
"Arya...... Arya..... " Panggil Aira dari dalam kamar mandi.
Arya yang sedari tadi melamun akhirnya tersadar dan berlari menuju pintu kamar mandi.
"Kenapa sayang" Tanya Arya.
"Tolong ambilin pembalut aku, aku lupa bawa soalnya"
Arya berjalan menuju Walk in closet untuk mengambil pembalut istrinya, tetapi lama Arya mencari pembalut itu tapi tidak ada.
"Sayang, pembalut kamu di lemari gak ada. Kamu pindahin kemana?" tanya Arya sambil masuk ke kamar mandi.
Dan Aira sadar kalau pembalut nya habis dan dia lupa membelinya, lagi lagi dia marah pada dirinya sendiri yang ceroboh.
"Aku lupa, ternyata pembalut aku habis bulan lalu dan aku belum membelinya"
"Yaudah kamu tunggu disini biar aku beli" ucap Arya dengan semangat.
"Kamu gak apa-apa kalau beli? Gak usah deh Ya, minta punya Ananya aja" jawab Aira
"Gak apa-apa aku beli, masa presdir Aero grup minta pembalut sih. kamu tunggu yah aku beli sebentar" pamit Arya lalu mencium kening istrinya lalu keluar dari kamar mandi.
Aira menatap punggung suaminya sambil tersenyum bahagia, bahagia karena Aira memperlakukannya dengan baik dan dia tidak marah karena Aira menghentikan permainan mereka di tengah jalan.
__ADS_1
***
Arya masuk ke dalam boge Mart dan berjalan mencari letak pembalut.
Arya mengambil beberapa pembalut yang biasa di pakai istrinya. Ya, karena sering menemani istrinya belanja keperluan mereka, akhirnya Arya tau merek pembalut yang biasa di pakai istrinya.
Semua mata tertuju padanya, bagaimana tidak laki-laki tertampan dan terkaya belanja pembalut.
Orang-orang di sekitar yang melihatnya berbisik membanggakan nya, ada juga yang megatakan wanita yang dibelikan pembalut itu pasti sangat-sangat beruntung, dan banyak lagi banggaan lainnya.
Dan Arya merasa bangga juga pada dirinya sendiri.
Setelah membayar pembalut di kasir, dia keluar membawa tentengannya menuju ke mobil dan bergegas kerumah mengingat istrinya sedang menunggu di rumah.
***
Arya sampai histeris karena melihat darah di rok panjang Aira, karena saat itu Aira tidak ada pembalut jadi dia meminta Arya membeli pembalut, dan Arya kembali membawa berbagai macam merek pembalut hampir satu kertas penuh hanya pembalut.
Dari situ cinta tumbuh, saat melihat suaminya tanpa malu mau membeli pembalut untuknya, dia saja malu saat Arya datang sambil memegang kantong plastik penuh pembalut dengan bermacam-macam merek.
Haha mungkin menurut kalian aneh karena cinta tumbuh hanya karena Arya mau membeli pembalut, tapi menurut Aira itu adalah pembuktian cinta yang luar biasa.
Aira juga ingat saat dia sedang meringis memegang perutnya dan tangan kekar Arya mengelus lembut perutnya, salah tingkah dan kaget saat itu. Tetapi saat Arya memegang perutnya entah apa yang terjadi tapi perutnya tidak sesakit tadi, jadi dia membiarkan Arya memegang perutnya.
__ADS_1
Dan keesokan paginya Aira memutuskan untuk membuka jilbabnya di depan suaminya. Aira ingat betul saat Arya kaget melihat rambutnya tidak ditutup jilbab.
Ceklek...
Suara pintu menyadarkan Aira dari lamunanya, dia melihat suaminya berjalan kearahnya membawa kantong pelastik berisikan pembalut.
"ini sayang" Arya membuka satu bungkus pembalut, mengambilnya lalu memberikan kepada Aira.
lalu berjalan menuju walk in closet untuk menyimpan sisa pembalut istrinya.
.
.
.
.
.
.
halo kakak kakak jangan lupa like komen vote ochey
__ADS_1