
"Sudah berapa lama Ai?" tanya Jeni.
Kata terakhir yang di ucapkan Jeni membuat Arya dan Adi mengangkat kepala mereka.
"Ehmmm, Nyonya adalah istri presdir jadi tolong sopanlah" Adi mengatakan kalimat itu dengan nada dingin.
"Pak Adi, dia sahabat saya jadi kal.. " au
Arya menghentikan ucapan istrinya yang ingin membelah sahabat-sahabatnya itu.
"Sayang, yang di bilang Adi benar, jadi anak baik dan jangan bantah"
ihhh manja banget sih kalau sama Aria, jadi merinding dengar suara manjanya. Batin Naina
sudah manggil sayang lagi, kamu harus jelasin semuanya sama kita Ai. Batin Jeni
sebelum Aira menjawab, Jeni langsung mengulangi kata-katanya
"Ibu Aira, bisa di jelaskan sudah berapa lama kalian menikah" Jeni menanyakannya dengan madah yang tegan dan penuh penekanan.
"Jen please" jawab Aira. Aira tidak ingin di panggil dengan ibu, menurutnya itu terlalu formal
"Bisa di jawab sekarang ibu Aira?" Naina menjawab
__ADS_1
"Sudah satu bulan lebih, hampir dua bulan" Jawab Aira pasrah, karena berdebat dengan dua orang tidak akan menang
"Aku minta maaf sama kalian, waktu itu karena emang dadakan. Aku mau cerita sama kalian soal ini waktu pertemuan kita. Tapi, karena aku dengar masalah sona jadi aku mengurungkan niatku" sambung Aira.
"Aku tau aku salah, karena tidak kasih tau kalian tapi aku nggak mau kalian bilang aku bahagia di atas penderitaan sona. Aku gak mau itu" Sambung Aira lagi, kali ini air matanya menetes.
Kedua sahabatnya menggenggam tangannya erat.
"Kita berdua nggak marah, kita hanya kaget dan kecewa karena kamu tidak kasih tau. Kita ngerasa kamu tidak menganggap kita sahabat kamu Ai" Jawab Jeni.
"Kita sayang sama kamu Ai. Kita nggak akan lama-lama buat marah sama kamu. Kalau nanti ada apa-apa, kamu cerita sama kita berdua. Jangan tutupin kayak gini" Sambung naina.
Aira menganggukan kepalanya.
Sementara di meja sebelah, Kedua laki-laki itu sedang memperhatikan mereka dan sedari tadi Adi ingin menegur kedua anak magang itu karena tidak sopan kepada nyonya mudanya, tetapi Arya melarang.
"Ai, aku pikir kamu di paksa nikah sama momtir kamu tau nggak" ucap Naina
"Aku malah mikir, kalian di jodohin kayak di novel tentang perjodohan" Jawab Jeni
"Aku tidak dipaksa dan aku juga tidak di jodohkan. Kalian kan tau aku tidak mau pacaran, jadi pas dia datang ngelamar aku yahh aku mau. Kapan lagi coba aku dilamar, kalau aku tidak Terima lamaran dia, terus nggak ada orang lagi yang mau ngelamar aku gimana" jawab Aira dengan penuh keyakinan.
"Aku ngerasa ini semua takdir aku, toh sekarang aku sama Arya udah dekat banget kok" sambung Aira.
__ADS_1
"Jadi maksudnya kamu sudah buat anak sama pak Arya" Tanya Naina dengan nada penuh selidik.
Muka Aira langsung memerah, bagaimana dia bisa menanyakan hal seintim itu tanpa beban, pikir Aira.
dan membuat dua orang di meja sebelah juga melihat kearah mereka.
"Saya rasa kalian sudah terlalu lama bicara, dan ini sudah siang pasti istri saya lapar jadi kalian bisa keluar dari ruangan saya sekarang" Tegas Arya.
"Ya, aku belum lama loh bicara sama mereka, kenpa langsung di suruh keluar" perotes Arya.
Karena melihat tatapan tajam Arya kepada dua anak magang itu akhirnya mereka keluar.
"Tidak apa-apa bu, ibu Aira pasti lapar jadi kami akan mengundurkan diri dari sini untuk melanjutkan pekerjaan kami" Jawab Jeni sopan.
"Jen please" perotes Aira karena panggilan formal itu.
tanpa menjawab Aira mereka berdua langsung mengundurkan diri.
"Permisi pak, permisi buk" jawab kedua orang itu sambil menundukan kepala hormat dan keluar dari ruangan.
ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕥𝕖𝕜𝕒𝕟 👍
𝕠𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 😊
__ADS_1