
Hari ini di dalam salah satu cafe dalam kota, ada empat orang sahabat yang sedang duduk mengobrol.
sebenarnya mereka datang ke cafe hanya untuk menemani salah satu sahabat mereka yang ingin bertemu dengan calon suaminya, yang sebenarnya calon suaminya itu adalah orang yang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka
"Aku kedepan dulu ya, kayaknya HP aku ketinggalan di mobil" kata Aira dengan ketiga sahabatnya.
Ketiga sahabatnya itu bernama Naina, Sona, dan Jeni. ketiganya hanya mengangguk.
Aira Qaisarah Wanita berhijab yang memiliki mata bulat, dan hidungnya yang mancung, sekilas melihatnya dia seperti wanita keturunan Arab.
"Maaf tuan" tanpa sengaja Aira menabrak seorang laki-laki saat di pintu keluar, dia hanya minta maaf dan menundukan kepalanya lalu berjalan menuju mobilnya, dia tak menunggu balasan dari lelaki itu. Sedangkan laki-laki yang dia tabrak tadi berdiri tanpa satu katapun, dia merasa seperti ada bidadari yang turun dari surga dia terdiam melihat perempuan itu.
Arya Wardana laki-laki bertubuh kekar berkulit putih dan tampan yang bisa bikin setiap mata wanita meleleh saat menatapnya, Arya sangat sulit untuk jatuh cinta tapi dia tak menyadari ternyata dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita berhijab yang tanpa sengaja ia tabrak, Arya merasa dadanya hampir copot karna tanpa sengaja bersentuhan dengan wanita yang cantik itu.
Arya bangun dari lamunan nya, saat Adi memanggilnya beberapa kali.
__ADS_1
"Tuan.... Tuan.... "
"Eh iya" Arya menatap Adi "Kita Pulang yah, Di. Soalnya ada hal yang harus aku lakukan malam ini" Arya berjalan keluar tanpa masuk ke cafe itu.
"Tapi tuan, bukankah kita akan.. "
"sudah cepat pulang, ada hal yang lebih penting dari itu" potong Arya.
Adi hanya bisa mengikuti kata tuannya. Dan Adi tidak membantah satu katapun dan keluar dari cafe.
***
"Son, gimana? calon suamimu sudah mau datang?" tanya Aira.
"Belum Ai, dia juga belum ngasi kabar"
__ADS_1
"Sudah lah mungkin dia terjebak macet" timpa Naina agar Sona tidak tegang.
Sona adalah wanita yang ingin dijodohkan dengan seorang laki-laki pemilik satu perusahaan terbesar di negara itu, dia tidak bisa menemui laki-laki itu sendiri karna dia gerogi dan deg degan kalau nanti ketemu sama laki-laki itu, sebenarnya dia sudah suka dengan laki-laki itu karna dia adalah pria mapan dan karna pria itu memiliki apa yang sona inginkan, seperti uang, harta dan materi lainya.
Sona cantik, dan juga dia wanita yang bersih, dia suka koleksi Barang-barang mewah.
Orang-orang yang meliat sona akan jatuh cinta melihatnya.
"Maaf yahh nona, hari ini kita tidak jadi bertemu karna ada hal penting yang harus kami lakukan" satu bunyu notifikasi HP yang masuk ke HP sona.
Saat itu sona kecewa karna ternyata laki-laki yang ingin dia temui tidak terlalu berharap padanya.
"Dia tidak menghargai kamu, bilang saja sama orang tua kamu kalau kamu tidak mau bertemu dengannya lagi " kata Jeni.
"Tapi, aku suka sama dia, dan orang tua kami sudah merencanakan semuanya, tidak mungkin juga kan kalau aku egois dan buat orang tua aku malu" Sona menarik nafas sedikit sebelum melanjutkan kalimatnya "apalagi orang tua aku berhutang budi sama keluarga mereka" lanjut sona sambil menagis.
__ADS_1
"Son, kamu harus positif thinking sama dia, mungkin pertemuannya itu benar-benar penting, kita jangan Seudson dulu sama calon suami kamu" kata Aira kepada ketiga sahabatnya
keempat sahabat itu berpelukan, dan sona berfikir mungkin memang benar dia sibuk karna pekerjaannya.