
Setelah sarapan Aira mengantar suaminya ke pintu depan.
mereka berdua menuruni tangga, tanpa canggung Arya menggandeng tangan istrinya tetapi Belinda terlihat tidak menyukai hal itu.
"Aku berangkat dulu yah. Asalamualaikum sayang" pamit arya.
"Waalaikumsalam, Hati-hati yah"
Setelah itu Aira mencium punggung tangan suaminya, dan Arya mencium pucuk kepala istrinya dengan mesra.
Sedangkan Berliana melihat menantunya dengan tatapan tidak suka.
Setelah sebulan, hal itu menjadi hal wajib di rumah itu. Mulai dari mengantar suaminya, mencium punggung tangan suaminya, dia menerima kecupan di keningnya dan tatapan tidak suka dari ibu mertuanya.
Tapi tatapan tidak suka ibu mertuanya tidak menjadi masalah untuk Aira melakukan tugasnya sebagai istri yang baik dan menantu yang baik. Dia selalu berusaha menjadi menantu yang baik, dia sudah berusaha dari membuat sarapan untuk ibu mertuanya hingga berusaha untuk mendekatkan diri pada mertuanya, tetapi hasilnya tetap Tidak.
Karena sudah hampir sebulan ini Aira hanya berada di kamar dan tidak melakukan apa-apa, akhirnya hari ini dia memutuskan untuk memasak makanan untuk makan siang mereka.
Walaupun merka hanya berdua dirumah dan kadang mereka makan masing-masing tapi hari ini Aira memutuskan untuk berusaha menjadi menantu yang baik lagi.
Aira menuruni tangga dengan penuh percaya diri, karena dia akan masak makanan spesial.
__ADS_1
"Nyonya, kenapa nyonya ke dapur" tanya Ema.
"Hari ini aku mau masak, aku mau makan sama mama jadi biar aku yang masak"
"Tapi tuan melarang anda untuk tidak kedapur nyonya"
"Tenang saja, nanti saya jelaskan sama suami saya"
Aira mulai memasak sayuran hingga daging, dan masakan itu terlihat sangat enak
setelah selesai memasak, Aira memutuskan untuk memanggil ibu mertuanya, walaupun kemungkinan besarnya ibu mertuanya tidak datang, tetapi dia tetap berusaha
Aira berjalan menuju kamar Belinda dan mengetuk pintu kamarnya sedangkan ema mengikuti dari belakang.
Belinda membuka pintu kamarnya tanpa menyahut dan memberikan tatapan tidak suka ketika dia tau orang yang mengetuk pintu itu adalah orang yang paling dibenci olehnya.
"Ada apa! " tanya Belinda dengan wajah datar dan tatapan tidak suka.
tetapi Aira menjawab dengan penuh senyuman
"Aira masak untuk makan siang mah, makanya Aira kesini buat manggil mama untuk makan siang bersama"
__ADS_1
"Saya akan kesana" Dengan senyum terpaksa.
Entah apa yang direncanakan Belinda tetapi yang pasti Aira sangat merasa bahagia dan tersenyum senang menuju meja makan.
"Kamu lihat itu Ema, mama sudah baik sama saya nanti kalau Arya tanya, kamu jawab kalau mama udah baik banget sama saya"
Ema hanya tersenyum tetapi dia lebih banyak bingung karena sikap nyonya besar yang berubah, dan mau makan bersama menantunya.
Tidak lama kemudian Belinda datang dan Aira menyambutnya dengan penuh senyuman
Tetapi...
"Kamu pikir saya kesini karena mau makan masakan kamu?" Belinda menarik nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar dan melanjutkan kalimatnya "Tidak. saya tidak kesini untuk makan masakan kamu ini. Saya merasa jijik sama kamu, jadi semua yang kamu lakukan di sini menurut saya sangat menjijikan terutama dengan masakan kamu"
Aira hanya diam menunduk, Menangis tanpa suara dan seketika hatinya merasa sakit karena perkataan ibu mertuanya
"Jangn harap saya akan menerima kamu sebagai menantu saya. Karena saya sudah punya pilihan untuk anak saya. Kalau kamu sayang sama Arya ceraikan dia. Karena Arya akan dipermalukan dengan penampilan kamu yang kampungan ini" Belinda menunjuk jilbab Aira
"Maafkan Aira mah, tapi sepertinya Aira tidak bisa menceraikan suami Aira, karena menurut Aira dia adalah surga-Nya Aira"
"Hah surga kamu bilang. Kamu mungkin merasa dia adalah surga kamu. Tetapi dia menganggap kamu Nerakanya!"Belinda menarik nafas panjang dan melanjutkan kalimatnya "Saya tidak akan biarkan kamu bahagia di surga itu. Setelah calon istri Arya datang, kamu pasti akan pergi dari rumah ini. Itu Sumpah Saya"
__ADS_1
Belinda membalikan badannya dan pergi meninggalkan Aira. Sedangkan Aira terjatuh di lantai dan tangisannya pecah dalam hatinya berkata Ya Allah kenapa begini