
"Arya, aku mau bicara. ini penting" ucap Aira lagi, karena ingin suaminya itu melihat kearahnya. Entah apa yang ingin di bicarakan nya pada suaminya itu.
Arya menoleh melihat wajah serius istrinya, entah ada apa dengan istrinya itu.
"Iya sayang, kenapa?" Jawab Arya beralih pandangan dari leptop ke wajah cantik istrinya.
"Kenapa Ai, ada yang mengganggu pikiran kamu?" Tanya Arya karena melihat wajah bingung istrinya.
Ya, Aira benar-benar bingung sekarang, sedari tadi kata-kata Ananya tentang anak terus terngiang di pikirannya, dan setelah shalat dan minta pendapat dari Allah dia merasa harus membahas masalah anak kepada suaminya, bisa di bilang sekarang dia siap untuk melakukan kewajibannya itu.
"kamu pengen punya anak?" tanya Aira.
"Aku siap" Sambungnya lagi sebelum Arya menjawab pertanyaan konyolnya.
Jujur saat ini Arya bingung sekaligus senang, bingung karena tiba-tiba Aira bertanya prihal anak dan senang karena penantiannya selama ini tidak sia-sia.
"Apa kamu yakin?" tanya Arya.
"Aku tidak mau kamu melakukannya karena keterpaksaan, aku sudah bilang sama kamu Ai, aku akan nunggu kamu sampai kamu benar-benar siap" Sambungnya lagi.
Dia tidak ingin melakukannya hanya karena keterpaksaan, dia tidak ingin menyakiti istrinya itu.
__ADS_1
"Dan sekarang aku sudah benar-benar yakin dan sangat-sangat siap.
Aku mohon, lakukanlah" Jawab Aira penuh keyakinan.
Sekarang dia sudah yakin penuh bahwa dia ingin memberikan semuanya kepada suaminya, dia ingin memberi Arya anak, dia ingin membuat rumah tangganya bahagia walaupun tidak ada persetujuan dari ibu mertuanya. Allah telah meyakinkannya untuk melakukan semua ini.
Setelah mendengar keyakinan dan kesiapan dari Aira, Tanpa aba-aba lagi Arya langsung mencium bibir istrinya dan memberi *******-******* kecil pada bibir istrinya, dan Aira menerimanya walaupun belum terlalu mahir. Cukup lama mereka berciuman, Arya melepas ciumannya karena merasa Aira sudah sulit bernafas. Arya membiarkan istrinya menghirup oksigen dan setelah melihat nafas Aira sudah mulai beraturan dia melanjutkan ciumannya sambil menggendong Aira menuju ke ranjang. Arya membaringkan tubuh istrinya ke ranjang king saiz milik mereka sambil tangannya membuka kancing piama istrinya, bibirnya mulai turun mencium leher istrinya tak lupa memberi tanda kepemilikan pada leher istrinya itu.
Sementara Aira sebenarnya sudah hanyut karna perbuatan suaminya, tetapi dia merasa keram di bagian perutnya. Matanya tak sengaja melihat ke arah kalender di depannya, dan ternyata keram di perutnya adalah pertanda bahwa tamu bulanannya telah datang.
Dia menggerutu mengutuk kebodohannya yang lupa bahwa hari ini tamu bulanannya akan datang. Arya yang melihat perubahan wajah istrinya akhirnya bertanya.
"Kamu kenapa? " tanya Arya karena melihat wajah istrinya berubah sedih.
"Kamu ke kamar mandi gih" ucap Arya dengan wajah kecewa sambil mengancingkan kembali dua kancing piama yang telah dia buka.
"Maaf, aku lupa" ucap Aira dengan wajah sedih.
Dia benar benar marah pada dirinya sendiri, karena telah memberi harapan palsu pada suaminya.
Dia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Yang sabar yah dek, mungkin sekarang bukan waktunya" Ucap Arya kepada adiknya.
Arya sangat-sangat kecewa, tetapi apa boleh buat. Tamu istrinya datang pada saat mereka sedang penuh gairah.
"Arya...... Arya..... " Panggil Aira dari dalam kamar mandi.
Arya yang sedari tadi melamun akhirnya tersadar dan berlari menuju pintu kamar mandi.
"Kenapa sayang" Tanya Arya.
"Tolong ambilin pembalut aku, aku lupa bawa soalnya"
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak-kakak jangan lupa like komen and vote 💜🖤🙏