Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Birthday Arya Part 2


__ADS_3

Arya berjalan menuju ruangannya dengan wajah yang sangat-sangat dingin, jika biasanya dia mengangguk pelan jika karyawannya menyapa makan hari ini dia tidak melakukannya.


Dia masuk ke ruangannya, lalu duduk di kursi kebesarannya sambil menyandarkan kepalanya di kursinya.


Dia benar-benar tidak tau kalau hari ini aku ulang tahun. Aku berharap banyak tadi, tapi dia malah biasa saja. Batin Arya kesal


Arya berharap saat pulang dari masjid dan membuka pintu kamar mereka Aira telah menyiapkan surprise tapi ternyata tidak.


Adi yang melihat Bosnya pun hanya terdiam, takut jika dia salah bicara dan Arya memotong gajinya. Memotong gaji, itu adalah hal yang sangat di takutkan Adi.


Rahma masuk ke ruangan bosnya, saat sudah di izinkan masuk. Lalu ia membacakan jadwal bosnya.


"Hari ini jadwal bapak tidak terlalu banyak, hanya sebentar jam delapan malam bapak akan bertemu dengan sahabat -sahabat bapak di cafe x"


"apa itu tidak terlalu malam"


"Maaf Pak, tapi ini sudah di rencanakan oleh bapak dan sahabat-sahabat bapak jauh-jauh hari pak"


"Baiklah, kamu boleh keluar"


"Baik permisi pak"


Rahma pergi dari ruangan, sambil matanya melirik ke arah Adi. Setelah Rahma keluar Adi juga keluar dan melanjutkan pekerjaannya.


***


"Apa anda memanggil saya nyonya?" Tanya ema pada Aira.


"iya, duduklah" sambil menepuk ruang kosong di sampingnya


Tanpa membantah, Ema pun duduk dasamping nyonya nya itu.

__ADS_1


"Apa mama sama Ananya sudah jalan?"


"Sudah nyonya"


"skarang kita berdua aja, jadi tolong jangan panggil aku nyonya. Aku merasa lain jika di panggil begitu. Kamu bisa panggil aku nyonya kalau ada mas Arya aja yah" Ucap Aira. Aira tau, suaminya itu akan marah jika ada orang yang memanggilnya nama saja.


Seperti Ananya waktu itu, Arya pernah sangat marah tetapi Aira meyakinkannya.


"Oh iya, kamu ke bawah gih tunggu kurir katanya mau nyampe"


Ema akhirnya turun menunggu kurir, sebenarnya dia kepo apa yang di pesan nyonya nya itu tapi dia tidak bertanya.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kurirnya datang. Ema akhirnya mengambil paketnya lalu tanda tangan dan menuju kamar Aira. Ema mengetuk pintu dan setelah di suruh masuk ema akhirnya masuk.


"Terimakasih Ema, kamu boleh istirahat sekarang" ucap Aira ramah


"Sama-sama nyonya, jika anda butuh sesuatu panggil saya nyonya. Saya permisi"


Me : Assallamuallaikum, selamat siang sayang jangan lupa shalat jumat dan makan siangnya juga jangan lupa


beberapa detik kemudian


Hubby🖤 :Waalaikumsalam sayang. Iya, kamu juga jangan lupa shalat sama makan siang yah. Dan hari ini kayaknya aku pulang agak telat deh soalnya ada janji sama Teman-teman.


Me : Iya gak apa apa kok sayang. berarti kamu makan malamnya di luar sama Teman-teman kamu?


Hubby🖤 : iya kayaknya aku makan sama Teman-teman aku, jadi kamu makan aja gak usah nunggu aku yah. Aku lanjut kerja dulu.


Love you honey😘


Me : ochey, Love you too hubby 😍

__ADS_1


***


Aira sedang berdiri di balkon kamar menghirup udara malam, melihat bintang- bintang kecil yang berkilap. Melihat bulan sabit yang indah.


Dia menghirup panjang oksigen, lalu menghembuskannya dengan perlahan meresapi dinginnya udara malam, dia tersenyum karena kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat-sangat memuaskan.


Sedangkan Arya baru pulang menemui sahabat-sahabatnya dan sekarang waktu menunjukan jam sembilan malam, dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Semua lampu sudah mati, Arya berjalan menuju kamarnya.


Ceklek


Pintu terbuka, Arya terkesima melihat pemandangan di depannya. Lilin menyala di seluruh ruangan, dan kelopak bunga mawar merah bertaburan. Dia mencari istrinya di setiap ruangan saat menyadari istrinya tidak ada di dalam kamar tapi tidak di temukannya, dia berjalan menuju balkon lalu membuka hordeng yang membatasi kamar dan balokon.


Aira berdiri memegang cake yang dia buat sendiri yang bertuliskan Happy Birthday Hubby dengan gambar hati berwarna merah di akhir katanya sambil menyanyikan lagu Happy birthday.


Terharu, Kaget, bahagia bercampur menjadi satu, itu yang di rasakan Arya sekarang air matanya menetes karena bahagia. Dia pikir istrinya tidak tau kalau hari ini dia ulang tahun, tapi ternyata istrinya sudah merencanakan hal besar sebelumnya.


"Happy birthday hubby, maaf tidak ada kado spesial" Ucap Ai "Ayo tiup lilinnya, tapi Mekwish dulu" lanjutnya lagi.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2