beberapa saat namun belum ada taxi yang lewat. Ia memutuskan untuk menghubungi sopir dirumahnya namun tidak diangkat. Hingga akhirnya sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat didepannya.


Seorang cowok keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan ke arah Thea. Thea membeku ditempat karena cowok yang sedang berjalan kearahnya itu adalah cowok yang ia tolong waktu itu.


"Hai" sapa Andra pada Thea


Deg....


Mampus kamu Thea. Hahaha......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai Readers👋👋👋...


...Selamat membaca! Jangan lupa dukungannya ya!. ...


...Terimakasih sudah mau mampir di novel aku ...

__ADS_1


...🧡🧡🧡...


__ADS_2