
Karena Ananya mengatakan akan sampai jam 10 pagi di tanah air, Arya memutuskan untuk mengontrol keadaan perusahaan dari rumah.
Dan karena jarak antara rumah dan bandara cukup jauh akhirnya Arya memutuskan untuk berangkat satu jam lebih awal.
"Ai, sudah siap?" tanya Arya sambil melihat bayangannya di cermin.
"Sudah, ayo" jawab Aira sambil berjalan ingin mengambil satu tas kecilnya.
Saat Aira ingin mengambil tas kecilnya Arya menarik tangan istrinya kedalam pelukannya.
Tatapan mata Arya tidak lepas dari mata indah aira, sama halnya dengan Arya, tatapan Aira juga tidak lepas dari mata Arya.
Mereka menatap satu sama lain cukup lama hingga Arya mengatakan satu kata yang membuat istrinya malu.
"Cantik"
Aira terlihat sangat cantik dengan hijab berwarna coklat susu dan baju warna putih serta celana yang senada dengan hijabnya.
Wajahnya tidak di poles make-up sama sekali tetapi ia tetap terlihat cantik. Mata bulatnya, alis tebalnya, bibir tipis berwarna merah muda dagu panjangnya semua terlihat sangat indah. Dan wangi tubuhnya yang asri membuat Arya semakin tak bisa lepas dari pandangannya.
"Terimakasih tampan, ayo berangkat nanti Ananya nungguin lagi" ajak Aira tetapi dengan waja bersemu merah.
Aira menarik tangan suaminya untuk berjalan karena dia sudah sangat malu jika terus di lihat.
Tetapi bukannya menarik malah dia yang tertarik oleh Arya dan...
Cup...
__ADS_1
Bibir mereka bertemu, mata Aira membulat sempurna, walaupun memang setiap hari ketika ingin bekerja Arya selalu mengecup bibirnya, tetapi entah kenapa ia selalu merasa malu.
Setelah beberapa saat pada posisi mereka akhirnya mereka melepaskan ciuman itu dan turun dari lantai atas dengan posisi saling menggenggam tangan.
Sedangkan di bawah Belinda tengah duduk membaca majalah sambil menunggu kedatangan putri tercintanya.
"Kamu jadi bawa dia? kalau kamu malu di bandara, jangan pernah Bilang-bilang sama mama karena mama udah ingatin kamu. Ngerti!" Sambil menatap Arya lalu beralih pandang menatap sinis Aira.
Tanpa menjawab, Arya menarik tangan Arya masuk ke dalam mobil.
***
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
Terlihat seorang gadis cantik melambaikan tangannya ke arah Arya dan Aira.
"Udah yahh, nanti istri aku cemburu" Arya melepas pelukan adiknya.
Ananya mencari dimana istri kakaknya, ternyata Aira berada di belakang Arya dan karena tubuh Arya terlalu tinggi dan besar karena otot-otot nya jadi dia tidak bisa melihat kakak iparnya.
"Mana? Kamu bilang tadi mau bawa dia kok nggak ada" jawab ananya.
Mendengar itu, Aira langsung melangkah ke depan dengan senyum khasnya.
"Assallamuallaikum, hay" sapa Aira.
"Hay" Dengan semangat Ananya langsung memeluk kakak iparnya itu.
__ADS_1
dengan perasaan canggung Aira membalas pelukan adik iparnya itu.
"Udah stop peluknya, ada suaminya disini jaga dong perasaan suaminya" Jawab Arya.
entah kenapa dia merasa kesal jika ada orang yang menyentuh istrinya.
"Ihhh apa sihhh, sumpah sekarang mas jadi bucin. Dulu aja bilangnya gak mau menikah" jawab Ananya dengan waja kesalnya.
Sedangkan Aira yang melihat itu hanya tersenyum.
"Mbak Aira, kalau mau tau rahasia Mas Arya nanti japri ke Ananya yahh. Ananya punya banyak rahasianya"
Mendengar panggilan yang begitu formal dari Ananya, membuat Aira merasa risi.
"hehe iya, Tapi jangan panggil mbak yah. soalnya aku ngerasa udah kayak tua banget gitu" sambil tersenyum Aira menjawab perkataan Ananya.
"Iya sayang, nanti aku bilang yah sama Ananya. Sekarang kita ke mobil yahh, kaki aku pegal" jawab Arya tetapi tatapan tajam nya tertuju pada Ananya.
"Biasa aja kali" jawab Ananya.
Jujur, Ananya senang karena sekarang Arya sudah meleleh karena Aira.
Arya berjalan menggandeng kedua wanita yang terpenting dalam hidupnya itu.
ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕝𝕚𝕜𝕖, 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟 𝕒𝕟𝕕 𝕧𝕠𝕥𝕖 😊🖤
𝕠𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 🖤😊
__ADS_1