
Hari ini Aira terlihat sangat bersemangat, ia membangunkan suaminya dan dan mereka shalat subuh bersama, setelah itu Aira menyiapkan pakaian kerja suaminya sedangkan Arya setelah shalat ia membaringkan tubuhnya lagi di kasur.
"Sepertinya kamu hari ini sangat bahagia" Arya menatap istrinya yang baru keluar dari ruangan penyimpangan pakaian.
"Iyah, Kan hari ini aku mau ketemu sama teman-teman aku. Aku udah kangen banget sama mereka"Ucap Aira penuh semangat
" Mereka tau kalau kamu sudah menikahi pria kaya dan tampan?" Tanya Arya menggoda istrinya sambil menaikan rambutnya.
"Belum, sebentar saya akan kasih tau mereka. Mereka pasti kaget"
***
Setelah Aira mengantar suaminya ke kantor, Aira pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
ia mengenakan Hijab pasmina sederhana berwarna coklat muda dan baju lengan panjang berwarna putih dan rok tutu hijab yang warnanya senada dengan hijabnya.
Ia terlihat sangat cantik walaupun wajahnya hanya di poles make-up tipis. Setelah selesai, Dia menuruni tangga dengan bahagianya tetapi ternyata dibawah ada ibu mertuanya.
"Mah, Aira keluar sebentar yah. Mau ketemu teman-teman" Pamit Aira dengan sopan.
__ADS_1
"Hah ngapain kamu pamit sama saya, saya tidak peduli kamu mau jalan kemana, dan sama siapa!" Balas Belinda dengan tatapan tidak suka.
Karena Aira tidak ingin mencari masalah dengan ibu mertuanya, akhirnya dia memutuskan untuk diam dan mengalah.
"Assallamuallaikum mah" Pamit Aira sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
"Jadi karena kalian berantem hebat semalam, kamu memilih untuk keluar rumah?" Belinda tersenyum sinis dan melanjutkan kalimatnya "Baguslah, Tidak usah kembali malah lebih baik"
Aira segera menghentikan langkanya, dia berbalik menatap ibu mertuanya dan tersenyum dengan tulusnya lalu berbalik meninggalkan Belinda.
***
"Hallo Ai, kita udah di cafe lagi nungguin kamu. Kamu jadi datang kan?" tanya Jeni dengan tidak sabar
"Beri salam dulu baru aku jawab" Jawab Aira sambil tersenyum
"Assallamuallaikum ibu Hajah, ibu jadi datang kan"
"Waalaikumsalam, iya aku jadi datang. Lima menit lagi aku sampai, Sabar yah"
__ADS_1
"Iya sayang, aku kangen sama kamu baby. Muacchhh" Timpa Naina
"Ihh Nai apa sihh, jangan kayak gitu dehh" Naina dan Jeni tertawa geli.
"Emmm coba lihat di blakang kalian" Naina dan Jeni menoleh kebelakang secara bersamaan. Ternyata di belakang mereka sudah ada Aira.
Mereka berpelukan sangat erat karena setelah sekian lama, akhirnya merka bertemu kembali. Tapi ternyata ada yang kurang dari mereka, Sona ternyata tidak datang.
"Aku kangen!" Kata Jeni sambil memeluk Aira.
"Aku juga kangen sama kalian. Aku juga mau ceritain banyak hal sama kalian yang pasti kalian akan kaget" Aura tersenyum bahagia.
"Tapi dimana Sona? Kenapa dia tidak ada? Apa dia masih dijalan?" tanya Aira penasaran. Karena biasanya yang lebih bersemangat untuk bertemu adalah Sona.
"Dia..... Dia.. ke luar negri" jawab Naina dengan wajah sedih.
"Ke luar negri? ngapain ke luar negri? Ahh jangan-jangan dia mau nikah di luar negri yah?" tanya Aira.
"Dia batal nikah Ai" Jawab Jeni dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Apa? Dia batal nikah? Tapi kenapa? dan kenapa kalian baru kasih tau aku sekarang?" Tanya Aira dengan wajah kesalnya, dan karena mendengar sona telah batal nikah akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menceritakan pernikahannya.