
Pagi ini seperti biasa, suami istri itu mengawali hari mereka dengan wudhu dan shalat setelah itu sarapan di kamar dan Arya berangkat kerja.
Mungkin dari kalian ada yang merasa bosan dengan ini, tetapi tidak bagi pasangan ini. Mereka malah menikmatinya.
Walaupun tadi malam Arya sudah mencium istrinya tetapi itu semua hanya berakhir dengan pelukan lagi tanpa melakukan apa-apa tapi Arya tetap merasa bahagia.
"Aku berangkat yah, Assalamualaikum" Arya mencium kening istrinya dengan lembut.
"Waalaikumsalam, Hati-hati yahh" Aira membalas dengan mencium telapak tangan suaminya.
Arya sudah melangkah keluar tetapi langkahnya terhenti dan kembali ke tempat istrinya, dia mengangkat tangannya memegang pipi lembut istrinya dan Cup... Mata Aira membulat sempurnah. Bibir mereka bertemu untuk yang kedua kalinya, dada Arya berdetak kencang dan jangan tanya mengenai Aira, dadanya berdetak lebih kencang. Perasaannya campur aduk, antara kaget karena Arya menciumnya secara tiba-tiba, malu karena ada beberapa pelayan yang menatap mereka dan dengan adi yang berada di depan mobil dan ada satu rasa lagi yang tidak bisa dijelaskan oleh nya.
Aira yang kaget langsung mendorong halus dada suaminya dengan perasaan malu dan pipi yang merah merona seperti tomat yang matang sempurnah.
Kalau mau cium bilang dulu bisa kan, kaget aku tuh, hih kan malu kalau di lihat kaya gini
Batin Aira.
__ADS_1
"Aku rasa kita harus kaya gini tiap pagi deh Ai, Supaya aku semangat" Ucap Arya dengan santainya.
Aira tidak menjawab dan hanya membulatkan matanya dengan sempurnah karena kaget.
"Kalau kamu gak mau juga gak apa-apa, cuman pasti aku gak semangat buat kerja. Tapi hari ini pasti aku semangat kerja karna bibir manis kamu"
Belinda yang baru keluar dari kamarnya pun mendengar ucapan Arya walaupun dia tidak melihat ciuman tadi tetapi dia merasa terancam sekarang dan menatap Aira dengan tatapan tidak suka seperti biasa.
"Hehe tidak apa-apa, tapi jangan di depan banyak orang kayak gini, malu tau" sambil tersenyum paksa Aira beribisik karena tidak mungkin dia berbicara keras, itu akan sangat memalukan baginya.
"Buat apa malu, mereka dibayar disini untuk bekerja bukan untuk bergosip"
Aira memutar kepalanya memastikan siapa saja yang melihat mereka tadi, tetapi tidak ada orang, ternyata pelayan yang melihat mereka tadi sudah bekerja seperti biasanya.
Tatapannya bertemu dengan ibu mertuanya yang juga menatapnya sedari tadi. Aira berbalik kembali menatap suaminya.
"Kamu lihat, ternyata ada mama tadi pas aku di cium. Malu tau sama mama"
__ADS_1
"Dia baru turun kok jadi kamu jangan khawatir dan jangan terlalu perduli sama dia"
"Kamu belum bicara sama mama? sampai kapan kamu marah sama mama Ya? Jangan kayak gini, aku gak enak"
"Yaudah besok dan seterusnya ciumnya di kamar aja yahh supaya kamu tidak malu"
Arya malah tidak menjawab pertanyaan Aira, tetapi malah membahas masalah ciuman lagi dan itu membuat Aira sedikit marah, tetapi dia tetap akan mengalah seperti biasanya.
Aira menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan halus lalu mengangguk, karena itu yang bisa dilakukannya sekarang.
"Kamu berangkat gih, bisa-bisa kamu telat karena terlalu banyak bicara disini"
"Yaudah cium lagi dong"
"Lagi?" mata Aira melotot karena kaget. Bisa-bisa nya Arya berbicara begitu memalukan.
"Iya lagi, biar tambah semangat"
__ADS_1
"Tadi malam kamu bilang takut diabetes kan, jadi tidak usah banyak-banyak ciumnya"