
Adi menuju bagian pemasaran dengan langkah panjang dan menemui orang yang dimaksud nyonya mudanya tersebut.
"Apakah di sini ada orang yang bernama jenilen? Jika ada ikut saya sekarang! " Ucap Adi dengan tegas saat memasuki ruangan itu tanpa ada salam telebih dahulu.
Semua orang yang berada di ruangan itu langsung berdiri karena mereka mengenal suara itu. Suara itu adalah suara orang yang berpengaruh nomor dua di perusahaan ini.
Dan Jeni, jangan tanya lagi. Dia sudah berkeringat dingin. Semua mata menatapnya karena di dalam memang hanya dia yang bernama Jeni.
"S... saya pak." Jawab jeni dengan terbata bata.
"Cepat ikut saya" Jawabnya dengan nada datar lalu berjalan menuju ruangan presdir.
Ya Tuhan, saya rasa saya tidak melakukan kesalahan. Tapi kenapa saya di panggil, Tuhan selamatkan saya. Batin Jeni ketakutan.
sementara semua yang ada di dalam ruangan itu langsung berbisik. Penasaran apa yang membuat Jeni dipanggil asisten presdir.
Mereka berdua menuju Ruangan presdir.
***
tok... tok... tok...
"Masuk" Sahut Arya.
__ADS_1
Saat memasuki ruangan presdir Jeni sangat terkejut karena di dalam ruangan itu ada kedua sahabatnya. Dia sangat bingung, tetapi untuk bertanya atau atau berbicara satu kata pun dia takut. Sekarang yang ada didalam dirinya hanyalah takut, takut terjadi sesuatu yang buruk kepada dua sahabatnya.
"Duduk" Perintah Arya kepada jeni.
Sedangkan Adi langsung menuju meja kerja Arya untuk mengecek berapa dokumen.
Tanpa menunggu lama, jeni langsung duduk dengan tangan yang gemetar, karena yang dia tau adalah jika presdir mengatakan A maka harus A tanpa busana dibantah.
"Ya, jangan kasar kaya gitu dong. Sahabat aku loh ini" Ucap Aira kepada suaminya.
"Kamu tau, gara-gara kamu Jeni jadi takut" Sambungnya sambil memegang tangan jeni.
Ai, tolong jangan belah aku. Dia sangat jahat, tolong jangan katakan apa-apa lagi yang bisa buat kita bertiga masuk kandang harimau. Batin Jeni yang takut karena pembelaan sahabatnya.
Kata-kata nya tadi sontak membuat kedua sahabatnya kaget. Bagaimana tidak, Arya Wardana seorang pengusaha terkaya di negri ini, meminta maaf kepada Aira Qaisarah wanita pendiam yang kadang-kadang menutupi dirinya dari khalayak ramai.
"iya, aku juga cuman bilang kok, kamu lanjut kerja. Aku mau bicara sama mereka, jadi tolong jangan ganggu ochey" Jawab Arya dengan nada permintaan.
Hal ini membuat kedua sahabatnya kaget, dan jeni mencubit lengan Aira karena takut Aira akan berbicara secara tidak sopan, walaupun mereka tau sahabatnya tidak akan melakukan hal yang tidak sopan seperti itu.
"Ochey" Jawab Arya. Dan ini membuat Adi jadi geli sendiri karena jawaban manja atasan sekaligus sahabat karibnya itu.
Akhirnya mereka melakukan urusannya masing masing-masing. Arya yang Adi mengurus pekerjaan sedangkan ketiga sahabat itu duduk di sofa, dengan penuh tanda kedua sahabat itu mengkerutkan kening dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
"Aku minta maaf sa... "
"Hey, kamu istri presdir. Kenapa minta maaf sama anak magang"
Aira menghentikan ucapannya karena dihentikan oleh suaminya.
"Istri?"
Kedua sahabat Aira itu mengucapkan kata itu dengan serempak. Terkejut, mereka sangat sangat terkejut karena ucapan atasan mereka itu.
Aira menatap kedua sahabatnya secara bergantian, lalu menggenggam tangan kedua sahabatnya.
Aira menjelaskan semuanya, dari awal lamaran dadakan yang dramatis itu sampai menikah lalu sekarang mereka sudah saling mengenal dan ada cinta di dalam hubungan ini.
"Sudah berapa lama Ai?" tanya Jeni.
Kata terakhir yang di ucapkan Jeni membuat Arya dan Adi mengangkat kepala mereka.
"Ehmmm, Nyonya adalah istri presdir jadi tolong sopanlah" Adi mengangkat suara.
ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕥𝕖𝕜𝕒𝕟👍
𝕠𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 😊
__ADS_1