Mencintai Si Kembar

Mencintai Si Kembar
Selamat sore mama cantik


__ADS_3

Thea menceritakan kejadian saat Anna dikamarnya tadi. Dan juga hubungan masa lalunya dengan Rayn. Papa dan mamanya sontak terkejut dengan apa yang didengarnya. Sedangkan Rayn hanya bisa pasrah saja jika harus diamuk oleh Pak Yuda, bahkan papanya sendiri jika beliau tahu tentang semua ini.


"Kenapa kamu setega itu sama saudara kamu sendiri Thea?" ucap Bu Veronica sambil menguncang tubuh putrinya.


Thea hanya bisa tertunduk dengan air mata penyesalannya. Ia tidak berani menatap kedua orang tuanya yang sudah jelas sangat kecewa dengannya.


"Maaf mama" Suara Thea nyaris tak terdengar saat mengatakan kata maaf tersebut.


"Karena keegoisanmu Anna sekarang jadi seperti ini. Mama sangat kecewa sama kamu Thea. Apa salah Anna?" ucap Bu Veronica dengan penuh amarah.


Thea tak mampu menjawab pertanyaan mamanya lagi. Ia hanya bisa tertunduk dengan rasa bersalah. Setelahnya keheningan terjadi hingga beberapa jam.


5 jam kemudian.....


Waktu sudah menunjukkan hampir subuh. Namun pintu ruang operasi masih belum juga dibuka. Rasa cemas dan khawatir mendominasi empat orang yang sedang menunggu Anna dididepan ruang operasi.


Ceklek.....


Para dokter dan perawat keluar dari ruang operasi. Salah seorang dokter meminta pihak keluarga untuk menemuinya di ruang kerjanya. Kedua orang tua Anna bergegas menemui dokter tersebut sedangkan Thea dan Rayn hanya bisa menunggu diluar.


Thea dan Rayn hanya bisa terdiam satu sama lain meski keduanya duduk bersebelahan. Pikiran mereka hanya fokus pada kondisi Anna yang belum tahu seperti apa. Hingga setelah hampir setengah jam menunggu, akhirnya kedua orang tua Anna keluar dari ruangan dokter tadi.


"Apa kata dokternya pa?" tanya Thea pada papanya.


"Anna masih belum sadar dan masih dalam masa observasi. Kita do'akan saja semoga Anna bisa melewati masa kritisnya." jawab Pak Yuda.


"Kamu pulang saja. Keluarga Anna ada untuk menemaninya disini." ucap Pak Yuda pada Rayn.


"Tidak om. Saya juga ingin menemani Anna disini. Tolong ijinkan saya berada disini, setidaknya sampai Anna siuaman." ucap Rayn memelas berharap diijinkan tetap bisa menemani Anna hingga siuman.

__ADS_1


"Ah sudahlah. Saya lelah berdebat dengan kamu. Terserah kamu saja asal kamu tidak menganggu kedua putriku lagi." Ucap Pak Yuda lalu duduk dikursi yang kosong.


"Thea ajak mama kamu pulang. Kalian istirahat dulu. Jangan sampai kalian kelelahan dan ikut sakit. Nanti bisa menjenguk kesini lagi." ucap Pak Yuda pada Thea.


Meski sempat berdebat sebentar dengan suaminya. Bu Veronica akhirnya mau diminta istirahat dirumah dulu bersama Thea.


Thea bisa merasakan perubahan sikap mamanya kepadanya. Mulai dari selama dimobil hingga sampai dirumah, mamanya cuek kepadanya. Thea tahu kalau mamanya kecewa padanya.


Huff....


Thea menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya yang gugup menemui mamanya. Ia mengetuk pintu kamar mamanya lalu membukanya. Thea mendapati mamanya tengah tidur membelakangi dirinya. Ia juga bisa mendengar suara isak tangis mamanya.


"Ma makan dulu ya! Ini Thea bawain makanan untuk mama." ucap Thea sambil meletakkan makanan untuk mamanya dimeja dekat tempat tidur mamanya.


"Thea minta maaf ma. Thea mengaku salah. Thea janji tidak akan pernah menganggu hubungan Anna dan Rayn sampai kapanpun." ucap Thea dengan nada lirih sambil menundukkan kepalanya.


