Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Terimakasih


__ADS_3

"ini sayang" Arya membuka satu bungkus pembalut, mengambilnya lalu memberikan kepada Aira.


lalu berjalan menuju walk in closet untuk menyimpan sisa pembalut istrinya.


"Terimakasih" ucap Aira mengambil pembalut.


***


Arya dan Aira menuruni tangga, mereka menuju meja makan. Disana sudah ada Ananya dan mama mereka Belinda. Ananya dan Belinda memang tidak sedekat dulu. Sejak kejadian itu, Ananya yang memutuskan tidak kembali ke Indonesia membuat Belinda pergi ke luar negri. Mereka memang tinggal di satu atap saat itu tetapi mereka tidak akan bicara jika hal itu tidak penting.


Dan sekarang pun sama, mereka hanya duduk dan diam. Sebenarnya Belinda ingin sekali bicara, bercanda, bercerita seperti dulu. Tapi, melihat Ananya yang dingin terhadapnya akhirnya mengurungkan niatnya.


"Ai, kamu kenapa kok pucat gitu?" Tanya Ananya. Wajah Aira memang sedikit pucat karena sakit di perutnya.


"Dia lagi datang bulan, stop bicara. Kita makan" ucap Arya tegas.


Semuanya diam, Aira hendak mengambil makanan untuk suaminya tapi dilarang. Arya yang mengambil makanan untuk istrinya. Belinda yang melihat itu langsung geram, putranya yang dulu telah hilang. pikrnya.


Sedangkan Ananya, sangat-sangat bahagia karena kakaknya yang dingin sekarang sudah tiada, digantikan dengan kakak yang perhatian.


***


Acara makan pun selesai, mereka semua masuk ke kamar masing-masing. Dikamar Belinda, dia sedang menelfon seseorang


"Kamu pulang yah sayang, tante gak bisa kalau lihat wanita itu yang jadi menantu tante, tante cuman mau kamu"


". . . . "

__ADS_1


"Baiklah, tante akan tetap setia menunggu kamu. Setelah kamu pulang, kita akan sama-sama berusaha mendekatkan kamu sama Arya, dan tante yakin dia akan terpikat sama kami karena kamu lebih baik dari istrinya itu"


". . . . "


"Baiklah sayang, tante tutup telfonnya dahh"


Belinda mengakhiri telfonnya. Entah siapa yang dia telfon, tetapi harapannya pada orang itu sangat besar untuk menjadi menantu keluarga Wardna.


***


Sedangkan di kamar Arya dan Aira, keduanya tengah berbaring. Aira tidur di atas dada bidang suaminya, satu tangannya memeluk Arya dan sedangkan tangan lainnya memegang punggung tangan suaminya yang sedari tadi mengusap lembut perutnya.


"Sangat sakit?" tanya Arya.


"Iyaa, seperti biasanya. Tapi sudah berkurang sekarang" Ucap Aira.


"Iyah, terimakasih"


"terimakasih untuk tangan?"


"Tidak tangan tapi Untuk semuanya. Untuk perhatian kamu, untuk cinta kamu, untuk pengorbanan kamu, untuk kenyamanan yang kamu berikan. Aku sayang kamu arya" Ucap Aira sambil melihat suaminya. Sekarang dia sadar, dia sangat mencintai suaminya.


Arya tersenyum sambil mengusap lembut rambut Aira "Aku juga sayang kamu, dan rasa sayang aku sangat besar melebihi apapun." ucap Arya sambil mencium lembut rambut Aira.


"Kamu mau anak berapa Ya?" Tanya Aira. Entah kenapa dia tanya soal hal itu.


"Aku mau punya banyak anak sama kamu" jawab Arya.

__ADS_1


"100" ucap Aira penuh semangat


"Hahaha, kalau 100 kamu sanggup aku akan menyanggupi. Apa kamu sanggup mengurus anak sebanyak itu?" ucap Arya sambil tertawa.


"Insya Allah, kalau Allah mengizinkan aku punya banyak anak, aku akan menyanggupi walaupu aku tidak sanggup mengurus mereka" ucap Aira penuh keyakinan.


"Kita akan mengurus mereka sama-sama, aku tidak akan membiarkan kamu mengurus mereka sendirian" ucap Arya.


Aira mengeratkan pelukannya dan Arya pun memeluk Arya dengan sangat erat.


"I love you honey" ucap Arya dengan nada menggoda.


"I love you too hubby" balas Aira sambil tersenyum.


"Aku tau, tidurlah" ucap Arya dan Aira menganggukan kepalanya.


Akhirnya mereka tidur dengan bahagia karena panggilan baru. Mungkin.


.


.


.


.


hallo kakak-kakak jangan lupa like komen vote ochey

__ADS_1


__ADS_2