Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Berteman


__ADS_3

Pasangan suami istri yang baru menikah itu duduk dan terdiam lagi setelah pembicaraan singkat tadi. Memang keduanya masih terlihat canggung karena pernikahan yang mendadak itu tapi dalam hati Arya dia ingin rasa canggung ini berubah menjadi rasa nyaman.


setelah duduk berdiam tanpa kata, akhirnya Arya berpamitan untuk mandi.


"Ai, aku mandi dulu yah badan aku mulai lengket" Aira tersenyum dan mengangguk lalu mengatakan "mau aku siapkan air?"


Arya hanya menggeleng kepala, dia berjalan menuju kamar mandi tapi kakinya terhenti lalu menoleh pada istrinya dan bilang sama dia "Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau disini, tapi aku tidak akan mengizinkan kamu mengerjakan pekerjaan rumah karena itu adalah pekerjaan pelayan disini"


Aira hanya diam, dia tidak tau apa yang harus dilakukan dirumah barunya ini tapi satu yang pasti dia sangat bahagia karena suami yang baru menikah dengannya itu sangat menghargainya dia merasa dia adalah wanita yang sangat beruntung dan dia berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan mengecewakan suami nya


Arya baru selesai mandi hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada membuat Aira kaget dan reflek berteriak membuat Arya tidak mengerti


"aaaaaaaaaaa" menutup mata


"kamu kenapa Ai?, kamu lihat setan?"


Aira menggeleng kepala, matanya tetap tertutup rapat dan kepalanya menunduk lalu Arya mengerti dengan kekhawatiran istrinya dan dengan cepat mengambil baju lalu memakainya

__ADS_1


"sudah Ai sudah, aku sudah pakai baju" Aira membuka mata


"Maaf, aku kaget makanya aku kayak tadi. Maaf juga karena aku belum terbiasa dengan semua ini" Arya tersenyum lalu jawab dengan santai


"tidak apa-apa Ai, aku mengerti, kamu mandi gih"


"baiklah aku mandi dulu yah" Aira tersenyum malu dan Arya membalas senyumannya


Setelah Aira selesai mandi dan memakai pakaiannya ia keluar dari kamar mandi lalu Arya memanggilnya


"Ai sini aku mau bicara" sambil menepuk bagian sofa yang kosong, Aira menurut dan berjalan ke arah suaminya lalu duduk


"Terimakasih karena sudah mau mengerti, aku akan berusaha untuk mencintai kamu, dan aku tidak akan mengecewakan kamu" Aira tersenyum.


"Baiklah karena aku sudah terlalu banyak bicara, aku mau dengar cerita hidup kamu, mulai dari A sampai Z" walaupun Arya sudah tau semua tentang Aira tapi dia mau dengar dari mulut istrinya.


Tanpa canggung Aira menceritakan kisah hidupnya, walaupun ada hal yang harus membuatnya berbohong, yaitu pada saat bercerita tentang ibu tiri nya, dia membanggakan ibu tirinya, dan mengatakan ibu tirinya sangat baik walaupun ibu tirinya jahat sama dia dan Aira sangat membanggakan ayahnya, walaupun ayahnya kadang tidak peduli padanya

__ADS_1


Arya tau saat bercerita tentang ayah dan ibu tirinya dia sedang berbohong, tapi Arya tetap mendengarkan.


"baiklah karena kamu sudah terlalu banyak bercerita tentang hidupmu mungkin sekarang kita bisa berteman" Arya menyodorkan tangannya. Aira tersenyum dan menjabat tangan Arya


"Senang bisa berteman dengan anda tuan"


"hey bukankah kita teman, jangan panggil aku tuan, panggil saja suamiku atau sayang atau beby" goda Arya sambil tertawa


"kalau kaka gimana? "


"tidak bisa, panggil saja Arya"


"tapi bukankah itu tidak terlalu sopan"


"ya sudah panggil aku honey"


"aku panggil Arya saja"

__ADS_1


Arya tertawa sedangkan istrinya malu dengan pipi yang sudah memerah.


malam semakin larut dan mereka akhirnya memutuskan untuk tidur


__ADS_2