Tidak mendapat jawaban dari mamanya. Thea hendak melangkah keluar dari kamar mamanya. Namun tiba-tiba mamanya memintanya untuk tetap berada ditempatnya.


Thea memberanikan dirinya untuk duduk dikursi yang satunya disamping mamanya. Thea masih tidak berani mengangkat kepalanya menatap mamanya.


"Apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapan kamu tadi? " tanya Bu Veronica pada Thea.


"I-iya" jawab Thea gugup.


"Ucapan tidak bisa menjamin Thea. Bagaimana kalau suatu saat nanti kamu kembali mengusik hubungan Rayn dan Anna? " tanya Bu Veronica pada Thea.


"Meski kalian berdua tidak lahir dari rahim mama. Tapi mama sangat menyayangi kalian berdua. Mama sudah berjanji pada almarhum mama kandung kalian untuk menjaga kalian dan agar tetap akur. Tapi sekarang mama merasa gagal menjadi mama sambung kalian." sambungnya sambil menangis.


"Mama jangan seperti itu. Mama adalah mama terbaik untuk kami. Thea yang salah ma, Thea minta maaf. Thea benar-benar janji tidak akan pernah menganggu hubungan Rayn dan Anna lagi. Kalau perlu Thea akan menjaga jarak dengan Rayn." ucap Thea sambil bersimpuh dihadapan mamanya.

__ADS_1


"Apa kamu bersedia menikah dengan Andra untuk Anna? " ucap Bu Veronica pada Thea.


"Hah? " Thea bingung apa hubungannya Andra dengan dirinya dan Anna.


"Mama tahu kamu bingung. Tapi pernikahanmu dengan Andra bisa membuat Rayn melupakan kamu Thea. Andra juga sepertinya ada perasaan sama kamu. Bukankah lebih baik dicintai?" ucapan Bu Veronica.


Mulut Thea terasa keluh untuk menjawab pertanyaan mamanya. Apa yang diucapkan oleh beliau ada benarnya. Tapi ia tidak mencintai Andra dan hal itulah yang membuat Thea bingung.


"Dokter tadi mengatakan jika Anna sudah melewati masa kritisnya. Anna akan mengalami Amnesia. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti Anna kembali mengingat semuanya dan meminta kembali pada Rayn. Mama mohon kamu pertimbangan semuanya Thea untuk Anna. " ucap Bu Veronica sambil memelas.


"Thea akan mempertimbangkannya mama. Mama makan dulu, nanti kita jenguk Anna dirumah sakit." ucap Thea lalu beranjak keluar dari kamar mamanya.


Thea menutup pintu kamar mamanya lalu menghapus air mata yang kembali lolos membasahi pipinya. Ia tersenyum miris menatap langit-langit rumahnya.


'Ternyata benar dugaanku dulu. Jika mama lebih sayang sama Anna daripada aku. Bahkan mama mau mengorbankan diriku untuk Anna.' ucap Thea dalam hati.


Siang harinya Thea dan mamanya datang menjenguk Anna yang kabarnya sudah siuman namun masih dalam pantauan dokter. Dan dugaan mereka semua benar jika Anna mengalami amnesia.


Setelah dirasa kondisi Anna tidak lagi kritis. Kedua orang tuanya diminta untuk beristirahat dirumah karena Anna memerlukan istirahat yang cukup. Begitu juga dengan Rayn yang sudah lega karena Anna sudah melewati masa kritisnya.


"Papa sama mama pulang saja dulu. Thea masih ada kepentingan." ucap Thea meminta ijin pada kedua orang tuanya yang hendak masuk kedalam mobil.


"Kamu jaga diri baik-baik ya nak! " ucap Pak Yuda pada Thea.


"Iya papa" jawab Thea.


Karena tidak membawa mobilnya, Thea menggunakan jasa ojek online agar mengantarkannya ke tempat tujuannya. Sesampainya ditempat tujuannya, Thea tersenyum menatap batu nisan dihadapannya.


"Selamat sore Mama cantik. Thea kangen sama mama." ucap Thea yang sudah tidak bisa membendung air matanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2