Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Semoga Dia Adalah Surga ku


__ADS_3

Karena tangan Aira sekarang sudah semakin sakit Aira memutuskan untuk menelfon suaminya untuk meminta bantuan karena yang dia kenal dirumah ini hanya suaminya tetapi nihil, tidak ada jawaban dari panggilannya.


sedangkan di aero grup, Arya bergegas menuju mobilnya dan bergegas kerumah megahnya. Karena dia khawatir dengan istrinya.


***


Pukul 4 sore


Arya membuka pintu kamar yang terkunci dan melihat istrinya tertidur dibatas sofa.


Dia berjalan menuju sofa dan melihat Aira, Arya tersenyum walaupun ada rasa bersalah.


Aira merasa ada orang yang memperhatikannya, dia perlahan membuka matanya dan kaget karena ternyata suaminya ada di hadapannya.


"Ya, kamu sudah pulang?" tanya Aira


"Iya, aku mandi dulu setelah itu kita ketemu ibu"


"Ibu?.... Apa ibu kamu sudah pulang dari luar negri? Kenapa tidak bilang?"


"Ini aku sudah bilang"


"Iya, tapi maksud aku kenapa tidak bilang dari tadi biar aku masakin dia sesuatu"

__ADS_1


"Ibu baru pulang tadi, dia baru sampai makanya aku cepat-cepat pulang" Arya mencari alasan dan dalam hatinya berkata Ibu tidak mungkin mau makan masakan kamu sekarang Ai, tapi aku janji sama kamu, aku akan buat ibu sayang sama kamu


"Ohhhh, tadi aku mau keluar kamar. Tapi pintunya terkunci dari luar makanya aku telfon kamu, tapi kamu tidak angkat"


"Maaf yahh Ai, kalau aku lagi kerja jarang banget buat pegang HP makanya aku tidak angkat" Arya berusaha mencari alasan yang pas.


Aira hanya mengangguk dan Arya langsung menuju ke kamar mandi


setelah selesai mandi Arya dan Aira menuju kamar ibunya Arya.


***


Didalam kamar, wanita cantik keturunan Belanda itu duduk sedang membersihkan kukunya, dia terlihat sangat elegan.


Belinda adalah ibunya Arya. Cantik, putih dan kulitnya terlihat masih sangat kencang. Ia tidak menyetujui pernikahan putra kesayangannya itu karena ia telah berjanji ingin menikahkan putranya dengan anak sahabatnya.


"Mah"


Belinda tidak menyahut tetapi ia langsung membalikan wajahnya melihat kearah anaknya


"Arya kesini mau mengenalkan istri Arya ke mama"


Belinda tidak menjawab apa-apa dia hanya menatap Aira dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


Aira sadar bahwa ibu mertuanya itu tidak menyukainya karena tatapannya tetapi Aira dengan senyum manisnya mengangkat tangannya dan ingin menjabat tangan ibu mertuanya. Ibu mertuanya hanya membalas jabatan tangan menantu yang tidak disukainya itu tanpa tersenyum


"Nama saya Aira Qaisarah tante"


Namun Belinda tidak menjawab apa-apa, Hal itu membuat Arya merasa sakit hati dan tanpa pamit dia menarik tangan Aira dan keluar dari kamar Belinda


***


Arya dan Aira terlihat canggung setelah kejadian di kamar ibunya tadi tetapi Arya langsung meyakinkan istrinya bahwa ibunya hanya kaget dan nanti dia akan menerima Aira.


"Ai, maafin mama tadi yahh, dia kaget karena pernikahan kita yang mendadak"


Aira hanya tersenyum tanpa ada satu katapun keluar dari mulutnya dan menundukan kepalanya.


"Aku janji sama kamu, aku akan buat mama Terima kamu, aku akan bantu kamu buat ambil hati mama, kita akan berusaha bersama"


Aira mengangkat kepalanya, melihat mata suaminya yang tulus dan tanpa disadari Aira memeluk suaminya dan menangis dipundak suaminya. setelah kejadian tadi, dia merasakan bahwa Arya mendukungnya, dan dia yakin bahwa Arya benar-benar mencintainya.


"Terimakasih, Terimakasih karena sudah mau mencintai aku dengan tulus, walaupun kita baru bertemu, aku pasti akan belajar mencintai kamu dan aku akan ambil hati mama,tapi kamu harus ingat janji kamu untuk belajar menjadi anak Allah"


Arya mengangguk sambil tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


sementara Aira berdoa dalam hatinya

__ADS_1


"Ya Allah, semoga dia adalah surga ku"


__ADS_2