
Tanpa di sadari keempat sahabat itu duduk sudah sangat lama, ketidakhadiran calon suami sona tidak menjadi masalah besar untuk sona, walaupun didalam hati kecil sona rasanya sangat sakit.
mereka berbincang cukup lama dan Aira berpamitan untuk pulang, karena jika dia telat satu menit saja, ibu tirinya akan murka padanya
"guys aku duluan yah, udah mau jam lima" sambil tersenyum dan melanjutkan perkataannya "kalian kan tau nanti kalau aku telat bagaimana" akhirnya mereka berpelukan dan Aira lenyap dari cafe itu. Dia masuk ke mobil putihnya dan berangkat menuju ke rumah.
sampai dirumah dia melihat ada mobil mewah yang belum pernah ia lihat sebelumnya, dan ia berfikir mungkin ada tamu untuk ayahnya. Aira masuk dengan senyum ceria pada orang yang dia kira adalah tamu ayahnya dan mengucapkan selamat.
"Assallamuallaikum" Aira mengucap dengan senyum manisnya, tapi tidak lama dia langsung menundukan kepalanya.
"waalaikumsalam, Ai. Sini duduk, ada yang mau ketemu sama kamu" dalam pikir Aira kenapa ada orang yang ingin bertemu dengannya, dia hanya menduga-duga mungkin itu orang yang akan menawarkan pekerjaan karna Aira pernah meminta pekerjaan sama ayahnya.
__ADS_1
"Ai, pria ini datang ingin melamarmu, tapi kamu bisa tolak jika kamu ingin meneruskan kuliahmu dulu, ibu sama ayah juga tidak memaksa" ucap ibu tiri Aira dengan senyum terpaksa.
Tidak lama setelah ibu tiri Aira berbicara alarm Aira berbunyi pukul 17:57 artinya adzan maghrib, Aira minta izin untuk shalat maghrib.
"ayah, ibu, tuan Aira kekamar sebentar yah" ayah dan ibu tirinya tau dan mereka menganggukan kepala, sedangkan Arya hanya tersenyum memikirkan betapa solehah nya calon istrinya itu.
Sebenarnya Aira shalat karna dia juga ingin meminta petunjuk Allah, apa yang harus ia lakukan, apa ia harus menerima lamaran laki-laki yang belum ia kenal sebelumnya, atau tidak menerima.
mereka tidak bisa menebak apa yang akan Aira katakan. Merka menunggu dengan sabar saat Aira turun.
Jawaban Aira tentang lamaran itu memang membuat seisi rumah kaget, lebih kaget lagi Arya yang tidak percaya dia akan menjawab itu.
__ADS_1
Dari tadi saat Aira masuk, Arya memang sedang berdoa dalam hatinya Semoga Aira mau menikah dengannya.
"Ayah, Aira mau menikah dengan tuan... " Aira menghentikan ucapannya karna dia belum tau siapa nama orang yang akan menikahinya itu, dengan cepat Adi menjawab dengan wajah penuh senyum "namanya Tuan Arya nona" Aira hanya menunduk, dia belum brani mengangkat kepalanya. Dia tidak tau kenapa tuan Arya mau menikahinya, tapi yang pasti dia punya alasan kenapa dia mau Terima lamaran dari orang yang bahkan belum ia lihat sebelumnya.
Arya sangat bahagia dengan keputusan Aira, walaupun dia baru bertemu dengan Aira dua kali tapi ia merasa sangat bahagia dengan pertemuan singkat itu.
"yah sudah kalian minum dulu tehnya, ibu mau bicara dulu sama Aira" mereka mengangguk
Aira mengikuti ibunya ke dapur, dan hal yang menyakitkan terjadi lagi.
"kenapa kau mau menikah sama dia? kamu mau cepat-cepat pergi dari sini karna aku terus menyuruhmu? aku menyuruhmu karna aku sayang padamu, tapi ternyata kamu pikir semua ini hanya beban bagimu kan? ternyata selama ini kamu memang benar-benar ingin pergi dari rumah ini" ibu berhenti sejenak menarik nafas nya dan melanjutkan kalimatnya "ternyata kamu sebenci itu sama ayah kamu sampai kamu mau pergi dari rumah ini yah" ternyata kata-kata itu membuat butiran air mata di mata indahnya Aira jatuh.
__ADS_1
Aira merasa sangat kesakitan mendengar ucapan ibunya tadi. tapi dia diam dan masuk ke kamarnya tanpa ada bantahan sedikitpun