
"Apa-apa sekarang serba mahal Ben. Bini gue dirumah kerjaannya ngeluh melulu. Katanya gaji yang gue kasih cuma cukup buat makan doang." ucap Udin salah satu security di OV company.
"Lah, itu buat makan udah cukup. Kenapa harus mengeluh? Harusnya kan bersyukur, masih banyak diluar sana yang kelaparan." tanya Beny, anak buah Dion yang sedang duduk santai sambil ngobrol bersama Udin.
"Hemm..... ini nih. Lo belum tau rasanya berumah tangga. Makan itu belum bisa dikatakan sudah menafkahi istri Ben. Makan itu kan kebutuhan bersama. Kalau menafkahi istri itu juga harus lahir dan batin. Seperti kebutuhan fisiknya, biologisnya, dan yang paling utama mendidik dan mengajarkan agama padanya." jawab Udin.
"Ohh.....begitu toh" Benny mengangguk-ngangguk mendengarkan.
"Beny" Dion memanggilnya dan ia pun langsung menghadap padanya.
"Iya bos" jawab Beny.
"Gue ada tugas buat lo. Lo cari tahu soal Neng Risa tapi jangan sampai ketahuan sama dia."
"Neng Risa itu siapa bos?" tanya Beny bingung.
"Aduhh..... sakit bos! " Beny mengusap kepalanya yang disentil oleh bosnya.
"Lo nggak boleh manggil dia Neng Risa. Cuma gue seorang yang boleh manggil dia begitu." ucap Dion.
Dion memberikan nomor plat mobil yang dia hafalkan dan nama lengkap Risa pada anak buahnya itu.
Selesai kuliah, Anna mengajak Rayn untuk mampir ke rumahnya. Rayn sebenarnya sudah terbiasa mampir di rumah Anna saat mereka pacaran dulu. Namun situasi yang berbeda sekarang membuatnya agak canggung bukan main.
"Papa ingin kamu ikut makan malam bersama kita dirumah, sayang." Anna memberitahu Rayn yang sedang menyetir mobil.
"Ada acara apa?" tanya Rayn pada Anna yang duduk disebelahnya sambil memainkan hpnya.
"Emm......sebentar aku tanyakan ke papa."
Anna mengetikkan pesan pada papanya dan langsung dijawab olehnya.
"Katanya sih mengundang keluargamu juga. Coba kamu cek apa kamu dapet pesan dari papa mu."
Rayn terkejut kenapa tiba-tiba sekali keluarganya dan keluarga Anna ingin berkumpul. Bahkan dirinya pun juga tidak diberi tahu sebelumnya. Rayn menepikan mobilnya untuk mengecek apakah ada pesan masuk dari papanya atau keluarganya.
Papa
__ADS_1
(Ray, nanti pulang kuliah mampirlah ke rumah Anna. Pak Yuda mengundang kita untuk makan malam bersama.)
Rayn
(Dalam rangka apa pa?)
Dua menit kemudian......
Papa
(Tadi papa ada meeting bersama para investor perusahaan kita. Salah satunya adalah Pak Yuda yang baru saja menjadi investor kita. Kami banyak mengobrol hingga baru ingat kalau kamu pacarnya anaknya. Kamu pinter nak cari pasangan.)
Rayn mengerti apa yang dimaksud papanya. Saat ini dirinya sudah bersama dengan Anna, tidak mungkin juga ia menolaknya. Ray, pasrah atas apa yang akan terjadi nanti.
Mobil yang Rayn kendarai sudah sampai di kediaman Anna tepat waktu karena mobil sang papa baru saja berhenti didepannya.
Anna keluar dari dalam mobil dan menghampiri keluarga Rayn. Tak lupa ia bersalaman pada mereka semua dan mengajak mereka untuk masuk.
"Selamat datang Pak Edwin sekeluarga"
Pak Yuda dan istrinya menyambut kedatangan mereka semua. Mereka saling bersalaman dan berkenalan.
Mereka mengobrol sebentar hingga tak lama kemudian kedatangan Thea. Ia tersenyum ramah pada semua orang yang sedang berkumpul di meja makan.
"Kedua putri anda wajahnya mirip sekali, Pak Yuda" ucap Pak Edwin sambil mengamati mereka berdua.
Pak Yuda tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh rekan bisnisnya tersebut.
