
Di dalam mobil, Arya dan Aira duduk di jok depan sedangkan Ananya duduk di belakang.
Karena sudah lama Ananya berada diluar negri dan baru pulang sekarang di melihat dulu tempat yang dipenuhi rumput sekarang telah berubah menjadi bangunan megah.
"Ternyata sudah banyak yang berubah disini" gumamnya tetapi masih bisa di dengar oleh pasangan suami istri didepannya.
"Iyalah, emang mereka harus nungguin kamu pulang dulu baru dibuat bangunan"jawab Arya.
"Makanya kalau ke luar negri jangan kelamaan disana, entar balik baru protes" lanjut Arya lagi.
Arya cukup geram dengan Ananya karena Ananya tidak ingin kembali saat liburan panjangnya ke dalam negri. Karena itu Belinda yang selalu mengunjungi nya.
"a..aku gak protes kok mas, aku cuman kaget aja" jawab Ananya.
"Eh iya, Ai apa udah ada tanda-tanda?" Tanya Ananya untuk mengalihkan perhatian Arya agar Arya tak memarahinya lagi.
Maksud dari tanda-tanda adalah keponakannya.
"Tanda-tanda?" tanya Aira dan Arya bersamaan.
"Iya tanda-tanda kehamilan kamu Ai, Sudah ada?" tanyanya lagi dengan antusias.
__ADS_1
uhukkk... uhukkk....
Aira terbatuk karena pertanyaan Ananya. Sementara Arya menggosok pundak Aira agar berhenti batuk. Arya tau pertanyaan Ananya membuat Aira kaget. Sedangkan Aira mulai merasa bersalah, sudah setengah tahun mereka menikah tetapi belum pernah melakukan hubungan suami istri, dan ternyata Ananya juga menginginkan keponakan dari rahimnya.
Sebenarnya Aira sudah siap jika harus melakukan hubungan suami istri. Tetapi ketika mengingat Belinda, Aira mulai takut. Dia takut ketika dia mempunyai anak dengan Arya tetapi anaknya tidak di akui di keluarga Wardana. Dia tidak ingin anaknya merasakan sakit hati seperti yang dirasakannya.
Tetapi dia juga memikirkan tentang Arya, dia merasa telah menyiksa Arya. Aira tau Arya menginginkan anak darinya karena setiap saat Arya selalu singgung tentang nama anaknya.
"Kita belum mikirin itu, kita mau siap lahir batin dulu baru punya anak" jawab Arya sambil menatap istrinya lekat.
"Yahh akun kan cuman nanya mas" Jawab Ananya.
"Tapi aku lihat Aira udah siap. Kamunya aja kali yang belum siap" sambung Ananya lagi.
"Dia kakak ipar kamu Ananya, bisa nggak kamu manggil dia kakak" jawab Arya dengan nada kesalnya.
Aira menatap Arya sambil mengerutkan keningnya, di dalam pikirannya adalah dia tidak ingin orang menganggapnya lebih tinggi atau apalah itu.
"Gak apa-apa kok Ya. Lagian kayaknya aku sama Ananya cuman beda beberapa tahun doang" jawabnya sambil tersenyum manis untuk Ananya.
"Iya aku tau, kalian cuman beda beberapa bulan doang cuman kan kamu kakak iparnya dia sayang" jawab Arya dengan nada manjanya.
__ADS_1
usia Aira dan Ananya memang hanya beda beberapa bulan saja. Aira lebih kakak lima bulan saja dari Ananya.
Ananya dan Arya hanya beda 5 tahun saja. Jadi jika dulu mereka berdua jalan bersama, terkadang orang-orang mengira mereka adalah pasangan kekasih.
"Mas, kita kan hanya beda beberapa bulan aja. Jadi aku lebih suka manggil dia nama, kalau aku manggil dia kakak atau mbak pasti dia merasa dirinya tua. Iya kan Ai?" tanya Ananya sambil melihat ke arah ananya.
Aira menganggukan kepalanya sambil Tersenyum manis.
"Kayaknya aku suka sama kamu deh kit.... " aa
Kalimat Ananya terhenti karena Arya menghentikan nya
"hey bilang apa kamu tadi. Kamu suka sama istri kakak kamu sendiri. Ananya kamu perempuan masa suka sama perempuan. Apa karena kamu udah lama di luar negri makanya kamu kayak gini? asal kamu tau yah, istri aku suka sama aku aja dan dia masih waras" Jawab Arya panjang lebar.
Padahal maksud dari Ananya bukan suka yang itu, suka di sini adalah suka menjadi temannya.
"Mas aku juga masih waras yah. Stop posesif nya aku geli lihatnya mas" jawab Ananya dengan kesalnya.
Sementara Aira hanya diam tersenyum.
ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕂𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕝𝕚𝕜𝕖 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟 𝕕𝕒𝕟 𝕧𝕠𝕥𝕖 𝕪𝕒𝕙𝕙 😊🖤
__ADS_1
𝕠𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 😊🖤