
Setelah beberapa menit mencari dokumen itu, akhirnya Naina menemukan dokumen yang di minta oleh Adi. Anak magang itu bernama Naina.
Naina berjalan menuju ruangan presdir.
tok... tok... tok...
Suara ketukan pintu terdengar di telinga Aira.
Aira yang sedari tadi memakan cemilan sambil membaca itu akhirnya bersuara.
"Masuk"
Bukannya presdir nya itu laki-laki? tapi kenapa yang nyahut perempuan, apa aku salah ketuk pintu yah, tapi di depan tulisannya ruangan presdir kok. batin Naina dan keningnya mengkerut sempurna karena heran.
Akhirnya setelah berperang dengan batinnya dia melangkah masuk ke ruangan presdir itu.
Sedangkan Aira setelah mengucapkan kata itu langsung menghadapkan mukanya menatap buku lagi.
Naina melangkah mencari siapa perempuan yang menyahut, setelah dia mengetahui perempuan itu ada di sofa akhirnya Naina membuka suara.
"Maaf ibu, saya ingin memberikan dokumen ini. Saya di minta untuk menyimpannya di meja" Ucap Naina sopan.
Naina menunggu perempuan itu mengangkat kepalanya, agar rasa penasarannya itu hilang, beberapa detik kemudian perempuan itu mengangkat kepalanya.
"Ba..... " ik...
"Aira?"
__ADS_1
Ucapan Aira terhenti karena terkejut sedangkan Naina lebih terkejut karena didalam ruangan presdir ada sahabat baiknya.
Aira lupa kalau sahabatnya magang di perusahaan suaminya.
Karna terkejut dokumen yang di pegang Naina berserakan dilantai.
"Nanti aku jelasin, sekarang kita beresin ini dulu yah" Sambil menunjukan kertas yang berserakan.
Akhirnya mereka membereskan semua kertas yang berserakan itu.
***
Sementara di ruangan meeting terlihat sangat hangat karena perasaan Arya sedang berbunga-bunga sekarang, saat adi ingin membuka suaranya memulai Arya membuka suaranya.
"Kita lanjutkan besok"
Tiga kata itu membuat orang-orang di dalam ruang meeting merasa heran.
Arya berjalan keluar ruangan, di ikuti oleh Asistennya Adi dan sekertarisnya Rahma.
ternyata dia tidak berbohong, belum satu menit sudah selesai. Batin Rahma.
Sedangkan adi sudah mengerti. Pikirannya adalah karena Nyonya mudanya disini.
***
"Aku dan Arya... "
__ADS_1
"Sayang"
Aira ingin menjelaskan tetapi ucapannya terhenti karena pangilan sayang dari suaminya.
Sayang? Aira sama pak Arya? Ya Tuhan apa yang terjadi sebenarnya, tolong jelaskan. Batin Naina. Keningnya mengkerut karna penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
Arya yang baru masuk melihat dua orang itu, Adi yang berada di belakang atasannya juga merasa bingung.
Ada apa dengan anak magang ini, kenapa dia duduk dengan nyonya disitu, ada hubungan apa mereka. Batin Adi.
"Sayang, dia siapa?" Tanya Arya kepada istrinya.
Arya tidak mengenal karyawan magang itu, karena karyawannya sangat banyak dan Naina hanya anak magang jadi jelas dia tidak tau.
"Ahh dia Naina, dia sahabat aku, dia magang di sini" Jelas Aira.
"Pak Adi, ada satu lagi sahabat saya yang magang disini, namanya Jenilen. Sepertinya dia di bagian pemasaran. Bisakah pak Adi membantu saya memanggilnya. Saya ingin menjelaskan sesuatu kepada mereka." Sambung Aira dengan wajah memohon.
"Kamu mau jelasin apa sih?"Tanya Arya sambil mengerutkan keningnya.
"Aku mau jelasin tentang kita. Mereka belum tau"
"Tapi bukannya waktu itu kamu ketemu sama sahabat kamu. Aku pikir kamu udah crita sama mereka"
Tuhan ada apa ini, aku semangat tidak mengerti apa yang terjadi disini. Apa mereka punya hubungan. Batin Naina.
"Belum Ya"
__ADS_1
βπΈπππ ππΈππΈπ-ππΈππΈπ π ππΈβπΎπΈβ ππβπΈ ππΌππΈβ π
π ππππͺ ππππͺπππ ππ€