Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Kewajiban Sebagai Istri


__ADS_3

Arya sudah merasa legah karena mengatakan semuanya pada ibunya. akhirnya dia berjalan menuju kamarnya dan ternyata istrinya belum juga tidur, dia masih duduk menunggu suaminya disofa.


"Ai, belum tidur? "


"Ehh iya Ya"


"Kenapa? Ada apa?"


"Emm, Aku tidur dimana Ya" bertanya sambil menunduk dan meremas tangannya


"Di kasur dong, masa kamu nanya kaya gitu" tatapan Arya lekat pada Aira yang sedang menunduk dan melanjutkan kalimatnya


"Kamu tenang Ai, aku tidak akan ngapa ngapain kamu, aku kan sudah bilang sama kamu tadi. Aku akan tunggu kamu sampai kamu siap" sambil tersenyum.


Walaupun Aira merasa tidak tenang tapi dia akhirnya berjalan menuju kasur dan berbaring dikasur, dan Arya pun ikut berbaring, tanpa satu kata pun. Akhirnya mereka terlelap dalam tidur dengan penghalang bantal guling di bagian tengah kasur.


Malam pertama mereka tidak seperti pengantin pengantin lain yang mesra.


***


pukul 04:30 Aira bangun dari tidurnya memanggil suaminya untuk shalat

__ADS_1


"Ya.... Ya.... bangun.. Shalat yuk"


namun Arya tidak menyahut sama skali, Arya berfikir dalam hatinya mungkin suaminya lelah karena banyak pekerjaan, jadi dia memutuskan untuk ke kamar mandi mengambil wudhu, setelah wudhu ia bersujud kepada Allah dan berdoa pada Allah.


Setelah selesai Dia memutuskan pergi ke dapur untuk memasak, walaupun ia tau Arya tidak akan membiarkannya untuk memasak ataupun melakukan pekerjaan rumah tetapi ia tetap akan melakukan itu, karena menurutnya itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri, dia harus mengurus suaminya dengan baik.


***


Sementara di dalam kamar, Arya membuka matanya perlahan dan setelah membuka matanya ia melihat ternyata istrinya tidak ada di dalam kamar. Ia mencari di kamar mandi, hingga tempat penyimpanan pakaian tapi tidak ada, dalam pikirannya mungkinkah Aira kabur, pikirannya sudah kemana-mana ia sudah tidak tenang tetapi setelah mencium wangi masakan dari dapur akhirnya ia turun, dia tau itu adalah istrinya karena pembantu mereka tidak mungkin datang sepagi ini.


"Kenapa kamu harus masak Ai, Kita kan punya pembantu"


Aira menjawab dengan senyuman yang manis


"he he ternyata aku menikahi orang yang tepat"


Pipi Aira menjadi merah saat mendengar pujian dari Arya, tapi dia merasa sangat bahagia.


mungkin mereka baru menikah kemarin tetapi dia merasa pilihannya untuk menikah dengan Arya adalah pilihan yang tepat dan tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin saat ini Aira sudah merasa nyaman karena pujian suaminya itu dan hari ini Aira bertekad untuk belajar mencintai suaminya.


"Aku rasa kamu tidak perlu memberiku pujian seperti itu, karena itu adalah kewajibanku" Aira tersenyum, dan menatap lekat suaminya lalu meneruskan kalimatnya.

__ADS_1


"Aku mau kamu jadi Imamku, Aku mau kamu jadi Surga ku. Aku akan Terima kamu kalau kamu sudah menjalankan kewajibanmu sebagai anak Allah, dan saat hari itu tiba hari dimana kamu sudah sepenuhnya menjadi anak Allah, aku akan mencintaimu lebih dari diriku sendiri"


Kata-kata yang di ucapkan Aira membuat Arya tertegun, Arya diam tanpa kata, dia sudah lupa cara-cara shalat dia sudah lupa karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Tetapi dia sekarang sadar bahwa ternyata Allah memberikan Aira kepadanya karena Allah ingin dia berubah.


"Aku akan menjadi imam kamu, menjadi surga kamu dan akan menjaga kamu. Aku akan belajar" saat Arya berkata seperti itu Aira mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan berkata "Allhamdulilah, aku senang mendengarnya"


dan akhirnya makan pagi yang luar biasa itu berakhir Arya bersiap-siap pergi ke Kantor.


setelah selesai akhirnya Arya berangkat


"Ai aku jalan yah, kamu baik-baik disini sebentar bi asry kesini" sambil berjalan menuju pintu keluar.


Setelah sampai di teras depan rumah, Aira mencium telapak tangan suaminya


"aku jalan" pamit Arya


"waalaikumsalam" balas Aira


Arya akhirnya membalikan wajahnya dan tersenyum lalu bilang


"Assallamuallaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Saat ingin melangkahkan kakinya ia mendekat ke arah Aira lalu mencium kening istrinya, lalu sambil tersenyum ceria ia berjalan menuju mobilnya dan ternyata sedari tadi Adi menunggunya di mobil sambil tersenyum


__ADS_2