
"Sudah Cukup mah, cukup aku yang rasain. Jangan biarkan orang lain merasakannya juga"
Sebenarnya saat Arya melepaskan tubuhnya, dia terbangun tetapi matanya masih ingin ditutupnya. Dan karena mendengar ucapan mamanya, dia menjadi tidak tahan akhirnya mengatakan apa yang ingin dikatakannya.
Arya dan Belinda sontak menoleh ke arah suara tersebut.
Ya itu Ananya, wanita cantik itu kini telah bercucuran air mata. Entah apa yang dia rasakannya, tetapi jika di lihat memang dia merasakan sakit hati seperti yang dirasakan Arya, malah dia lebih sakit hati dari Arya.
"Biar Aku aja yang rasain sakit mah, dan cukup Aku aja yang mama paksa.
Aku tidak akan kasih kesempatan buat mama untuk nyakitin hati mas Arya dan Aira seperti mama nyakitin hati Aku" Ananya masih berbicara dengan air mata yang terus mengalir hingga matanya sekarang sudah terlihat sedikit sembab.
"Sayang kamu ngomong apa sih mama enggak ngerti" Belinda berjalan menghampiri putrinya.
"Ananya pasti kelelahan, jangan ganggu dia"
"Ananya tidurlah"
Kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Arya, Arya tau alasan kenapa Ananya menangis maka dari itu Arya ingin adiknya istirahat.
Dan Belinda yang ingin menghampiri putrinya menghentikan langkahnya.
"Iya mas, Ananya capek pengen istirahat"Jawab Ananya degan tegasnya
Akhirnya Belinda dan Arya keluar dari kamar Ananya.
Flashback On
__ADS_1
"Sayang" Dengan suara lembut wanita itu memanggil kekasihnya yang sedang menunggunya di taman dekat kampus.
"Maaf yah, pasti lama nunggunya" Sambungnya lagi.
"Enggak apa-apa sayang, mau nungguin kamu seribu tahun pun pasti aku lakukan" Jawab pria yang di panggil sayang itu.
"Ihh apa sihhh, gombal" Jawab wanita itu.
Pria itu menarik wanita yang dipanggil nya sayang itu lalu memeluknya sambil mengusap lembut rambut wanitanya.
" I Love you Ananya" Kata laki-laki itu lalu mencium kepala Ananya.
" Love You too Danish" Balas Ananya dengan kepala masih bersandar di dada Danis.
"Gak kerasa yah, sekarang kita jalanin hubungan ini udah dua tahun. Rasanya kayak baru kemarin kita pacaran" Kata Danish masih mengelus lembut rambut kekasihnya
"I.... " ya
Ucapan ananya terhenti dan kedua sejoli itu melihat ke arah suara. Ananya merasa senang karena dia tidak perlu lagi nanti untuk cerita masalah hubungannya.
"Mama, dia Danish. Pacar aku" ananya langsung bicara pada intinya.
Belinda melihat Ananya di jalan,sebenarnya dia ingin bertemu Teman-teman sosialita nya tapi karena kepo dengan Ananya akhirnya dia mengikutinya dari belakang.
"Ohh dari keluarga mana dia" tanya Belinda penuh selidik.
Keduanya hanya terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Danish adalah pria sederhana dari keluarga menengah, dia berhasil masuk kampus besar ini karena kepintarannya, dia mendapat beasiswa dan akhirnya kuliah di kampus ternama ini.
__ADS_1
Melihat kebisuan mereka Belinda mulai mengerti kalau laki-laki itu bukan dari keluarga kelas atas.
"Sudah cukup pacarannya. Kamu putusin anak saya sekarang." perintah Belinda sambil menunjuk Danish.
"Ma, mama apa apaan sih becandanya gak lucu ma"
"Diam kamu" bentak Belinda
"Kamu putusin anak saya, atau saya buat kamu menyesal nanti" menunjuk ke arah Danish.
"Saya bisa cari tau asal usul kamu dalam satu menit dan menghancurkan semua tentang kamu berkeping-keping. Kamu cuman punya dua pilihan sekarang, putusin anak saya atau saya hancurkan kamu" Tegas Belinda.
"Aku cinta sama dia mah"Ananya berkata dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Ananya, stop bilang cinta. Dia tidak akan bisa kasih kamu apa-apa nanti, dia hanya akan menjadi beban kamu nanti. Jaman sekarang orang butuh uang bukan cinta. Nanti kalau kalian nggak ada uang kalian mau makan cinta. Tidak sayang, semuanya butuh uang" Jelas Belinda panjang kali lebar.
"Ananya Kita Putus, Aku tidak akan pernah bisa kasih kamu apa-apa, Maaf." Sambil menitikan air mata Danish mengatakan hal menyakitkan itu.
"Dan jangan kayak gini, aku gak mau" Ananya menangis histeris Hari Aniversary nya akan menjadi hari berakhirnya hubungan mereka
"Aku sayang kamu Ananya"
Danis pergi dari taman sambil menyeka air matanya.
Flashback off
Ananya menangis histeris saat mengingat kejadian itu, dari saat itu ananya memutuskan untuk ke luar negri dan tidak ingin kembali.
__ADS_1
ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜😊 𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕝𝕚𝕜𝕖 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟 𝕕𝕒𝕟 𝕧𝕠𝕥𝕖👍😊🖤
𝕠𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘😊🖤