"Ini Anthea saudara kembarnya Ayanna" jawab Pak Yuda.
Keluarga Rayn speechless mengetahui kalau mereka berdua kembar. Terutama Risa yang jauh lebih terkejut saat tahu nama saudara kembarnya Ayanna.
'Anthea? Apa itu Thea yang dimaksud Rayn waktu itu? Astaga aku bingung.' ucap Risa dalam hati.
"Mari silahkan dimakan seadanya" ucap Bu Veronica pada para tamunya.
"Ini malah seperti acara besar Bu Veronica. Semua ada seperti di pernikahannya anaknya pak presiden." jawab Bu Ishana.
__ADS_1
Mereka tertawa sesaat lalu mulai memakan makanan yang telah disiapkan. Sesekali Pak Edwin dan Pak Yuda saling mengobrol. Begitu juga Bu Ishana dan Bu Veronica yang mulai akrab. Anna dan Thea yang duduk bersebelahan pun juga begitu. Berbeda dengan Rayn yang menunduk dan fokus pada makanannya. Sedangkan Risa sesekali melirik ke arah saudara kembar di hadapannya.
Selesai makan makanan utama. Mereka mulai memakan makanan penutup. Pembicaraan para bapak-bapak mulai ke arah serius dimana yang tadinya membahas soal bisnis beralih ke hubungan anak mereka. Sesuatu yang Rayn takuti dari tadi sudah mulai dibicarakan.
"Kami juga senang kalau Rayn dan Anna melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius." jawab Pak Edwin menanggapi ucap Pak Yuda.
Semua orang menatap ke arah Rayn dan Anna dimana Rayn hanya tersenyum menanggapi ucapan kedua bapak-bapak pebisnis itu. Sedangkan Anna menunduk malu-malu.
Berbeda dengan semua orang yang fokus pada Anna dan Rayn. Risa lebih fokus pada ketiganya dimana ia menoleh ke samping melihat senyum sang adik yang dipaksakan. Lalu ia melihat kedepan dimana Anna menunduk sambil malu-malu. Disebelah Anna ia melihat Thea fokus pada puding dan membuang tatapan ke arah lain sambil mengedip-kedipkan matanya berulang kali, seperti menahan air mata yang hendak jatuh.
Risa bisa menilai ada yang tidak beres diantara mereka bertiga. Terlebih ia masih teringat dengan jelas ucapan adiknya saat mabuk waktu itu.
"Saya rasa kita harus tahu pendapat anak-anak kita Pak Edwin." ucap Pak Yuda yang diangguki oleh Pak Edwin.
"Ray, apa kamu ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dengan Anna?" tanya Pak Edwin pada putranya.
Semua orang mengharapkan kabar baik dari Rayn. Bibir Rayn sendiri rasanya keluh untuk menjawab. Ia masih ada rasa dengan Thea, namun harapan keluarga dan gadis yang sudah menemaninya selama tiga tahun membuatnya tidak tega untuk menolaknya.
Rayn bisa melihat ekspresi Anna yang mengharapkan dirinya. Lalu ia melirik ke arah Thea yang cuek akan jawaban dari Rayn. Padahal Thea mati-matian menahan air matanya yang mulai menggenangi matanya.
"Iya papa, Rayn ada niatan untuk serius dengan Anna." jawab Rayn pada akhirnya.
Semua orang senang dengan jawaban Rayn yang memuaskan. Namun mereka harus menunggu jawaban dari Anna juga.
"Nak?" tanya Bu Veronica pada putrinya.
Anna malu untuk menjawab namun ia mengangguk sebagai jawaban persetujuannya. Sontak saja Pak Edwin dan Pak Yuda berpelukan saking senangnya, begitu juga dengan yang lain.
"Selamat Pak Yuda" ucap Pak Edwin pada calon besannya.
"Anda juga Pak Edwin" jawab Pak Yuda.
Tatapan Rayn tanpa sengaja bertemu dengan Thea dan berlangsung cukup lama, tanpa sepengetahuan orang-orang yang sedang sibuk membahas acara pertunangan. Tatapan mata mereka yang saling berbicara dan hanya mereka yang tahu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai Readers 👋👋👋...
__ADS_1
...Selamat membaca ya! Jangan lupa like, coment, & Vote....
...Terimakasih sudah mau mampir 🧡🧡🧡...