Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Bersama Seharian part 1


__ADS_3

Di kediaman Wardana, Aira terlihat sangat sibuk dan gugup karena ini kali pertamanya datang ke kantor suaminya.


Dia memilih pakaian dan hujan yang akan dikenakannya sebentar. Setelah selesai memilih baju dan hijab yang akan di kenakannya, dia bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Lalu memakai baju dan hijab pashmina nya.


Dia telah selesai berdandan dan memai pakayannya serta hijabnya Aira bergegas ke pintu karena mendengar ketukan pintu


Tok... Tok... Tok...


"Nyonya, Pak Adi sudah menunggu di bawah"


"Ohh baiklah, ayo kita turun" Aira mengambil satu tas kecilnya dan berjalan bersama Ema menuruni tangga.


***


Di luar Adi sedang menunggu nyonya mudanya


"Ngapain kamu kesini!" Tanya Belinda ketus. Sambil berjalan menuju mobilnya.


"Saya di suruh tuan muda untuk menjemput nyonya muda Nyonya." jelas Adi.


Belinda berhenti dari langkahnya dan berbalik menatap Adi lalu menjawab dengan senyum jahat.


"Sekalian tolong di buang ke tong sampah yah" sambil Masuk ke dalam mobil.


Adi hanya diam karena dia tau maksud dari Belinda.


Kenapa nyonya masih belum menerima nyonya mudah, nyonya muda kan baik, cantik, sopan lagi. Batin Adi karena tidak percaya.


"Pak Adi"


"Pak Adi"


Adi tersadar dari lamunannya karena Aira memanggilnya

__ADS_1


"Ehh iya nyonya, Maaf saya melamun."


"Tidak apa-apa, ayo kita jalan"


"Baik nyonya" Adi membuka pintu mobil di jok belakang dan Aira masuk.


"Terimakasih pak Adi"


"Anda tidak usah berterimakasih nyonya, itu sudah kewajiban saya"


Adi melajukan mobil, membelah keramaian kota.


Tidak ada percakapan, Adi fokus menyetir dan sedangkan Aira melihat-lihat pemandangan kota. Setelah menikah dia memang jarang keluar rumahnya.


Beberapa menit berlalu, mobil itu ingin sampai ke Aero grup. Lalu Adi mengambil ponselnya lalu mengetik pesan untuk Bosnya.


"Pak kami mau sampai di depan kantor"


***


"Kenapa mereka lama sekali" Gumam Arya dengan nada kesal. Matanya tetap menatap ponselnya.


Akhirnya ponselnya berbunyi. Ia membuka pesan dari Adi, lalu berjalan menuju luar kantor untuk menjemput istrinya.


Setelah sampai di luar dia menunggu dengan tidak sabar. Karyawan yang melihat bos mereka itu pun semakin ketakutan.


Tidak lama menunggu akhirnya yang di tunggu-tunggu datang.


Adi ingin membuka pintu mobil Aira tetapi Arya menghentikan nya.


"Biar aku saja, Kamu masuk sekarang"


"Baik tuan"

__ADS_1


Adi berjalan masuk kekantor sedangkan Arya berjalan membuka pintu mobil istrinya.


"Ai" Panggil Arya dengan manjanya.


"Assallamuallaikum Ya" Aira mencium tangan suaminya lalu tersenyum.


Karena sekarang bukan jam istirahat jadi hampir tidak ada orang yang berada di luar kantor.


"Waalaikumsalam Sayang" Mencium kening istrinya.


Aira kaget dengan panggilan baru yang di buat oleh Arya. Sayang? Itu adalah panggilan baru jadi Aira sedikit kaget.


"Ayo masuk. Aku kangen" sambil memeluk pinggang istrinya.


"Jangan peluk di sini dong, malu sama karyawan kamu" Tangan Aira mengambil tangan Arya lalu menggenggam nya.


"Kamu tu yahhh, malu mulu" sambil berjalan masuk ke dalam kantor.


"Yah kan harus tau tempat juga Arya, kan kasian kalau ada fans kamu yang lihat kita"


"Ia aku tau banyak orang yang suka sama aku, tapi kamu jangan sedih yah aku sayangnya sama kamu kok"


"Terimakasih sayang"


Kata yang di ucapkan Aira sontak buat Arya kaget lalu menghentikan langkahnya.


"Ulang-ulang aku gak dengar tadi"


"emmm emang tadi aku ngomong apa coba"


"Tadi kamu bilang Terimakasih kan, terus di belakangan ada kata apa tadi aku gak dengar terlalu jelas tadi"


Aira menarik tangan suaminya agar berjalan menuju lift karena malu.

__ADS_1


__ADS_2