
Sekarang mereka bertiga sudah berada di kolam berenang.
Aira dan Arya hanya duduk di tepi dan menjaga Ananya yang berenang, Arya memilih tidur di pangkuan istrinya, seketika Aira langsung memikirkan masa lalu Ananya bersama kekasihnya seperti yang di ceritakan suaminya tadi, dia ingin bertanya kepada Ananya tentang perasaan Ananya sekarang tetapi dia takut menyinggung perasaan Ananya.
Ananya yang melihat kemesraan pasangan itu akhirnya berbicara
"Romantis banget mas, dulu aja bilangnya gak percaya cinta" ledek ananya
"Sayang, Ananya kek gitu sama aku. Marahin" Rengek Arya manja.
"Ihhh apa sih mas, jangan lebay deh" Kesal ananya sambil memutar bola matanya.
__ADS_1
Ananya merasa kutub es sekarang sudah berubah menjadi cair sekarang, perubahan Arya sangat-sangat cepat karena istrinya. Dulu Arya tidak pernah percaya akan cinta, dia takut jadi budak cinta tapi sekarang karena Aira, Arya jadi budak cinta. Lucu bukan? sangat lucu bagi Ananya.
"Ai, ceritain dong gimana kalian kenal dulu sampai menikah" Tanya Ananya
"Ngapain tanya" ucap Arya ketus.
Dia tidak akan mengizinkan istrinya bicara dengan ananya, itu pikirnya sekarang.
"Kamu ingat nggak mas, dulu kamu bilang cinta itu hanya akan buat kita gila, dulu kamu bilang cinta hanya akan buat kita jadi budak, dan dulu kamu bilang kamu gak akan cari wanita untuk tinggal satu atap sama kamu. Mungkin kamu lupa karena itu udah lama banget, pas aku sama dia masih baru banget pacarannya" sambung Ananya, dan sekarang suasananya jadi mellow.
"Andai dulu kamu datang sebelum kejadian itu Ai, mungkin aku tidak akan merasakan sakit separah ini. Aku tidak dendam, aku hanya sedikit marah pada keadaan dan takdir" Ucap Ananya lagi dan sekarang air matanya menetes.
__ADS_1
Hal yang ingin dia utarakan sekarang keluarlah sudah dari bibir mungil Ananya. Sakit memang saat cintanya sedang dalam masa yang sangat indah dan harus kandas saat itu juga karena derajat tidak sama. Takdir memang tidak berpihak padanya, takdir selalu mempermainkan perasaannya. Cinta yang terjalin sejak SMA kelas tiga dan harus berakhir saat Aniversary mereka kedua tahun secara terpaksa. Sakit yang dirasakan Ananya belum sembuh, yahhh sakitnya belum sembuh.
Aira yang melihat adik iparnya menangis hanya mengelus lembut pundak adik iparnya itu. Dia tidak berani mengatakan satu katapun karena takut menyinggung perasaan Ananya atau membuat Ananya merasa sedih. Yang dia lakukan sekarang hanya memberikan kesempatan untuk kakak beradik itu saling mengutarakan perasaan mereka.
"Maafin Mas Anya, kamu benar. Kalau dulu mas lebih dulu merasakan cinta, mungkin kamu tidak akan sesakit ini. Mas salah, mas hanya melihat cinta dari sisi negatifnya saja tanpa melihat sisi positifnya. Setelah mas tau cinta, baru mas sadar ternyata saat didekat orang yang kita cintai kita merasa bahagia" ucap Arya dengan penuh penyesalannya ia menyeka air matanya.
"Jujur dulu mas kira setelah melepaskan dia, kamu merasa bahagia karena mas pikir uang akan buat kamu bahagia, ternyata mas salah karena ternyata tidak selamanya uang bisa buat bahagia. Maafin mas Anya, mas sayang sama kamu"
Arya berdiri dari duduknya dan memeluk adiknya. Dan sekarang tangisan mereka pecah, Arya manusia Es sedang menangis sekarang karna penyesalan.
(Begitulah hidup teman-teman, Aku juga merasakan hal yang sama. Saat orang tua kerja dan tidak memikirkan perasaan anaknya yang butuh orang tua. Yang mereka tau uang akan buat anaknya bahagia, tapi yang anaknya rasakan adalah dia ingin bermanja dengan orang tuanya, dia ingin bercerita bersama orang tuanya)
__ADS_1